Wali Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Muhammad Yamin HR secara resmi meresmikan Sekretariat Relawan Pemadam Kebakaran Banjarmasin Barat pada Jumat (10/4). Peresmian ini merupakan bagian dari upaya pemerintah kota untuk memperkuat pelayanan kebencanaan yang berbasis pada partisipasi aktif masyarakat. Sekretariat yang diberi nama Redbar ini diharapkan menjadi pusat koordinasi dan gerak bersama bagi seluruh relawan dan elemen masyarakat dalam menghadapi potensi bencana.
Yamin menegaskan bahwa kehadiran sekretariat ini bukan sekadar penambahan fasilitas, melainkan simbol perubahan signifikan dalam pola pelayanan kebencanaan. Dari yang semula cenderung reaktif dan responsif, kini bergeser menuju kolaborasi aktif yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat. Inisiatif ini bertujuan untuk memastikan perlindungan warga dimulai dari lingkungan terkecil, dengan melibatkan peran aktif lurah, camat, serta para relawan.
Dengan adanya sekretariat ini, diharapkan koordinasi antarpihak dapat berjalan lebih cepat dan terstruktur, memperkuat sistem kesiapsiagaan kota. Wali Kota menekankan pentingnya perubahan cara kerja di tingkat kelurahan, di mana lurah tidak hanya berperan administratif, tetapi juga menjadi motor penggerak kesadaran warga. Hal ini mencakup upaya pencegahan kebakaran dan pengelolaan lingkungan yang lebih baik.
Advertisement
Advertisement
Peran Strategis Sekretariat Redbar dalam Kolaborasi Kebencanaan
Sekretariat Relawan Pemadam Kebakaran Banjarmasin Barat, atau Redbar, diresmikan sebagai pusat gerak bersama yang strategis untuk seluruh relawan dan masyarakat. Wali Kota Muhammad Yamin HR secara tegas meminta lurah, camat, dan seluruh relawan untuk aktif menggerakkan masyarakat dalam upaya perlindungan warga. Perlindungan ini harus dimulai dari lingkungan terkecil, menggarisbawahi pentingnya peran komunitas dalam sistem kebencanaan.
Keberadaan sekretariat ini menandai perubahan pola pelayanan kebencanaan dari yang bersifat reaktif menjadi kolaborasi aktif berbasis masyarakat. Yamin menekankan bahwa dengan ketua RT, RW, lurah, dan relawan bergerak bersama, potensi kebakaran dapat dicegah sebelum terjadi. Hal ini menunjukkan komitmen pemerintah kota dalam membangun sistem pencegahan yang kuat dan terintegrasi.
Dukungan pemerintah yang kuat serta keterlibatan relawan menjadi modal besar untuk memperkuat sistem kesiapsiagaan di Banjarmasin. Sekretariat ini memberikan basis koordinasi yang lebih cepat dan terstruktur, memungkinkan respons yang lebih efektif saat terjadi insiden. Ini adalah langkah konkret dalam mewujudkan Penguatan Pemadam Kebakaran Berbasis Masyarakat Banjarmasin.
Advertisement
Advertisement
Sinergi Keselamatan dan Lingkungan untuk Masa Depan Kota
Wali Kota Yamin mengaitkan langkah penguatan pemadam kebakaran berbasis masyarakat ini dengan komitmen pemerintah dalam isu lingkungan. Sebelumnya, pemerintah telah menandatangani kerja sama pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL), menunjukkan visi terpadu antara keselamatan dan keberlanjutan lingkungan. Kedua inisiatif ini saling terhubung, di mana keselamatan dan lingkungan harus dibangun dalam satu sistem terpadu demi masa depan kota.
Menurut Yamin, keberhasilan program pengolahan sampah menjadi energi sangat bergantung pada peran aktif lurah dan masyarakat dalam mengelola sampah dari sumbernya. Ini menegaskan bahwa upaya besar pemerintah memerlukan dukungan dan partisipasi dari setiap elemen masyarakat. Kolaborasi ini menjadi kunci untuk mencapai tujuan pembangunan kota yang berkelanjutan.
Dengan demikian, Penguatan Pemadam Kebakaran Berbasis Masyarakat Banjarmasin tidak hanya berfokus pada penanganan api, tetapi juga pada pencegahan dan pengelolaan risiko secara holistik. Keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan sampah juga secara tidak langsung mengurangi potensi bahaya kebakaran yang disebabkan oleh penumpukan sampah.
Advertisement
Advertisement
Mengatasi Tantangan dan Mendorong Aksi Nyata di Masyarakat
Meskipun telah ada inisiatif penguatan, realitas di lapangan menunjukkan tantangan yang tidak kecil. Kesadaran masyarakat yang masih rendah, pola hidup yang belum disiplin terhadap lingkungan, serta potensi lemahnya koordinasi antarwilayah menjadi hambatan utama. Jika tantangan ini tidak segera diatasi, fasilitas dan kerja sama yang telah dibangun berisiko tidak memberikan dampak maksimal.
Oleh karena itu, pemerintah mendorong langkah konkret yang langsung menyentuh masyarakat. Lurah diminta aktif membentuk gerakan lingkungan di tingkat RT dan RW, sementara relawan pemadam kebakaran diperkuat tidak hanya dalam penanganan kebakaran tetapi juga edukasi pencegahan. Masyarakat pun diajak menjadi bagian dari solusi, bukan sekadar objek kebijakan.
Wali Kota Yamin menyerukan agar semua pihak bergerak aktif dan tidak hanya menunggu. “Lurah jangan hanya menunggu, relawan jangan hanya siaga saat kejadian. Edukasi, sosialisasi, dan aksi nyata harus jalan terus di masyarakat,” tegasnya. Pesan ini menekankan pentingnya proaktivitas dan keberlanjutan dalam upaya Penguatan Pemadam Kebakaran Berbasis Masyarakat Banjarmasin.
Advertisement
Sumber: AntaraNews