Badan Geologi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), memastikan bahwa tidak ada peningkatan aktivitas signifikan dari Gunung Marapi di Sumatera Barat. Pernyataan ini didasarkan pada hasil evaluasi terbaru yang dilakukan selama periode 16 hingga 31 Maret 2026.
Gunung api yang secara administratif berada di wilayah Kabupaten Agam dan Kabupaten Tanah Datar ini terus dipantau secara ketat. Pemantauan berkala ini bertujuan untuk memastikan keamanan masyarakat sekitar dari potensi bahaya erupsi.
Pelaksana tugas (Plt) Kepala Badan Geologi, Lana Saria, menegaskan bahwa pengamatan visual Gunung Marapi menunjukkan kejadian erupsi dan hembusan masih berlangsung. Namun, intensitasnya relatif stabil dan tidak mengindikasikan peningkatan aktivitas.
Advertisement
Advertisement
Pengamatan visual terhadap Gunung Marapi dalam dua minggu terakhir, yaitu 16-31 Maret 2026, menunjukkan bahwa erupsi dan hembusan masih terjadi dengan intensitas yang relatif stabil. Kondisi ini konsisten dengan periode evaluasi sebelumnya, di mana tidak terlihat adanya peningkatan aktivitas yang signifikan.
Selain itu, aktivitas kegempaan Gunung Marapi juga relatif stabil dan tidak menunjukkan peningkatan yang mengindikasikan adanya tambahan suplai magma dari kedalaman. Hal ini menjadi indikator penting dalam menilai potensi bahaya dari aktivitas Gunung Marapi.
Gempa yang berkaitan dengan tekanan fluida dangkal teramati dalam jumlah terbatas tanpa kenaikan tremor yang signifikan. Nilai real time seismic amplitude measurement (RSAM) berfluktuasi di sekitar baseline, menandakan tidak adanya akumulasi energi signifikan di dalam tubuh gunung api.
Advertisement
Advertisement
Dalam evaluasi berkala, Badan Geologi juga menganalisis nilai dv/v (variasi kecepatan seismik) yang didominasi bernilai negatif. Fluktuasi ini berada pada kisaran rendah hingga menengah, mencerminkan penurunan modulus elastik atau kekakuan medium di bagian dangkal gunung.
Meskipun demikian, nilai negatif tersebut tidak menunjukkan pola penurunan yang berkelanjutan. Sebaliknya, fluktuasinya berada di sekitar kisaran yang relatif sama tanpa adanya pendalaman anomali yang mengkhawatirkan. Ini menunjukkan dinamika yang terkendali pada aktivitas Gunung Marapi.
Sementara itu, nilai koherensi berada pada tingkat menengah hingga tinggi dan relatif stabil. Tidak terlihat kecenderungan penurunan dv/v yang signifikan maupun gangguan koherensi yang berarti.
Advertisement
Kondisi ini mengindikasikan tidak adanya peningkatan tekanan baru di bagian dangkal tubuh gunung, mencerminkan dinamika sistem konduit dangkal. Tidak ada tanda eskalasi menuju erupsi yang lebih besar dari aktivitas Gunung Marapi saat ini.
Advertisement
Meskipun aktivitas Gunung Marapi stabil, data deformasi tidak memperlihatkan adanya inflasi, yang menunjukkan belum ada tanda kuat pengisian magma baru. Dinamika suplai fluida atau magma dari kedalaman masih memungkinkan terjadinya erupsi, meskipun tidak signifikan.
Selama tidak terjadi peningkatan suplai magma yang signifikan, potensi bahaya yang timbul diperkirakan masih berupa lontaran material pijar dan abu. Bahaya ini terbatas di sekitar pusat aktivitas Gunung Marapi.
Jangkauan utama potensi bahaya diperkirakan dalam radius tiga kilometer dari Kawah Verbeek. Masyarakat di sekitar area tersebut diimbau untuk tetap waspada dan mengikuti arahan dari pihak berwenang terkait aktivitas Gunung Marapi.
Advertisement
Sumber: AntaraNews