KNKT Masih Selidiki Penyebab Kecelakaan Kereta Api di Cicalengka, Ini Subjek yang Diteliti

Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) belum bisa mengungkap penyebab tabrakan dua kereta api di Cicalengka. Mereka akan meneliti sejumlah subjek.

Aksara Bebey
Oleh Aksara Bebey - Reporter
KNKT Masih Selidiki Penyebab Kecelakaan Kereta Api di Cicalengka, Ini Subjek yang Diteliti
KNKT Masih Selidiki Penyebab Kecelakaan Kereta Api di Cicalengka, Ini Subjek yang Diteliti (Merdeka.com)

Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) belum bisa mengungkap penyebab tabrakan dua kereta api di Cicalengka. Mereka akan meneliti sejumlah subjek.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Investigator KNKT, Gusmaedi Rahmanas mengatakan data logger dari kereta api akan diperiksa untuk mengetahui kondisi faktual sebelum peristiwa pada Jumat (5/1) pagi.

Diketahui, data logger tersebut sebagai alat sistem akuisisi data untuk melakukan perekaman aktivitas pelayanan perjalanan kereta. Data logger merupakan perangkat elektronik yang digunakan untuk melakukan logging data (perekaman data) dari waktu ke waktu di dalam kereta secara otomatis.

"Terkait penyebab, kami belum bisa banyak berbicara. Kami sekarang masih proses pengumpulan data faktual. Jadi kami belum bisa menyampaikan kesimpulan atau penyebabnya kira-kira," kata dia.

"Data logger itu ada data kecepatan, tekanan pengereman. Nanti kami lihat apakah ada data loggernya atau tidak. Nanti dilihat rekaman-rekaman dari sarana itu, ada kecepatan, tekanan pengereman, respons dari sarananya (data logger)," ia melanjutkan.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Selain itu, subjek yang akan diperiksa adalah data persinyalan hingga keterangan dari saksi-saksi, termasuk petugas PT KAI. KNKT bisa menambahkan tim ahli yang bisa mendukung upaya penyelidikan.

"Kalau dari persinyalan ada data tersendiri. Ada data logger persinyalan. itu termasuk data yang kami himpun, dikumpulkan. Pokoknya pihak yang terlibat dalam pengoperasian KA ini, proses pelayanan, proses pengoperasian adalah subjek yang kami wawancara," jelas Gusmaedi.

Rekomendasi