Jurnalis memegang peranan vital dalam menjaga kebenaran informasi di tengah derasnya arus digital yang seringkali tidak terverifikasi. Hal ini disampaikan oleh Menteri Komunikasi dan Digital (Komdigi) Meutya Hafid pada peringatan Hari Kebebasan Pers Sedunia 2026. Acara tersebut berlangsung di Jakarta Pusat pada Minggu (3/5), menyoroti tantangan dan tanggung jawab media di era modern.
Dalam kesempatan tersebut, Menteri Meutya Hafid menekankan pentingnya akurasi di atas kecepatan dalam penyebaran berita digital. Ia mengingatkan bahwa informasi yang cepat namun tidak terverifikasi dapat menimbulkan dampak negatif bagi masyarakat. Oleh karena itu, insan pers diharapkan dapat terus mengedepankan prinsip-prinsip jurnalisme yang bertanggung jawab.
Senada dengan itu, Ketua Dewan Pers Komarudin Hidayat turut menyoroti peningkatan permintaan publik akan jurnalisme berkualitas. Ia melihat adanya pergeseran kesadaran masyarakat dalam memilih sumber informasi yang kredibel. Kondisi ini memperkuat relevansi pers profesional di tengah ledakan informasi yang tidak terhindarkan.
Advertisement
Advertisement
Menteri Komdigi Meutya Hafid menegaskan bahwa di era informasi yang serba cepat dan melimpah, jurnalis memiliki tugas berat. Banyak informasi yang beredar belum terverifikasi dengan baik karena orang-orang berlomba dengan waktu.
Ia menekankan bahwa jurnalis harus menjaga nilai dan kegunaan berita bagi publik, meskipun ada tekanan untuk memproduksi konten dengan cepat. Kecepatan tidak boleh mengesampingkan akurasi dalam pelaporan digital.
Hafid juga menggarisbawahi bahwa jurnalisme harus melayani kepentingan publik yang lebih luas. “Kita membuat berita untuk manfaat banyak orang, bukan untuk mudarat orang banyak,” ujarnya.
Advertisement
Lebih lanjut, penyampaian informasi yang akurat merupakan amanat konstitusi sebagaimana diatur dalam Pasal 28 Undang-Undang Dasar 1945. Dalam konteks ini, pemerintah dan pers memiliki tanggung jawab yang sama dalam memastikan kualitas informasi.
Advertisement
Ketua Dewan Pers Komarudin Hidayat menyatakan bahwa meskipun terjadi lonjakan informasi, permintaan publik terhadap jurnalisme berkualitas justru meningkat. Hal ini mencerminkan adanya pergeseran kesadaran publik dalam memilih sumber informasi yang kredibel.
“Ketika terjadi ledakan informasi, itu memang suatu hal yang tidak bisa ditolak. Namun, kebutuhan masyarakat terhadap pers yang berkualitas saat ini semakin dirasakan,” kata Komarudin.
Ia menambahkan bahwa masyarakat kini mulai menyeimbangkan antara konsumsi media sosial dan kebutuhan akan berita yang dapat dipercaya. Fenomena ini memperkuat relevansi jurnalisme profesional.
Advertisement
Komarudin Hidayat juga mendorong semua pemangku kepentingan untuk terus meningkatkan kualitas pers Indonesia. Ini harus dilakukan dalam kerangka kebebasan pers yang bertanggung jawab.
Sumber: AntaraNews