Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur, Sumatera Selatan, aktif memberikan edukasi kepada pasangan usia subur (PUS), khususnya perempuan, mengenai pentingnya skrining Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA). Langkah ini merupakan upaya krusial untuk deteksi dini kanker serviks dan mengurangi risiko penyakit mematikan tersebut. Sosialisasi ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan bahaya kanker serviks serta mendorong partisipasi aktif dalam program pencegahan.
Kegiatan edukasi ini dipusatkan di Aula Kantor Camat Buay Madang, Martapura, pada Jumat, 10 April, dan dihadiri oleh 54 perempuan warga setempat. Selain itu, Dinkes OKU Timur juga mengerahkan tenaga kesehatan dari seluruh puskesmas untuk menjangkau masyarakat hingga pelosok desa. Inisiatif ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam menjaga kesehatan reproduksi perempuan dan memastikan informasi tersebar luas.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes OKU Timur, Umaidah Kosim, menjelaskan bahwa edukasi ini diharapkan dapat mengurangi rasa takut atau malu perempuan untuk memeriksakan diri. Deteksi dini sangat penting karena kanker serviks sering tidak menunjukkan gejala pada tahap awal, sehingga banyak kasus baru terdeteksi saat stadium lanjut. Penanganan yang terlambat dapat memperburuk prognosis pasien.
Advertisement
Advertisement
Dinkes OKU Timur memfokuskan deteksi dini kanker serviks bagi perempuan usia 30-69 tahun melalui metode Inspeksi Visual dengan Asam Asetat (IVA). Metode ini dipilih karena pemeriksaan cepat, aman, dan mudah dilakukan, serta memberikan hasil yang segera. Skrining IVA dapat melihat sel-sel abnormal pada leher rahim dengan menggunakan asam asetat 3-5 persen, memungkinkan identifikasi dini perubahan pra-kanker.
Umaidah Kosim menegaskan bahwa skrining IVA tersedia secara gratis di seluruh puskesmas di OKU Timur. Ketersediaan layanan gratis ini diharapkan dapat mendorong lebih banyak perempuan untuk memanfaatkan fasilitas kesehatan tanpa terbebani biaya. Aksesibilitas layanan menjadi kunci utama dalam program pencegahan ini, terutama bagi masyarakat di daerah terpencil.
Sosialisasi yang masif hingga ke pelosok desa menunjukkan keseriusan Dinkes dalam menjangkau seluruh lapisan masyarakat. Tenaga kesehatan di puskesmas berperan aktif dalam memberikan informasi dan memfasilitasi proses skrining. Edukasi berkelanjutan menjadi fondasi utama dalam membangun kesadaran kesehatan reproduksi dan pentingnya pemeriksaan rutin.
Advertisement
Advertisement
Kanker serviks, atau kanker leher rahim, dominan menyerang perempuan, khususnya yang sudah menikah. Penyakit ini seringkali disebabkan oleh masalah kebersihan tubuh dan faktor berganti pasangan, yang dapat meningkatkan risiko infeksi Human Papillomavirus (HPV). Pemahaman mengenai penyebab ini sangat penting untuk edukasi pencegahan yang efektif.
Berdasarkan data kumulatif dari tahun 2022 hingga 2025, jumlah penderita kanker serviks di OKU Timur mencapai 42 kasus. Angka ini menunjukkan bahwa kanker serviks masih menjadi ancaman serius bagi kesehatan perempuan di wilayah tersebut. Meskipun demikian, Dinkes OKU Timur belum menerima laporan mengenai pasien meninggal dunia akibat penyakit ini, menandakan pentingnya deteksi dini untuk penanganan yang lebih baik.
Ketua Tim Penggerak PKK OKU Timur, dr. Sheila Noberta, turut menekankan pentingnya deteksi dini kanker serviks dan kanker payudara bagi perempuan. Kedua jenis kanker ini seringkali tidak menunjukkan gejala pada tahap awal, sehingga deteksi dini melalui pemeriksaan rutin sangat vital untuk meningkatkan peluang kesembuhan. Langkah pencegahan ini diharapkan dapat mewujudkan OKU Timur yang benar-benar bebas dari penyakit tersebut, demi kualitas hidup masyarakat yang lebih baik.
Advertisement
Sumber: AntaraNews