Perang Israel-Palestina, Ketum PBNU Minta Masyarakat Internasional Bertindak Tegas

Gus Yahya mengajak masyarakat internasional mendorong penyelesaian yang adil antara Palestina dan Israel sesuai hukum.

Muhammad Radityo Priyasmoro
Perang Israel-Palestina, Ketum PBNU Minta Masyarakat Internasional Bertindak Tegas
Perang Israel-Palestina, Ketum PBNU Minta Masyarakat Internasional Bertindak Tegas (Merdeka.com)

Perang Israel-Palestina, Ketum PBNU Minta Masyarakat Internasional Bertindak Tegas

Gus Yahya menyerukan dihentikannya kekerasan yang berujung perang antara Hamas Palestina dengan Israel.

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menyatakan dan menyerukan dihentikannya kekerasan yang berujung perang antara Hamas Palestina dengan Israel. Diketahui, gejolak keduanya berkecamum sejak Ahad (8/10). 

Menurut Ketua Umum PBNU, Yahya Cholil Staquf, seruan disampaikan terkait dengan jatuhnya ratusan korban warga sipil, imbas dari roket yang ditembakkan oleh kedua pihak.

“Hentikan kekerasan di wilayah keduanya,” 

tegas Gus Yahya, seperti dikutip Rabu (11/10).

merdeka.com

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Gus Yahya mengaku, tidak akan berhenti mengampanyekan perdamaian global. Dia pun mengajak seluruh pihak terkait dan masyarakat internasional agar bertindak dengan langkah tepat dan mendorong penyelesaian yang adil antara Palestina dan Israel sesuai hukum internasional. 

“Masyarakat internasional harus bertindak dengan langkah-langkah yang lebih tegas (decisive) menuju penyelesaian yang adil atas masalah Israel dan Palestina sesuai hukum dan kesepakatan-kesepakatan internasional yang ada,” 

ujar dia.

merdeka.com

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Ulama yang aktif mendorong agama menjadi solusi konflik global tersebut juga meminta, Anggota Tetap Dewan Keamanan PBB untuk tidak menggunakan Hak Veto hanya demi membela salah satu pihak.

“Keadilan dan kemanusiaan harus dijadikan landasan sikap yang absolut,” 

kata dia.

merdeka.com

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Gus Yahya juga menekankan kepada masyarakat luas agar identitas dan seruan-seruan agama jangan terus digunakan untuk memupuk dan mengembangkan permusuhan.

“Inspirasi agama tentang rahmah dan keadilan universal harus dikedepankan untuk menggulirkan upaya resolusi konflik di semua tingkatan, baik di tingkat struktur politik maupun di tingkat komunitas,” 

pungkas Pengasuh Pondok Pesantren Raudlatut Thalibin, Rembang ini.

merdeka.com

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Sebagai informasi, eskalasi konflik kian meningkat di jalur Gaza. Serangan balasan dari kedua kubu terus berjalan. Tercatat korban tewas sudah mencapai lebih dari ribuan jiwa dari di kedua pihak.

Rekomendasi