Pemkab Poso Genjot Percepatan Penurunan Stunting Lewat Musrenbang Tematik 2026

Pemkab Poso perkuat upaya percepatan penurunan stunting melalui Musrenbang Tematik 2026, evaluasi capaian dan susun strategi demi generasi Poso yang sehat dan cerdas.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Pemkab Poso Genjot Percepatan Penurunan Stunting Lewat Musrenbang Tematik 2026
Pemkab Poso perkuat upaya percepatan penurunan stunting melalui Musrenbang Tematik 2026, evaluasi capaian dan susun strategi demi generasi Poso yang sehat dan cerdas. (AntaraNews)

Pemerintah Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, menunjukkan komitmen kuat dalam mengatasi masalah stunting yang menjadi ancaman serius bagi kualitas sumber daya manusia daerah. Upaya percepatan penurunan stunting ini diperkuat melalui penyelenggaraan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Tematik Stunting. Kegiatan strategis ini bertujuan untuk mengevaluasi capaian serta merumuskan langkah konkret guna mewujudkan generasi Poso yang sehat, cerdas, unggul, dan berdaya saing di masa depan.

Bupati Poso, Verna G.M. Inkiriwang, menegaskan bahwa stunting bukan sekadar masalah pertumbuhan fisik anak, melainkan ancaman serius terhadap kualitas sumber daya manusia dan masa depan daerah. Anak-anak yang mengalami stunting berisiko menghadapi hambatan pertumbuhan, perkembangan kognitif yang tidak optimal, serta penurunan produktivitas di kemudian hari. Oleh karena itu, penanganan stunting harus menjadi gerakan bersama yang melibatkan seluruh elemen masyarakat dan pemerintah.

Musrenbang Tematik Stunting 2026 ini merupakan tindak lanjut dari surat Wakil Gubernur Sulawesi Tengah terkait pelaksanaan analisis situasi aksi konvergensi pencegahan dan percepatan penurunan stunting tahun 2026. Forum ini menjadi wadah penting untuk mengidentifikasi hambatan di lapangan dan menyusun strategi yang lebih efektif. Dengan data yang kuat dan langkah yang tepat, target penurunan stunting di Kabupaten Poso diharapkan dapat tercapai secara lebih efektif dan berkelanjutan.

Bupati Poso Verna G.M. Inkiriwang menekankan bahwa persoalan stunting melampaui batas sektor kesehatan semata, memerlukan keterlibatan aktif dari berbagai pihak. Penanganan stunting harus menjadi gerakan bersama, mulai dari perangkat daerah, pemerintah kecamatan dan desa, dunia usaha, organisasi masyarakat, hingga keluarga sebagai garda terdepan. Kolaborasi lintas sektor ini menjadi kunci utama dalam upaya percepatan penurunan stunting secara komprehensif di Kabupaten Poso.

Anak yang mengalami stunting berisiko menghadapi hambatan pertumbuhan, perkembangan kognitif yang tidak optimal, serta penurunan produktivitas di masa depan. Oleh karena itu, penanganan stunting harus menjadi gerakan bersama. Pernyataan ini menggarisbawahi urgensi penanganan stunting sebagai investasi jangka panjang bagi kualitas sumber daya manusia. Dengan sinergi yang kuat, diharapkan Poso dapat menciptakan generasi yang lebih sehat dan berdaya saing.

Musrenbang Tematik Stunting menjadi forum strategis untuk mengevaluasi capaian, mengidentifikasi hambatan di lapangan, serta menyusun langkah konkret. Forum ini juga menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam mewujudkan generasi Poso yang sehat, cerdas, unggul, dan berdaya saing. Keterlibatan seluruh pemangku kepentingan diharapkan dapat menghasilkan kebijakan dan program yang lebih terintegrasi dan efektif.

Dalam era digital saat ini, keberhasilan program penurunan stunting tidak hanya ditentukan oleh banyaknya kegiatan, tetapi juga oleh ketepatan data, konsistensi pelaporan, dan akuntabilitas kinerja. Bupati Poso Verna G.M. Inkiriwang menekankan pentingnya penguatan Web Aksi Bangda sebagai instrumen strategis dalam perencanaan, pengendalian, dan evaluasi konvergensi penanganan stunting di Kabupaten Poso.

Verna juga menginstruksikan kepada tiga pilar administrator, yakni admin kecamatan, admin puskesmas, dan PLKB, untuk memperhatikan jadwal penginputan serta pengisian data sesuai jadwal yang telah ditetapkan. Jangan ada keterlambatan, kelalaian, atau data yang tertunda, karena hal ini akan mempengaruhi analisis dan pengambilan kebijakan daerah. Data yang akurat dan tepat waktu sangat krusial untuk memastikan langkah-langkah yang diambil pemerintah daerah tepat sasaran dan efektif.

Kabupaten Poso telah meluncurkan dua inovasi unggulan daerah, yaitu program “Mosintuwu Mamporewu Balita Stunting” (M2BS) dan gerakan “GERTAK PENTING”. Kedua inisiatif ini merupakan langkah nyata dalam menurunkan angka stunting secara berkelanjutan. Inovasi lokal ini diharapkan dapat menjadi motor penggerak percepatan penurunan stunting dengan pendekatan yang lebih adaptif dan sesuai dengan karakteristik masyarakat Poso.

Kabupaten Poso patut berbangga atas capaiannya sebagai peringkat terbaik I se-Sulawesi Tengah dalam evaluasi delapan aksi konvergensi penurunan stunting tahun 2024. Namun, Bupati Verna mengingatkan agar capaian tersebut tidak membuat semua pihak berpuas diri, melainkan menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kinerja. Keberhasilan ini menunjukkan efektivitas program yang telah berjalan, namun tantangan ke depan masih memerlukan perhatian serius.

Pencegahan dan penanganan stunting harus dilakukan sejak hulu, mulai dari remaja, calon pengantin, ibu hamil, ibu menyusui, hingga masa balita. Hal ini dilakukan melalui pemenuhan gizi, akses air bersih, sanitasi layak, pelayanan kesehatan berkualitas, serta edukasi pola asuh. Pendekatan holistik ini memastikan bahwa intervensi dilakukan pada setiap tahapan krusial dalam siklus kehidupan.

Data prevalensi balita stunting di Kabupaten Poso menunjukkan tren penurunan yang konsisten, dari 12,38 persen pada 2021 menjadi 5,08 persen pada 2025 berdasarkan metode pengukuran EPPGBM. Ini adalah bukti nyata keberhasilan program dan kerja keras semua pihak. Meskipun demikian, masih ada beberapa kecamatan dengan prevalensi yang perlu menjadi perhatian khusus:

Musrenbang ini juga menyoroti capaian 31 indikator layanan konvergensi stunting, dengan beberapa indikator melampaui target yang ditetapkan. Contohnya, ibu hamil yang mengonsumsi tablet tambah darah mencapai 87,68 persen dari target 85 persen, pemeriksaan kehamilan enam kali mencapai 93,95 persen dari target 80 persen, serta penerbitan akta kelahiran dan Kartu Identitas Anak yang mencapai 100 persen dari target 40,33 persen. Capaian ini menunjukkan komitmen kuat Pemkab Poso dalam memberikan pelayanan esensial untuk mendukung tumbuh kembang anak.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi