Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas'ud, muncul dalam sebuah video yang diunggah di akun Instagram resmi Pemprov Kaltim. Dalam video tersebut, ia menanggapi aksi demonstrasi yang berlangsung di depan kantornya hingga menjelang sore pada Selasa (21/4) kemarin.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak. Adik-adik mahasiswa, lapisan masyarakat, TNI Polri yang menjaga, keamanan situasi kondusif, sampai berakhirnya penyampaian aspirasi di Bumi Etan," ungkapnya seperti yang dikutip oleh Liputan6.com pada Rabu (22/4).
Rudy juga menyampaikan rasa terima kasih kepada masyarakat yang terus memberikan saran dan masukan kepada Pemprov Kaltim, terutama kepada dirinya.
"Kami sangat berharap adik-adik mahasiswa, masyarakat, dan seluruh lapisan bisa selalu menjadi mata telinga kami dalam melaksanakan perbaikan dan evaluasi kinerja pemerintah Provinsi Kalimantan Timur. Di dalam melaksanakan kontrol sosial serta evaluasi menyeluruh," tambahnya. Ia menekankan pentingnya setiap kritik yang diterima terkait jalannya pemerintahan.
Gubernur Rudy berjanji bahwa upaya akselerasi, koordinasi, dan kolaborasi akan terus dilakukan untuk meningkatkan kinerja pemerintah.
"Pastinya di tangan kalianlah masa depan Kalimantan Timur, akhirnya akan ditentukan takdirnya. Sekali lagi terima kasih atas masukan dari adik-adik mahasiswa, lapisan masyarakat, dan seluruh elemen yang tetap menjadi kontrol sosial. Masukan hari ini sangat berarti dan sangat berkelas," ujarnya. Ia berharap ke depan, pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dapat berakselerasi untuk memperbaiki kinerja mereka.
Advertisement
Massa Kecewa Tak Ditemui Gubernur
Massa yang diperkirakan berjumlah lebih dari 4.000 orang merasa kecewa karena Gubernur Kalimantan Timur tidak kunjung menemui mereka, meskipun disebutkan bahwa beliau berada di dalam kantor. Sejak siang, mereka bergerak dari DPRD Kaltim dan menggelar aksi damai dengan menyampaikan orasi di depan kantor gubernur.
Namun, hingga sore hari, tidak ada satu pun perwakilan pemerintah yang bersedia menemui mereka. Kekecewaan massa semakin meningkat setelah mendengar informasi bahwa Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas'ud, berada di dalam kantor tetapi tidak mau keluar untuk menerima mereka.
Ray, salah satu peserta aksi berusia 22 tahun, mengungkapkan bahwa situasi tersebut memicu emosi di antara para demonstran.
"Kami sudah menunggu lama, bahkan mendengar beliau ada di dalam, tapi tidak ada yang keluar. Itu yang membuat suasana jadi panas," ujarnya.
Menjelang malam, situasi mulai tidak terkendali. Aparat kepolisian akhirnya membubarkan massa menggunakan water cannon sekitar pukul 18.30 WITA. Sebagian dari mereka membubarkan diri, sementara yang lain masih bertahan di sekitar kawasan dekat Bank Indonesia.
Aksi ini sempat diwarnai dengan saling dorong dan lempar antara massa dan petugas, dengan puncak kericuhan terjadi sekitar pukul 19.30 hingga 20.00 WITA sebelum akhirnya massa dipukul mundur dan situasi berangsur kondusif.