Gubernur Kalimantan Selatan (Kalsel) Muhidin memimpin rapat koordinasi penting guna mengevaluasi kinerja seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkup pemerintah provinsi. Pertemuan ini bertujuan utama untuk mendorong Percepatan Serapan Anggaran Kalsel triwulan II 2026 yang dinilai masih belum optimal pada awal tahun. Evaluasi ini dilakukan di Banjarbaru pada Senin, 6 April 2026, sebagai langkah strategis pemerintah daerah.
Muhidin menyoroti bahwa capaian serapan anggaran di awal tahun masih jauh dari harapan, bahkan beberapa perangkat daerah menunjukkan realisasi yang sangat rendah. Salah satu contoh yang disebutkan adalah Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) yang realisasinya baru mencapai sekitar lima persen. Kondisi ini mendesak adanya tindakan cepat untuk mengidentifikasi dan mengatasi hambatan dalam Percepatan Serapan Anggaran Kalsel.
Evaluasi ini diharapkan mampu mendorong percepatan pelaksanaan program di setiap SKPD agar target pembangunan daerah tetap tercapai sesuai rencana yang telah ditetapkan. Gubernur menekankan pentingnya mencari solusi konkret terhadap kendala yang ada, bukan menjadikannya alasan untuk menunda program. Langkah ini krusial untuk memastikan peningkatan serapan anggaran di Kalsel.
Advertisement
Advertisement
Dalam rapat koordinasi tersebut, Gubernur Muhidin secara tegas menyatakan bahwa evaluasi dilakukan untuk mengidentifikasi berbagai hambatan yang menghambat realisasi anggaran. Ia menekankan perlunya mendorong percepatan pelaksanaan program di masing-masing SKPD agar target pembangunan dapat tercapai. Fokus utama adalah pada Percepatan Serapan Anggaran Kalsel yang belum optimal.
Muhidin mengungkapkan bahwa kendala utama yang dihadapi oleh sejumlah perangkat daerah bersifat teknis, khususnya terkait mekanisme pelaporan kegiatan. Selain itu, proses pengawasan yang dilakukan oleh Inspektorat juga menjadi salah satu aspek yang perlu diperbaiki. Identifikasi kendala ini menjadi langkah awal untuk menemukan solusi yang efektif dan efisien demi Percepatan Serapan Anggaran Kalsel.
Meskipun demikian, Gubernur Muhidin meminta seluruh kepala SKPD untuk tidak menjadikan kendala tersebut sebagai alasan menunda pelaksanaan program. Sebaliknya, ia mendorong mereka untuk segera mencari solusi inovatif agar setiap kegiatan tetap berjalan sesuai rencana. Hal ini penting untuk memastikan serapan anggaran pada triwulan berikutnya dapat meningkat secara signifikan dan mendukung pembangunan daerah.
Advertisement
Advertisement
Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kalsel, Muhammad Syarifuddin, menjelaskan bahwa rapat koordinasi ini tidak hanya membahas evaluasi anggaran. Pertemuan tersebut juga mencakup pembahasan capaian kinerja pemerintah daerah secara menyeluruh, termasuk upaya percepatan dalam pengadaan barang dan jasa. Aspek ini vital untuk mendukung kelancaran operasional dan program pembangunan di Kalsel.
Selain itu, pemerintah daerah juga mulai melakukan persiapan untuk peringatan Hari Jadi ke-77 Provinsi Kalimantan Selatan yang akan jatuh pada 14 Agustus 2026. Persiapan ini meliputi pembentukan panitia khusus serta penyusunan rangkaian kegiatan yang akan memeriahkan hari jadi tersebut. Ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah terhadap aspek budaya dan sejarah provinsi.
Syarifuddin menekankan pentingnya koordinasi yang kuat antara lintas perangkat daerah dan instansi terkait. Sinergi ini krusial untuk memastikan bahwa seluruh program, baik yang berkaitan dengan pembangunan maupun kegiatan peringatan hari jadi, dapat berjalan efektif dan tepat sasaran. Melalui langkah-langkah evaluasi dan koordinasi ini, diharapkan kinerja SKPD semakin meningkat.
Advertisement
Sekda Kalsel berharap bahwa melalui evaluasi yang komprehensif ini, realisasi program dapat berjalan lebih cepat dan sinergi antarlembaga semakin kuat. Peningkatan ini akan sangat mendukung pembangunan daerah secara berkelanjutan, dengan Percepatan Serapan Anggaran Kalsel sebagai salah satu indikator utama kemajuan provinsi.
Sumber: AntaraNews