Puncak arus balik Lebaran 2026 di pelabuhan penyeberangan Ketapang (Banyuwangi) menuju Gilimanuk (Bali) mengalami lonjakan signifikan pada Minggu, 29 Maret. Sejak pukul 08.00 WIB, Pelabuhan Ketapang dipadati pemudik yang didominasi pengendara sepeda motor dan mobil pribadi. Situasi ini menunjukkan tingginya mobilitas masyarakat setelah merayakan Idulfitri di kampung halaman.
Ribuan pemudik berbondong-bondong kembali ke Pulau Dewata, memadati pintu perlintasan otomatis sepeda motor dan area parkir utama. Antrean kendaraan roda empat juga terlihat memenuhi jalur masuk dermaga pelabuhan, menciptakan kepadatan lalu lintas yang cukup panjang. Hal ini menjadi pemandangan rutin setiap musim arus balik Lebaran.
Para pemudik memilih hari Minggu ini untuk kembali ke Bali karena berbagai alasan, termasuk kewajiban bekerja dan anak-anak yang harus kembali bersekolah. Kepadatan arus balik Lebaran Ketapang-Gilimanuk ini telah diantisipasi oleh pihak terkait dengan berbagai skema pengaturan lalu lintas.
Advertisement
Advertisement
Arus kendaraan pemudik sepeda motor terus berdatangan baik dari arah selatan (Jember-Banyuwangi) maupun dari arah utara (Situbondo-Banyuwangi) sejak pagi hari. Mereka memenuhi pintu perlintasan otomatis sepeda motor, menunjukkan tingginya animo masyarakat untuk kembali ke Bali. Tak hanya itu, pemudik mobil pribadi juga tampak memenuhi area parkir utama Pelabuhan Ketapang, termasuk di jalur masuk dermaga pelabuhan.
Salah seorang pemudik mobil pribadi asal Lumajang, Sri Rahayu, menyatakan ia memilih kembali ke Bali pada hari Minggu ini. "Saya memilih kembali ke Bali pada hari ini karena besok anak sudah masuk sekolah dan saya sendiri juga harus bekerja," kata Sri Rahayu saat antre di area parkir utama Pelabuhan Ketapang.
Pengalaman Sri Rahayu mencerminkan kondisi umum pemudik yang berupaya menghindari keterlambatan aktivitas setelah libur Lebaran. Kepadatan arus balik Lebaran Ketapang-Gilimanuk ini diperkirakan akan terus berlangsung hingga malam hari, mengingat banyak pemudik yang memanfaatkan akhir pekan untuk perjalanan kembali.
Advertisement
Advertisement
Untuk mengurai kemacetan, pihak kepolisian dan petugas pelabuhan menerapkan skema pengalihan arus lalu lintas. Sri Rahayu mengaku membutuhkan waktu hampir dua jam untuk sampai ke area parkir Pelabuhan Ketapang dari pertigaan SPBU Farly Ketapang, yang berjarak sekitar 1,2 km.
Ia diarahkan memutar melewati jalan lingkar untuk menghindari penumpukan kendaraan di jalan arteri depan pintu masuk Pelabuhan Ketapang. "Kami jalan memutar jalan lingkar untuk ke arah pelabuhan, katanya untuk menghindari kemacetan di jalan arteri depan pintu masuk Pelabuhan Ketapang," jelas Sri Rahayu.
Meskipun terjadi pengalihan, antrean panjang tetap menjadi tantangan bagi para pemudik. Kesabaran ekstra sangat dibutuhkan mengingat volume kendaraan yang sangat tinggi pada puncak arus balik Lebaran Ketapang-Gilimanuk kali ini, yang menjadi fokus utama dalam kelancaran arus balik.
Advertisement
Advertisement
Di tengah kepadatan arus balik, petugas kesehatan dan anggota TNI disiagakan untuk memberikan layanan medis darurat kepada pemudik. Hal ini terbukti saat seorang pemudik mobil pribadi asal Kecamatan Genteng, Banyuwangi, nyaris pingsan saat mengantre di area parkir utama pelabuhan.
Petugas kesehatan dibantu anggota TNI dengan sigap bergegas membantu pemudik yang hampir pingsan itu di dalam kendaraannya dan segera membawanya ke posko kesehatan di Pelabuhan Ketapang. Kesiapsiagaan tim medis menjadi krusial untuk memastikan keselamatan dan kenyamanan para pemudik selama perjalanan panjang.
Kehadiran posko kesehatan ini memberikan rasa aman bagi pemudik, terutama bagi mereka yang rentan terhadap kelelahan atau kondisi kesehatan tertentu. Ini adalah bagian dari upaya komprehensif untuk mendukung kelancaran arus balik Lebaran di penyeberangan Ketapang-Gilimanuk.
Advertisement
Advertisement
Sebelumnya, sejak Minggu dini hari, ratusan kendaraan truk logistik juga sempat tertahan dan mengantre hingga 12 jam di Pelabuhan Ketapang. Truk-truk ini akan menyeberang ke Pelabuhan Gilimanuk, Kabupaten Jembrana, Provinsi Bali.
Antrean truk logistik membentang di sepanjang jalan arteri, mulai dari Terminal Sri Tanjung sampai depan pintu masuk Pelabuhan Ketapang, karena buffer zone atau kantong parkir di Bulusan penuh. Situasi ini menunjukkan tekanan besar pada infrastruktur penyeberangan Ketapang-Gilimanuk.
Namun, pada pukul 10.00 WIB, antrean panjang truk logistik mulai terurai secara bertahap dan truk-truk tersebut dapat menyeberang ke Pelabuhan Gilimanuk. Penguraian antrean ini berkat koordinasi yang baik antara petugas di lapangan, memastikan kelancaran arus barang dan logistik.
Advertisement
Sumber: AntaraNews