Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) menyoroti potensi besar pengembangan aset digital kripto sebagai alternatif pembiayaan yang strategis dalam ekosistem ekonomi kreatif nasional. Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Teuku Riefky Harsya, menyatakan pandangannya ini dalam sebuah keterangan yang diterima di Jakarta pada Jumat (10/4).
Riefky Harsya menekankan bahwa teknologi Web3 dan bursa aset kripto seperti ICEx memiliki peran krusial dalam mendorong tokenisasi aset ekonomi kreatif. Tokenisasi ini mencakup berbagai bentuk kekayaan intelektual (IP) seperti musik, film, dan karya kreatif lainnya. Hal ini diharapkan dapat membuka pintu pembiayaan yang lebih luas dan modern bagi para kreator lokal di seluruh Indonesia.
Pernyataan ini disampaikan Riefky saat menerima audiensi jajaran pimpinan International Crypto Exchange (ICEx) Group, sebuah bursa aset kripto yang beroperasi sebagai Self-Regulatory Organization (SRO). ICEx tidak hanya berfokus pada perdagangan aset kripto, tetapi juga Real World Asset (RWA) serta layanan kustodian, menjamin integritas pasar dan transparansi transaksi bagi investor.
Advertisement
Advertisement
Kemenekraf memberikan dua dukungan strategis kepada ICEx Group untuk memperkuat ekosistem ekonomi kreatif. Pertama, melalui kampanye 'Creative by Indonesia', Kemenekraf mendorong ICEx untuk bertransformasi dari pemain nasional menjadi pemain utama di tingkat regional. Inisiatif ini bertujuan untuk memperluas jangkauan dan pengaruh ICEx dalam pasar aset digital global.
Dukungan kedua adalah memosisikan ICEx sebagai enabler yang mampu mengakselerasi komersialisasi kekayaan intelektual (IP) lokal. Ini dilakukan melalui inovasi pembiayaan alternatif, seperti crowdfunding, yang dapat diakses oleh talenta kreatif di seluruh Indonesia. Langkah ini diharapkan dapat mengatasi kendala pembiayaan yang sering dihadapi oleh para kreator.
Dengan adanya dukungan ini, Kemenekraf berharap para kreator dapat lebih mudah mengakses modal untuk mengembangkan karya-karya mereka. Tokenisasi aset kreatif tidak hanya memberikan nilai ekonomi baru, tetapi juga meningkatkan visibilitas dan daya saing IP lokal di kancah internasional.
Advertisement
Advertisement
Direktur Utama sekaligus Founder For U AI, Xue Kai Pang, menyoroti posisi strategis Indonesia di tengah era institusional aset digital global. Pasar Indonesia memiliki lebih dari 20 juta pengguna aset digital, dengan nilai transaksi global mencapai USD 3,5 triliun. Angka ini menunjukkan potensi besar yang belum sepenuhnya tergarap.
Memanfaatkan momentum regulasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tahun 2025, ICEx hadir sebagai SRO yang mengintegrasikan teknologi For U AI. Integrasi ini bertujuan untuk mengembangkan ekonomi berbasis kecerdasan buatan (AI) serta tokenisasi kekayaan intelektual (IP) demi pemberdayaan kreator lokal. ICEx berkomitmen memperkuat ekosistem Web3 dan meningkatkan literasi digital masyarakat.
Melalui infrastruktur bursa yang berfokus pada Real World Asset (RWA) dan layanan kustodian, ICEx berupaya memastikan Indonesia menjadi pemain utama dalam ekonomi berbasis AI dan aset digital di kancah global. Komitmen ini selaras dengan upaya pemerintah dalam mendukung jenama dan talenta kreatif Indonesia agar mampu bersaing melalui inovasi teknologi mutakhir.
Advertisement
Advertisement
Kehadiran ICEx dan ekosistem pendukungnya diharapkan dapat memperkuat literasi digital masyarakat, khususnya terkait teknologi Web3. Riefky Harsya menekankan pentingnya pemahaman yang mendalam tentang teknologi ini untuk memaksimalkan manfaatnya bagi ekonomi kreatif.
Peningkatan literasi digital akan memungkinkan para kreator dan masyarakat umum untuk lebih memahami peluang yang ditawarkan oleh aset digital. Ini juga menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk menciptakan lingkungan yang kondusif bagi inovasi dan pertumbuhan ekonomi kreatif berbasis teknologi.
Dengan demikian, Kemenekraf dan ICEx bekerja sama untuk membangun fondasi yang kuat bagi masa depan ekonomi kreatif Indonesia. Sinergi ini akan mendorong talenta lokal untuk tidak hanya berkarya, tetapi juga mampu bersaing dan berkembang di pasar global dengan memanfaatkan potensi aset kripto.
Advertisement
Sumber: AntaraNews