Tes dilakukan di halaman kantor, Selasa (22/8). Awalnya sebanyak 67 pegawai, baik aparatur sipil negara (ASN) maupun honorer, dikumpulkan untuk menandatangani pakta integritas tidak melakukan korupsi.
Advertisement
Mereka kaget karena tiba-tiba tim Dinas Kesehatan datang dan langsung melakukan tes urine. Tes pun dimulai dan semuanya negatif.
Advertisement
Merasa ada kejanggalan, petugas kembali mengulangi tes untuk kedua kalinya. Secara mengejutkan, urine dua pegawai justru positif narkoba.
Kepala Dinas PMD Musi Banyuasin Erdian Syahri mengungkapkan, tes urine dadakan untuk memastikan tidak ada pegawainya terlibat dalam peredaran narkoba. Namun ia kaget ternyata hasilnya tidak sesuai harapan.
Advertisement
'Seorang ASN dan satu lagi honorer ternyata urinenya positif narkoba, ini mengagetkan,' ungkap Erdian, Rabu (23/8).
Selanjutnya kedua pegawai itu akan menjalani pemeriksaan lanjutan dan diberikan sanksi tegas sesuai aturan yang berlaku. Mereka terancam sanksi hingga pemecatan akibat perbuatannya.
Advertisement
'Pastinya akan diproses agar menjadi pelajaran bagi pegawai lain,' kata dia.
Ke depan, tes urine akan menjadi agenda rutin Dinas PMD Musi Banyuasin. Erdian tidak ingin memberi ruang bagi pegawai untuk mengonsumsi narkoba sehingga pola kerja pegawai terganggu akibat barang terlarang itu.
Advertisement
'Tes urine bakal gencar dilakukan, jangan sampai ada pegawai yang terlibat,' tegasnya.