Calon Presiden nomor urut 1, Anies Rasyid Baswedan bersama ribuan pendukung mengangkat telunjuknya saat menghadiri kampanye akbar yang berlangsung di Lapangan Jambidan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), pada Selasa (23/1/2024). Foto: AFP/Devi Rahman
Advertisement
Kampanye akbar Anies Baswedan ini disesaki ribuan pendukung. Foto: AFP/Devi Rahman
Di bawah terik menyengat, ribuan para pendukung itu tetap semangat meramaikan kampanye akbar Anies Baswedan. Foto: AFP/Devi Rahman
Advertisement
Anies Banggakan Sultan Hamengku Buwono IX
Dalam pidatonya, Anies mengaku tak ingin Indonesia dipimpin satu keluarga saja. Indonesia, lanjut Anies, harus jadi negara hukum.
Menurutnya, saat ini hukum di Indonesia diatur penguasa dan banyak pelanggaran dibiarkan. Foto: AFP/Devi Rahman
Untuk itu, Anies menggaungkan semangat perubahan. "Kita tak ingin jadi negara kekuasaan di mana hukum diatur penguasa. Praktik pelanggaran (hukum) dibiarkan. Untuk itu perlu perubahan," ujar Anies. Foto: AFP/Devi Rahman
Anies juga menyinggung tentang sosok Raja Keraton Yogyakarta yaitu Sri Sultan HB IX. Menurutnya, sosok Sri Sultan HB IX adalah contoh pemimpin yang beretika, sopan dan memiliki ketegasan. Foto: AFP/Devi Rahman
Advertisement
Advertisement
"Beliau (Sultan HB IX) memperlihatkan bagaimana melindungi republik. Siapkah Yogyakarta melindungi Indonesia? Kita tak ingin Indonesia jadi negara kekuasaan, kita ingin jadi negara hukum," tegas Anies. Foto: AFP/Devi Rahman