Gara-Gara Pasang Alat Peraga Kampanye di Masjid, Caleg PKS Dipukul Sampai Berdarah

Caleg PKS ini telah membuat laporan ke polisi terkait pemukulan itu, pada Sabtu (13/1) lalu.

Alfath Asmunda
Oleh Alfath Asmunda - Reporter
Gara-Gara Pasang Alat Peraga Kampanye di Masjid, Caleg PKS Dipukul Sampai Berdarah
Gara-Gara Pasang Alat Peraga Kampanye di Masjid, Caleg PKS Dipukul Sampai Berdarah (© 2024 merdeka.com)

Kasat Reskrim Polres Lhokseumawe Iptu Ibrahim, mengaku masih melakukan penyelidikan perkara tersebut. 

Calon Anggota Legislatif (Caleg) DPR Kabupaten Aceh Utara, Denny Safrizal, diduga dipukul seorang pengurus pembangunan masjid di Gampong Keude Simpang Peut, Kecamatan Simpang Kramat, terkait pemasangan alat peraga kampanye (APK) di lingkungan masjid.
 
Denny merupakan Caleg dari partai PKS. Dia telah membuat laporan ke polisi terkait pemukulan itu, pada Sabtu (13/1) lalu.
 

Dok. Istimewa
© 2024 merdeka.com

Kepada polisi, Denny menyebut dipukul oleh Dahlan. Awalnya, dia memasang bendera partai PKS di sana. Lalu Dahlan datang dan meminta bendera diturunkan.

Sempat terjadi adu mulut antara keduanya. 

Sempat terjadi adu mulut antara keduanya.&nbsp;<br>
© 2024 merdeka.com

Denny tetap tak menggubris permintaan penurunan bendera yang dipasangnya di lingkungan Masjid Babussalam itu. 

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Dahlan yang emosi, mengeluarkan parang dan meletakkan di leher Denny.
 
Kemudian, Dahlan yang diketahui sebagai Ketua Pembangunan Masjid Babussalam Simpang Kramat ini, menonjok bagian muka Denny berkali-kali hingga mengeluarkan darah di hidung.

Kasat Reskrim Polres Lhokseumawe Iptu Ibrahim, mengaku masih melakukan penyelidikan perkara tersebut. 

Kasat Reskrim Polres Lhokseumawe Iptu Ibrahim, mengaku masih melakukan penyelidikan perkara tersebut.&nbsp;<br>
Dok. Istimewa

“Saksi korban sudah diperiksa. Kita sedang periksa saksi-saksi lain,” katanya, Senin (15/1).

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Sementara Dahlan mengaku insiden pemukulan itu berawal dari sikap Denny tak menggubrisnya untuk menurunkan APK yang dipasang di lingkungan masjid.

“Karena kan hal tersebut tidak dibolehkan oleh aturan,” 

katanya.

merdeka.com

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Mereka lalu bersitegang di sebuah warung kopi tak jauh dari masjid. Peristiwa itu turut disaksikan sejumlah warga.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Denny masih ngotot tak mau menurunkan APK, meski telah ditengahi kepala desa setempat yang turut hadir di sana. Hingga emosi Dahlan tak lagi terkontrol lalu menonjok mukanya. 

Rekomendasi