Akses Jalan Tiga Kecamatan di OKU Timur Lumpuh Akibat Pohon Tumbang

Curah hujan tinggi dan angin kencang menyebabkan pohon tumbang di empat titik, melumpuhkan akses jalan di tiga kecamatan di OKU Timur. Simak upaya penanganan cepat BPBD.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Akses Jalan Tiga Kecamatan di OKU Timur Lumpuh Akibat Pohon Tumbang
Curah hujan tinggi dan angin kencang menyebabkan pohon tumbang di empat titik, melumpuhkan akses jalan di tiga kecamatan di OKU Timur. Simak upaya penanganan cepat BPBD. (AntaraNews)

Hujan deras disertai angin kencang melanda Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur, Sumatera Selatan, pada Jumat (3/4/2026) malam. Peristiwa ini mengakibatkan sejumlah pohon berukuran besar tumbang di beberapa titik. Akibatnya, akses jalan di tiga kecamatan utama sempat lumpuh total, mengganggu mobilitas warga setempat.

Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) OKU Timur, Dewa MS, menjelaskan bahwa insiden pohon tumbang terjadi sekitar pukul 20.00 WIB. Pihaknya segera menerima laporan dari masyarakat terkait dampak cuaca ekstrem tersebut. Tidak ada korban jiwa dilaporkan dalam kejadian ini, namun kerugian materiil dan gangguan lalu lintas cukup signifikan.

Empat titik lokasi terdampak tersebar di Kecamatan Bunga Mayang, BP Peliung, dan Martapura. Tim BPBD langsung bergerak cepat setelah mendapatkan informasi, membagi personel untuk menangani evakuasi di seluruh lokasi. Upaya penanganan ini bertujuan untuk mengembalikan kelancaran arus lalu lintas sesegera mungkin.

Cuaca ekstrem berupa curah hujan tinggi dan angin kencang menjadi pemicu utama insiden pohon tumbang di OKU Timur. Kondisi ini membuat struktur pohon menjadi rapuh dan mudah tumbang, terutama bagi pohon-pohon berukuran besar yang berada di tepi jalan. Peristiwa ini menunjukkan pentingnya kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi.

Pohon tumbang terjadi di empat lokasi berbeda yang tersebar di tiga kecamatan. Dua titik awal berada di kawasan Peracak, Kecamatan Bunga Mayang, dan di Negeri Agung, Kecamatan BP Peliung. Kedua lokasi ini merupakan jalur vital yang menghubungkan antarwilayah di OKU Timur.

Sementara itu, dua titik lainnya yang terdampak berada di ruas jalan Kampung Sawah dan Komplek Irigasi Kotabaru, Kecamatan Martapura. Pohon-pohon yang tumbang di lokasi ini juga berukuran besar, sehingga menutup penuh badan jalan. Kondisi ini secara efektif memutus akses kendaraan roda dua maupun roda empat.

Meskipun kejadian ini tidak menimbulkan korban jiwa, dampak terparah dirasakan oleh pengguna jalan yang hendak melintas. Arus lalu lintas sempat lumpuh total selama beberapa jam, menyebabkan antrean panjang kendaraan. Gangguan ini tentu saja menghambat aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat di wilayah tersebut.

Merespons laporan masyarakat, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) OKU Timur segera mengambil tindakan cepat. Tim gabungan dari BPBD dan instansi terkait langsung diterjunkan ke lokasi kejadian. Kesiapsiagaan ini krusial untuk meminimalisir dampak lebih lanjut dari bencana alam.

Dewa MS, Sekretaris BPBD OKU Timur, menjelaskan bahwa personel dibagi menjadi beberapa tim untuk menangani empat titik pohon tumbang secara simultan. Pembagian tugas ini memastikan proses evakuasi dapat berjalan efisien dan cepat. Prioritas utama adalah membuka kembali akses jalan demi kelancaran mobilitas warga.

Proses evakuasi pohon tumbang melibatkan pemotongan dahan dan batang pohon menggunakan alat berat serta alat manual. Petugas bekerja tanpa henti sejak malam hingga pagi hari untuk membersihkan material pohon dari badan jalan. Koordinasi yang baik antar tim menjadi kunci keberhasilan operasi ini.

Berkat kerja keras dan respons cepat, seluruh proses evakuasi pohon tumbang telah rampung pada Sabtu pagi. Arus lalu lintas di ketiga kecamatan yang terdampak kini telah kembali normal seperti semula. Kondisi ini memungkinkan masyarakat untuk kembali beraktivitas tanpa hambatan.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi