Jangan Nekat, Berenang di Pantai Selatan Saat Lebaran Bisa Berakibat Fatal

Pemerintah mengimbau para wisatawan untuk lebih waspada saat menikmati liburan Lebaran di pantai selatan DIY.

Hendro
Oleh Hendro - Reporter
Jangan Nekat, Berenang di Pantai Selatan Saat Lebaran Bisa Berakibat Fatal
Pemerintah mengingatkan wisatawan agar meningkatkan kewaspadaan saat mengisi libur Lebaran di pantai selatan DIY. (Foto: Istimewa) (© 2026 Liputan6.com)

Potensi terjadinya cuaca ekstrem diprediksi akan mempengaruhi libur Lebaran 2026 di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), khususnya di daerah pantai selatan.

Pemerintah mengimbau kepada para wisatawan untuk meningkatkan kewaspadaan dan menghindari aktivitas yang berisiko, terutama di tengah ancaman hujan mendadak, angin kencang, dan gelombang tinggi.

Kepala Pelaksana BPBD DIY, Agustinus Ruruh Haryata, menyampaikan peringatan ini saat apel kesiapsiagaan pengamanan wisata Satlinmas Rescue Istimewa se-DIY yang berlangsung di Pantai Siung, Kalurahan Purwodadi, Kapanewon Tepus, Gunungkidul.

Ruruh menjelaskan bahwa berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), kondisi cuaca selama libur Lebaran berpotensi berubah dengan cepat dan sulit untuk diprediksi.

"Selama libur Lebaran ini memang ada potensi hujan dadakan bahkan hujan ekstrem yang bisa terjadi sewaktu-waktu. Selain itu, gelombang di pantai selatan juga diperkirakan cukup tinggi dan berbahaya," ujar Ruruh, dikutip pada Sabtu (21/3/2026).

Ia menekankan bahwa karakter ombak di pantai selatan DIY tidak boleh dianggap remeh, sehingga wisatawan diminta untuk mematuhi setiap imbauan yang diberikan oleh petugas.

"Ombak di pantai selatan ini dikenal kuat dan memiliki arus balik yang berbahaya. Kami sangat menyarankan wisatawan untuk tidak bermain air di laut, karena risikonya cukup tinggi," tegasnya.

Meskipun demikian, pemerintah tidak menutup akses ke kawasan wisata. Wisatawan tetap diperbolehkan untuk berkunjung dengan catatan bahwa keselamatan harus diutamakan.

"Silakan menikmati keindahan pantai, tetapi tetap di area aman dan patuhi rambu-rambu yang sudah dipasang. Keselamatan harus menjadi prioritas utama," katanya.

Dengan demikian, pengunjung diharapkan dapat menikmati liburan mereka dengan tetap waspada dan mengikuti segala instruksi yang ada.

Dalam upaya mitigasi, BPBD DIY telah menyiapkan pos pemantauan hidrometeorologi yang akan beroperasi 24 jam selama libur Lebaran.

"Kami menyiagakan personel selama 24 jam penuh untuk melakukan pemantauan cuaca dan memberikan respons cepat jika terjadi potensi bencana," jelas Ruruh.

Setiap pos tersebut, lanjutnya, diperkuat oleh personel gabungan dari BPBD kabupaten dan kota.

"Minimal empat personel kami tempatkan di setiap pos untuk memastikan pemantauan berjalan optimal dan bisa langsung memberikan pendampingan kepada masyarakat maupun wisatawan," imbuhnya.

Ruruh juga menyampaikan bahwa status siaga darurat hidrometeorologi di DIY berpotensi diperpanjang hingga 19 April 2026.

"Walaupun puncak musim hujan sudah lewat di Januari dan Februari, BMKG menyampaikan bahwa potensi hujan dadakan dan angin kencang masih ada, sehingga status siaga kemungkinan akan kami perpanjang," ujarnya.

Di sisi lain, Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda, dan Olahraga Gunungkidul, Nanang Putranto, menyatakan bahwa pihaknya telah melakukan berbagai langkah antisipasi di sektor pariwisata.

"Kami sudah berkoordinasi dengan BPBD Gunungkidul dan Satlinmas Rescue Istimewa untuk memastikan kesiapan pengamanan di destinasi wisata, khususnya yang berbasis alam," kata Nanang.

Rekomendasi