Penyebar diduga sengaja menuliskan lokasi kejadian di daerah Canggu, Kecamatan Kuta Utara, Kabupaten Badung, Bali. Padahal, di daerah itu tidak ada pantai yang mirip dengan lokasi yang ada pada video tersebut.
Advertisement
Kasubdit V Tindak Pidana Siber Ditreskrimsus Polda Bali AKBP Nanang Prihasmoko mengatakan, kasus itu masih diselidiki sehingga diketahui lokasi sebenarnya.
"Kalau pelaku penyebar kita masih selidiki. Nanti, untuk menentukan lokasi pantai, orangnya ke mana dan lain sebagainya. Jadi kuncinya semua yang menyebarkan video itu."
Kasubdit V Tindak Pidana Siber Ditreskrimsus Polda Bali AKBP Nanang Prihasmoko saat dihubungi Kamis (3/8).
Advertisement
Pihaknya juga menduga video mesum itu awalnya beredar melalui jejaring whatsapp dan diteruskan hingga menyebar di media sosial. "Diduga lewat via whatsApp dan diteruskan, seperti itu," imbuhnya.
Ia juga menyatakan bahwa lokasi video seks itu diduga bukanlah di pantai yang ada di Pulau Bali. Alasannya, tidak ada pantai di Bali yang struktur tanah dan kemiringannya seperti dalam video.
"Kami duga sementara ini untuk posisi pantai diduga di luar Bali dan untuk di Bali struktur tanah dan posisi kemiringannya itu tidak ada datar seperti itu. Kalau di Bali agak miring sedikit, ini hampir lurus dan sepi sekali pantainya."
Kasubdit V Tindak Pidana Siber Ditreskrimsus Polda Bali AKBP Nanang Prihasmoko.
Advertisement
Pihaknya menduga penyebar video itu ingin merusak citra pariwisata Bali. Alasannya, ditemukan video sama diberi hastag lokasi wisata di Pulau Dewata.
"Kita masih mencari penyebar pertamanya, untuk mengetahui yang memberikan hastag Pantai Canggu. Banyak hastag lain muncul, Pantai Sanur, Pantai Balangan dan Pantai Tegal Wangi. Videonya sama persis, cuma tulisannya yang beda. Jadi kemungkinan ini ada yang ingin merusak citra pariwisata Bali," jelasnya.
Advertisement
Ia juga menegaskan bahwa pelaku penyebaran itu bisa dijerat dengan pasal penyebaran berita bohong atau hoaks.
Sebelumnya, video adegan seks bule viral di media sosial. Adegan hubungan suami-istri itu disebutkan terjadi di kawasan Desa Canggu, Kecamatan Kuta Utara, Kabupaten Badung, Bali.