Advertisement
Sosok Panji Gumilang yang Kontroversi dari Dikawal Pasukan Al-Zaytun hingga Ucap Salam Yahudi
Setelah beberapa tindakan kontroversi Panji yang viral seperti mencampurkan salat perempuan dengan laki-laki, meragukan Alquran, azan menghadap santri hingga menebus dosa zina dengan Rp2 Juta. Ada hal lain yang mengejutkan saat pemimpinan Pondok Pesantren Al-Zaytun itu mendatangi Bareskrim untuk menjalani pemeriksaan terkait kasus penistaan agama.
Advertisement
Yang menjadi sorotan dari pria berusia 76 tahun itu adalah kedatangannya yang membawa pasukan ke Bareskrim.
Advertisement
Panji Gumilang terlihat berada dalam perlindungan ketat pengawalnya yang memberikan penjagaan berlapis saat tiba di Bareskrim pada hari Senin (3/7/2023) lalu.
Advertisement
Momen kedatangan pimpinan Pondok Pesantren Al-Zaytun itu juga diwarnai kericuhan antara pengawal Panji dengan para wartawan.
Advertisement
Aksi dorong-dorongan hingga cekcok pun sempat terjadi antara pengawal Panji yang mencoba menghalangi awak media meminta keterangan. Meski begitu, Panji terlihat hanya tersenyum seraya menenangkan situasi hingga akhirnya masuk ke Gedung Bareskrim Polri.
Advertisement
Hingga akhirnya setelah hampir 8 jam, Panji Gumilang keluar dari Bareskirm usai dicecar 26 pertanyaan oleh tim penyidik. Saat itu Panji langsung menyapa wartawan yang sudah menunggu dengan salam Yahudi, Shalom Alaichem.
Sebelumnya, pada awal bulan Mei 2023 lalu ucapan salam Shalom Alaichem pernah diucapkan oleh Panji dalam sebuah video viral yang memperlihatkan Panji Gumilang mengajak para santri untuk membawakan lagu Yahudi yang di dalamnya terdapat ucapan salam tersebut.
"Saya mengajak saudara-saudara untuk mengucapkan salam yang tidak Assalamualaikum saja, sambil kita bernyanyi. Kita ucapkan kepada sahabat kita 'Havenu Shalom Aleichem' dalam bentuk bernyanyi," ujar Panji.
Advertisement
Sosok Panji Berasal dari Gresik
Dari sosoknya yang disegani di Indramayu, ternyata pria yang sedang hangat dibicarakan itu sudah cukup familiar dengan Gresik. Pemimpin Ponpes Al Zaytun ini ternyata berasal dari Dusun Siraman yang merupakan tanah kelahirannya di Desa Sembung Anyar, Kecamatan Dukun, Gresik, Jawa Timur.
Advertisement
Panji Gumilang merupakan anak kedua dari empat bersaudara. Dulu, dia tinggal di rumah berukuran 10 meter kali 50 meter. Rumah itu terlihat sederhana dan terbuat dari kayu tua.
Advertisement
Nama Panji Gumilang sendiri sebenarnya bukan nama sejak lahir. Nama tersebut disematkan setelah Panji setelah menikah dengan perempuan idamannya asal Banten, Jawa Barat.
"Nama aslinya Abdus Salam. Nama Panji Gumilang dari Kiai Banten setelah nikah dengan orang Banten. Sama seperti adiknya saudara ketiga Yusuf Datok Agung Sidayu. Nama Datok Agung Sidayu juga berasal dari Thailand," kata Munawwir (66), warga Dusun Siraman, Desa Sembung Anyar, Kecamatan Dukun.
Advertisement
Menurut penuturan Munawwir, Panji Gumilang saat itu memutuskan untuk mendirikan ponpes Al-Zaytun di Indramayu pada tahun 1992. Sebab di sekitar Desa Sembung Anyar sudah banyak pondok pesantren, bahkan ponpes besar.
Advertisement
"Sekitar tahun 1992 mendirikan pondok di Indramayu. Setahu saya Panji punya kepedulian di dunia pendidikan. Tidak pernah ajak yang aneh dan tidak pernah mempromosikan gerakannya. Warga pun tidak ada rasa curiga,"
Ungkap Munawwir, warga Dusun Siraman, Desa Sembung Anyar, Kecamatan Dukun.
Sementara itu, adik Panji Gumilang, Abdul Wahib menjelaskan, di lingkungan tempat tinggalnya kental dengan lingkungan pondok pesantren. Bahkan setelah mengenyam pendidikan di sekolah rakyat, Panji Gumilang pernah masuk pondok pesantren Maskumambang, lalu ke pondok pesantren Gontor. Kemudian melanjutkan pendidikan di IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta sekarang menjadi UIN Syarif Hidayatullah.