Tim SAR gabungan Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, berhasil menemukan jasad seorang anak laki-laki berinisial M (9) yang dilaporkan hilang tenggelam. Korban terbawa arus sungai di Desa Ciharashas, Kecamatan Cilaku, setelah insiden tragis pada Minggu. Penemuan ini mengakhiri pencarian intensif yang berlangsung selama kurang lebih lima jam.
Kapolsek Cilaku, AKP Isep Sukana, mengonfirmasi bahwa korban ditemukan sudah tidak bernyawa. Jasad M ditemukan tidak jauh dari lokasi awal ia dilaporkan hilang, tepatnya di area sungai dengan kedalaman sekitar 8 meter. Kejadian ini menjadi pengingat penting bagi orang tua untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, terutama di sekitar area sungai yang berpotensi berbahaya.
Setelah ditemukan, jasad korban sempat dibawa ke puskesmas setempat untuk proses visum. Selanjutnya, jenazah diserahkan kepada pihak keluarga untuk segera dimakamkan di kampung halamannya. Keluarga korban menerima kondisi tragis ini dengan pasrah, menghadapi kenyataan pahit kehilangan sang buah hati.
Advertisement
Advertisement
Insiden nahas ini bermula ketika M bersama empat orang temannya, Rz, Rh, HK, dan E, sedang berenang di sungai Desa Ciharashas. Mereka menikmati waktu luang di aliran sungai yang biasanya tenang. Namun, kondisi cuaca yang ekstrem tiba-tiba mengubah segalanya.
Secara mendadak, arus sungai menjadi sangat deras, mengejutkan kelima anak tersebut. Keempat teman M berhasil menyelamatkan diri dari terjangan arus. Sayangnya, M tidak seberuntung teman-temannya dan tubuhnya terseret derasnya air sungai.
Laporan mengenai hilangnya M segera diterima oleh pihak berwenang, memicu respons cepat dari tim SAR. Kejadian ini menyoroti bahaya tersembunyi di balik keindahan sungai, terutama saat musim hujan atau kondisi cuaca yang tidak menentu.
Advertisement
Advertisement
Setelah menerima laporan dari masyarakat, Kepala SAR Cianjur, Andika Zein, segera mengerahkan petugas. Tim SAR gabungan langsung bergerak cepat untuk melakukan pencarian di sepanjang aliran sungai.
Pencarian melibatkan berbagai unsur, termasuk TNI/Polri, BPBD Cianjur, Damkar Cianjur, PMI Cianjur, serta para relawan. Mereka bekerja sama menyisir bagian tengah dan pinggir sungai dengan harapan menemukan M secepat mungkin. Upaya keras tim membuahkan hasil sekitar pukul 17.00 WIB, ketika jasad M ditemukan.
Kapolsek Cilaku, AKP Isep Sukana, menyatakan bahwa korban diduga terseret arus hingga ke kedalaman 8 meter. Penemuan ini membawa kesedihan mendalam bagi keluarga dan seluruh pihak yang terlibat dalam pencarian.
Advertisement
Advertisement
Menyikapi tragedi ini, Kapolsek Cilaku, AKP Isep Sukana, mengimbau seluruh orang tua untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak. Terutama bagi keluarga yang tinggal di bantaran sungai, kewaspadaan ekstra sangat diperlukan.
Cuaca ekstrem dapat menyebabkan debit air sungai meningkat drastis dan arus menjadi deras secara tiba-tiba, khususnya saat hujan lebat. "Jangan sampai anak bermain di pinggir sungai yang memiliki ke dalaman cukup beragam termasuk berarus deras, orang tua harus lebih meningkatkan pengawasan saat anak berada di lingkungan tempat tinggal," tegas AKP Isep Sukana.
Peringatan ini bertujuan untuk mencegah terulangnya kejadian serupa di masa mendatang. Kesadaran akan potensi bahaya di lingkungan sekitar, terutama area perairan, menjadi kunci utama dalam menjaga keselamatan anak-anak.
Advertisement
Sumber: AntaraNews