Selain untuk mengenalkan warisan budaya wayang kulit kepada generasi muda, kegiatan belajar membuat wayang kulit ini juga menjadi ajang regenerasi perajin.
Advertisement
Mahasiswa Politeknik ATK Yogyakarta belajar membuat wayang kulit di Griya Ukir Kulit (Wayang) Sagio di kawasan Bantul, Yogyakarta, Senin (04/09/2023).
Advertisement
Kegiatan ini selain mengenalkan warisan budaya wayang kulit kepada Gen Z juga sebagai ajang regenerasi perajin wayang.
Baca Juga
Mengenang Ki Anom Suroto: Maestro Dalang yang Juga Pendakwah Ulung, Dedikasikan Hidup untuk Seni
Advertisement
Di Griya Ukir Kulit ini mereka para generasi muda mendapat pelatihan mengenai teknik dan cara melakukan pengukiran yang benar untuk membuat sebuah wayang dari kulit.
Baca Juga
Meriahnya Karnaval Bhinneka Tunggal Ika 2025: 50 Penari Wanita dan Reog Ponorogo Pukau Yogyakarta!
Advertisement
Kegiatan ini juga untuk melestarikan seni budaya wayang kulit khas Indonesia.
Advertisement
Kegiatan belajar membuat wayang kulit ini juga sebagai ajang regenerasi perajin muda yang akan menjadi penerus untuk tujuan melestarikan kebudayaan Indonesia.
Advertisement
Kegiatan ini memancing antisiasme mahasiswa Politeknik ATK Yogyakarta untuk giat belajar seni ukir wayang kulit.
Advertisement
Selama proses pembelajaran membuat wayang kulit, para mahasiswa didampingi langsung oleh tenaga pengajar yang sudah berpengalaman di bidangnya.
Advertisement
Para mahasiswa ini juga mendapat penjelasan secara detail mengenai cara mengukir pada kulit oleh ahlinya.
Advertisement
Selain diajarkan cara mengukir kulit, para mahasiswa juga mendapat pengajaran teknik pewarnaan yang baik dan benar pada wayang kulit yang sudah melalui proses pengukiran.
Advertisement
Kegiatan belajar membuat wayang kulit ini memakai metode praktik langsung, oleh karena itu regenerasi perajin wayang penting dilakukan agar kelestarian budaya tetap terjaga.