Api melahab habis badan bus hingga tinggal kerangka.
Bus pariwisata bernomor polisi K 1599 GM terbakar hebat di ruas Jalan Solo - Yogyakarta tepatnya di Desa Sanggung Kecamatan Gatak, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, Minggu (13/8). Api melahab habis badan bus hingga tinggal kerangka. Informasi dihimpun merdeka.com menyebutkan, peristiwa terjadi sekitar pukul 08.00 WIB. Bus membawa puluhan penumpang kader dan simpatisan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kecamatan Simo, Kabupaten Boyolali. Hal tersebut terlihat dari spanduk yang tertempel di kepala bus.
Advertisement
Spanduk Caleg
Spanduk kecil tersebut di bagian kiri bertuliskan 'Dolan Bareng Mas TG. Sedulur mas TG Simo. Tujuan Pantai Drini dan Pantai Baron. Ahad 13 Agustus 2023. Mas TG Grapyak, Mas TG Semanak. Mas TG DPR Jateng'. Sementara di bagian kanan terdapat tulisan 'Grapyak 8 (logo PKS) semanak. Calon DPRD Jateng Dapil 8. Boyolali dan Kokab Megelang. Di bawah tulisan terdapat foto dengan nama bakal caleg tersebut. Mereka berencana akan piknik ke Pantai Drini dan Pantai Baron, Gunung Kidul, Yogyakarta.
Tidak Ada Korban Jiwa
Tak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Penumpang yang berjumlah sekitar 45 orang selamat setelah berhasil keluar dari dalam bus.
Advertisement
Advertisement
Keterangan Sopir
Sopir bus, Martoyo saat ditemui mengaku tidak mengetahui penyebab terjadinya kebakaran. Namun sebelum api membesar, Martoyo mengaku sempat melihat kepulan asap di bagian belakang melalui kaca spion. Khawatir terjadi sesuatu, dia menghentikan bus dan memeriksanya. Dan ternyata api semakin besar. "Saya lihat dari spion ada asap. Setelah kita cek, apinya sudah membesar. Saya sudah tidak bisa mikir, shcok. Kita minta penumpang untuk keluar," ujar Martoyo.
Advertisement
Martoyo menduga kebakaran tersebut dipicu adanya korsleting listrik. Dia bahkan sudah merasakan adanya api beberapa meter sebelum terbakar.
"Penumpang penuh dan mereka panik pada keluar. Kita perjalanan dari Simo Boyolali ke Gunung Kidul untuk berwisata. Ada tiga bus yang membawa rombongan," kata dia.
Advertisement
Martoyo mengatakan, pengelola bus selalu melakukan pengecekan kondisi kelaikan armada sebelum berangkat. Hasilnya mesin maupun perangkat dalam kondisi yang baik.
"Tadi awalnya sudah dicek tidak apa-apa. Bahkan pengecekan rutin dilakukan, dicek semua. Tidak menyangka," kata dia.
Advertisement
Kesaksian Penumpang
Salah satu penumpang Ulil Fajri menyampaikan sebelum kejadian itu para penumpang diberi tahu sama sopir bus kalau belakang ada asap. Saat bus berhenti penumpang langsung turun untuk menyelamatkan diri. "Ya Alhamdulillah,seluruh penumpang selamat dan tidak apa-apa. Tadi kita sempat panik pas turun," pungkasnya.