Berita hoaks mengenai status bansos PKH dan BPNT tengah beredar di kalangan masyarakat melalui media sosial. Berita palsu ini sering kali mengarahkan orang untuk mengunjungi tautan yang mengklaim dapat digunakan untuk memeriksa daftar penerima bantuan.
Seperti yang telah diketahui, bantuan sosial PKH dan BPNT merupakan upaya pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Penerima manfaat kini dapat dengan mudah mengecek status pencairan bantuan sosial PKH dan BPNT mereka melalui dua saluran resmi yang telah disediakan oleh Kementerian Sosial.
Kemudahan dalam mengakses informasi ini sangat penting, mengingat bantuan tersebut memiliki dampak signifikan bagi keluarga prasejahtera dan untuk memastikan bahwa bantuan tersebut tepat sasaran. Proses untuk mengecek status penerima dapat dilakukan secara mandiri menggunakan perangkat digital, kapan saja dan di mana saja.
Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk lebih waspada terhadap berbagai bentuk penipuan yang sering mengatasnamakan program bantuan sosial. Memahami cara untuk memeriksa status dan mengenali ciri-ciri penipuan adalah langkah awal yang penting untuk melindungi diri dari potensi kerugian.
Advertisement
Cara Memeriksa Status Pencairan Bansos PKH dan BPNT Online
Kementerian Sosial (Kemensos) menawarkan dua cara resmi bagi masyarakat untuk memeriksa status penerima bantuan sosial PKH dan BPNT. Kedua cara ini, yaitu melalui situs web resmi dan aplikasi "Cek Bansos", dirancang untuk memudahkan masyarakat dalam mendapatkan informasi yang transparan.
Untuk melakukan pengecekan melalui situs resmi, masyarakat dapat mengakses cekbansos.kemensos.go.id. Setelah memilih wilayah sesuai dengan KTP dan memasukkan Nomor Induk Kependudukan (NIK), sistem akan menampilkan status penerima bantuan sosial, termasuk nama, kategori desil, dan status bantuan. Penting untuk dicatat bahwa situs resmi hanya akan meminta NIK serta data wilayah dan nama lengkap, tanpa meminta data sensitif lainnya.
Opsi kedua adalah menggunakan aplikasi "Cek Bansos" yang dapat diunduh dari Google Play Store dan App Store. Aplikasi ini tidak hanya memungkinkan pengguna untuk memeriksa status, tetapi juga menyediakan fitur untuk mengusulkan diri atau orang lain yang dianggap layak untuk masuk dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), serta memberikan kesempatan untuk mengajukan sanggahan terhadap penerima yang dianggap tidak tepat. Setelah mengunduh dan mendaftar, pengguna dapat memasukkan NIK KTP dan kode verifikasi untuk melihat informasi terkait bantuan sosial.
Advertisement
Waspada Penipuan Pencairan Bansos PKH dan BPNT
Maraknya program bantuan sosial sering kali disalahgunakan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab untuk melakukan penipuan. Oleh karena itu, masyarakat harus sangat waspada terhadap modus penipuan yang mengatasnamakan pencairan bansos seperti PKH dan BPNT, yang sering kali meniru nama serta logo resmi untuk menipu korban.
Salah satu modus penipuan yang umum terjadi adalah penggunaan situs web palsu. Situs resmi pemerintah Indonesia selalu berakhiran .go.id, contohnya cekbansos.kemensos.go.id. Apabila Anda menemukan situs dengan akhiran lain seperti .com, .net, atau .org yang meminta data sensitif, sebaiknya Anda curiga karena itu bisa jadi adalah situs palsu yang bertujuan untuk mencuri data pribadi. Situs resmi biasanya hanya meminta NIK, nama, dan data wilayah, bukan foto KTP, nomor rekening, atau OTP.
Selain melalui situs palsu, penipuan juga sering dilakukan dengan menyebarkan tautan palsu melalui SMS, pesan instan, atau media sosial. Tautan tersebut dirancang untuk mengarahkan korban ke situs phishing yang berfungsi untuk mencuri data pribadi atau informasi keuangan. Penipu juga sering meminta data sensitif seperti nomor Telegram, nomor telepon, hingga kode OTP, atau menawarkan pencairan yang cepat dengan imbalan biaya administrasi. Penting untuk diingat bahwa Kementerian Sosial tidak pernah meminta uang atau informasi sensitif melalui pesan pribadi.