Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq baru-baru ini menekankan pentingnya pemilahan sampah dari hulu. Penekanan ini bertujuan mendukung keberhasilan proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Kota Jambi. Kunjungan kerja Hanif dilakukan di TPA Talang Gulo, Kecamatan Kota Baru, Kota Jambi pada Sabtu, 11 April.
Dalam kunjungan tersebut, Hanif didampingi oleh Wali Kota Jambi Maulana dan Gubernur Jambi Al Haris. Ia meninjau langsung berbagai infrastruktur pengelolaan sampah di TPA Talang Gulo. Hanif memberikan apresiasi karena pengelolaan TPA dinilai sebagai salah satu yang terbaik di Indonesia dari segi desain maupun operasional.
Menurutnya, kondisi tersebut menjadi modal kuat bagi Pemerintah Kota Jambi dalam mengatasi persoalan sampah. Namun, tantangan utama masih terletak pada pengelolaan dari hulu, terutama dalam pemilahan sampah sejak dari sumber. Penguatan sistem ini dinilai krusial untuk menangani volume sampah harian sekitar 600 ton.
Advertisement
Advertisement
Optimalisasi Pemilahan Sampah untuk Nilai Ekonomi
Menteri Hanif Faisol Nurofiq menegaskan bahwa pengelolaan sampah sangat bergantung pada proses pemilahan. Ia menyatakan, "Pengelolaan sampah pada dasarnya bergantung pada proses pemilahan, apabila sampah dilakukan dengan baik dapat memiliki nilai ekonomi, namun sebaliknya akan menimbulkan permasalahan dari hulu hingga hilir jika tidak dipilah dengan tepat."
Pernyataan ini menggarisbawahi bahwa sampah yang dipilah dengan benar dapat memberikan nilai tambah. Sebaliknya, sampah yang tidak dipilah akan menimbulkan berbagai permasalahan serius yang meluas. Permasalahan ini dapat berdampak negatif pada lingkungan dan masyarakat.
Oleh karena itu, sistem pengelolaan dari hulu perlu segera diperkuat guna menangani permasalahan sampah secara menyeluruh. Kota Jambi termasuk dalam 33 wilayah prioritas nasional pengembangan PSEL sesuai arahan Presiden. Kesiapan lahan di TPA Talang Gulo dinilai sudah sangat baik, sehingga proses lelang proyek dapat segera dilaksanakan.
Advertisement
Advertisement
Target Bebas Open Dumping dan Kolaborasi Pemerintah Daerah
Menteri Lingkungan Hidup meminta pemerintah daerah segera memperkuat pengelolaan sampah dari hulu. Tujuannya adalah untuk mengakhiri praktik pembuangan terbuka (open dumping) pada tahun 2026. Pembangunan hingga operasional PSEL diperkirakan memakan waktu sekitar tiga tahun.
Wali Kota Jambi Maulana menjelaskan bahwa Pemerintah Kota Jambi memfokuskan penguatan pengelolaan sampah dari hulu. Hal ini dilakukan melalui program "Kampung Bahagia" yang berbasis rumah tangga. Program ini melibatkan masyarakat hingga tingkat RT.
Pemkot Jambi juga menargetkan penertiban pembuangan sampah liar agar dapat diterapkan sanksi tegas sesuai peraturan daerah. Maulana menyatakan, "Kami menargetkan tidak ada lagi pembuangan, pembakaran, maupun pembuangan sampah ke sungai dengan memastikan seluruh sampah dikelola secara jelas."
Advertisement
Selain itu, program ini mendorong kesadaran kolektif bahwa sampah adalah tanggung jawab bersama. Pengelolaan sampah akan dipusatkan di TPA Talang Gulo sebagai Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). Gubernur Jambi Al Haris menegaskan Pemerintah Provinsi Jambi siap mendukung percepatan penanganan masalah sampah. Dukungan ini termasuk rencana pembangunan fasilitas PSEL atau Waste to Energy di kawasan Talang Gulo.
Sumber: AntaraNews