Pemerintah Provinsi Maluku (Pemprov Maluku) secara aktif berupaya meningkatkan transparansi layanan kesehatan di seluruh Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL) di wilayahnya. Langkah strategis ini diambil untuk memastikan setiap masyarakat Maluku mendapatkan akses pelayanan kesehatan yang optimal dan transparan. Peningkatan ini menjadi fokus utama dalam upaya perbaikan sistem kesehatan di provinsi kepulauan tersebut.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Maluku, dr. Elna S. Anakotta, memimpin langsung inisiatif ini sejak menjabat pada Februari 2026. Ia menekankan pentingnya transparansi seiring dengan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap hak-hak pelayanan kesehatan. Hal ini menuntut rumah sakit tidak hanya memberikan layanan medis yang berkualitas, tetapi juga keterbukaan informasi dan pengelolaan layanan.
Sebagai langkah awal, Dinas Kesehatan Provinsi Maluku telah menggelar rapat evaluasi FKRTL yang melibatkan 30 rumah sakit dari 11 kabupaten/kota. Evaluasi ini bertujuan membedah berbagai persoalan dan mencari solusi konkret untuk meningkatkan kualitas serta transparansi layanan. Fokus utama termasuk ketersediaan obat, kejelasan informasi medis, dan akuntabilitas pelayanan.
Advertisement
Advertisement
Upaya Peningkatan Transparansi Pelayanan FKRTL
Dinas Kesehatan Provinsi Maluku telah mengidentifikasi beberapa area kunci untuk meningkatkan transparansi layanan di FKRTL. Salah satunya adalah memastikan ketersediaan obat yang memadai di pusat layanan. dr. Elna S. Anakotta menegaskan, "Obat harus tersedia di pusat layanan. Jangan sampai kosong. Jangan lagi membebankan pasien untuk mengeluarkan biaya tambahan."
Selain itu, transparansi layanan juga mencakup kejelasan informasi medis kepada pasien serta pencatatan edukasi dalam rekam medis sebagai bentuk akuntabilitas. Upaya ini diperkuat dengan penekanan pada pelayanan yang humanis dan komunikasi efektif antara tenaga kesehatan dan pasien. Pengelolaan keluhan aktif selama 24 jam juga didorong agar setiap persoalan dapat segera ditangani secara responsif.
Pihak Dinas Kesehatan Provinsi Maluku juga mendorong penerapan pelayanan yang “anti-viral”. Ini adalah sistem pelayanan yang mampu mencegah keluhan masyarakat berkembang menjadi isu publik akibat kurangnya respons dari fasilitas kesehatan. "Empati dalam pelayanan sangat penting. Bekerja dengan hati akan menjaga kepercayaan dan keseganan masyarakat," ujar dr. Elna S. Anakotta.
Advertisement
Advertisement
Tantangan Geografis dan Kualitas Layanan Kesehatan
Peningkatan transparansi layanan kesehatan di Maluku menghadapi sejumlah tantangan, terutama kondisi geografis sebagai wilayah kepulauan. Distribusi obat menjadi salah satu persoalan utama yang belum optimal. Pengiriman obat kerap mengalami keterlambatan karena cuaca ekstrem dan gelombang tinggi yang menghambat transportasi laut.
Kondisi ini berdampak pada belum meratanya ketersediaan obat esensial di sejumlah rumah sakit. Akibatnya, pasien masih harus membeli obat di luar rumah sakit, padahal seharusnya hal ini tidak terjadi dalam sistem pelayanan rujukan.
Selain itu, masih ditemukan pelayanan yang belum sepenuhnya humanis serta komunikasi yang belum efektif antara tenaga medis dan pasien. Situasi ini berpotensi menimbulkan kesalahpahaman dan mengurangi kepercayaan masyarakat terhadap layanan kesehatan. Dalam aspek rujukan, Kepala Dinas Kesehatan juga menegaskan pentingnya prosedur yang tepat, yakni pasien harus dirujuk dalam kondisi stabil demi menjamin keselamatan mereka.
Advertisement
Advertisement
Komitmen Pemprov Maluku untuk Kualitas FKRTL
Evaluasi FKRTL menjadi bagian penting dalam memperkuat peran rumah sakit sebagai pusat layanan rujukan yang menyediakan pelayanan spesifik. Hal ini didukung oleh tenaga medis profesional dan fasilitas memadai. Pemprov Maluku berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan di seluruh fasilitas kesehatan rujukan.
Meskipun demikian, sejumlah tantangan masih harus dihadapi, termasuk keterbatasan kapasitas tempat tidur dan distribusi tenaga medis spesialis yang belum merata. Persoalan pembiayaan dan klaim asuransi kesehatan juga menjadi perhatian serius yang memerlukan solusi komprehensif.
Pemprov Maluku optimistis bahwa melalui peningkatan manajemen layanan, pemanfaatan teknologi informasi, serta kolaborasi dengan berbagai pihak, kualitas dan transparansi layanan kesehatan di FKRTL dapat terus ditingkatkan. Komitmen ini diharapkan mampu mewujudkan pelayanan kesehatan yang lebih baik dan merata bagi seluruh masyarakat Maluku.
Advertisement
Sumber: AntaraNews