Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus, Jawa Tengah, kembali menginisiasi program pertukaran pelajar untuk jenjang SD dan SMP. Inisiatif ini akan dilaksanakan pada Agustus 2026, melanjutkan kesuksesan program tahap awal yang telah digelar Januari lalu. Langkah strategis ini bertujuan utama mendorong pemerataan kualitas pendidikan di seluruh wilayah Kudus.
Bupati Kudus, Sam'ani Intakoris, menyatakan bahwa program kali ini akan diperluas secara signifikan dibandingkan pelaksanaan sebelumnya. Pertukaran pelajar tidak hanya melibatkan sekolah di pusat kota, tetapi juga menjangkau sekolah-sekolah di wilayah pinggiran. Perluasan ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem belajar baru bagi para siswa.
Melalui program pertukaran pelajar Kudus ini, siswa diharapkan dapat merasakan suasana dan metode pembelajaran yang berbeda di sekolah lain. Hal ini secara langsung akan menekan kesenjangan kualitas antara sekolah favorit dan non-favorit. Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kudus akan mengawasi penuh jalannya program ini.
Advertisement
Advertisement
Program pertukaran pelajar yang digagas Pemkab Kudus ini menandai komitmen serius dalam meningkatkan mutu pendidikan. Setelah sukses pada tahap awal Januari 2026, antusiasme tinggi dari siswa dan orang tua menjadi pendorong utama perluasan program. Bupati Sam'ani Intakoris menegaskan pentingnya pemerataan kesempatan belajar bagi seluruh anak di Kudus.
Fokus utama program ini adalah menciptakan pengalaman belajar yang beragam bagi siswa SD dan SMP. Dengan berpindah sementara ke sekolah lain, siswa akan terpapar lingkungan, fasilitas, dan gaya mengajar yang berbeda. Ini menjadi bekal berharga untuk adaptasi dan pengembangan diri di masa depan.
Kepala Disdikpora Kudus, Harjuna Widada, menambahkan bahwa program ini dirancang untuk mengurangi disparitas kualitas pendidikan. Sekolah-sekolah di wilayah pinggiran kini memiliki kesempatan yang sama untuk merasakan transfer pengetahuan dan budaya belajar dari sekolah lain. Ini adalah langkah konkret menuju pendidikan yang lebih inklusif dan berkualitas.
Advertisement
Advertisement
Harjuna Widada menjelaskan bahwa durasi program pertukaran pelajar Kudus ini diperkirakan berlangsung selama dua pekan. Pelaksanaan akan dilakukan setelah tahapan evaluasi atau tes siswa selesai, sebelum Agustus 2026. Disdikpora Kudus saat ini sedang menyiapkan berbagai kebutuhan, termasuk perlengkapan seperti rompi bagi siswa peserta.
Jumlah peserta pada tahap kedua ini diproyeksikan meningkat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya, seiring tingginya minat. Perluasan jangkauan ke sekolah-sekolah pinggiran turut berkontribusi pada peningkatan partisipasi. Harapan besar tersemat agar program ini menjadi langkah nyata menciptakan pemerataan mutu pendidikan.
Selain pertukaran pelajar, Pemkab Kudus juga mulai menjajaki kemungkinan pertukaran guru, khususnya antara sekolah swasta unggulan dan sekolah lainnya. Namun, program pertukaran guru ini masih dalam tahap kajian mendalam dan belum akan diterapkan pada tahun 2026. Pertimbangan utama meliputi kesiapan teknis serta dukungan anggaran, terutama terkait kebutuhan sewa tempat tinggal selama program berlangsung.
Advertisement
Sumber: AntaraNews