Kapolda Maluku Serukan Penguatan Persaudaraan dan Harmoni Sosial Saat Khutbah Idul Fitri di Ambon

Kapolda Maluku Irjen Pol Dadang Hartanto menyerukan penguatan Persaudaraan dan Harmoni Sosial dalam khutbah Idul Fitri di Ambon, mengajak umat saling memaafkan dan menjaga kerukunan.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Kapolda Maluku Serukan Penguatan Persaudaraan dan Harmoni Sosial Saat Khutbah Idul Fitri di Ambon
Kapolda Maluku Irjen Pol Dadang Hartanto menyerukan penguatan Persaudaraan dan Harmoni Sosial dalam khutbah Idul Fitri di Ambon, mengajak umat saling memaafkan dan menjaga kerukunan. (AntaraNews)

Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Maluku Irjen Pol Dadang Hartanto menyerukan penguatan persaudaraan dan harmoni sosial saat menyampaikan khutbah Shalat Idul Fitri 1447 Hijriah di Lapangan Merdeka Kota Ambon. Pesan ini disampaikan di tengah ribuan jemaah yang memadati lapangan, meskipun hujan deras sempat mengguyur. Momen Idul Fitri ini dijadikan kesempatan untuk merekonstruksi spiritual dan memperkuat hubungan sosial antar sesama.

Kapolda Dadang Hartanto menekankan pentingnya tradisi saling memaafkan yang menjadi cerminan nilai luhur dalam membangun persaudaraan di Indonesia. Ia mengajak umat untuk datang dengan hati terbuka, saling berjabat tangan, dan berpelukan untuk memohon maaf atas kesalahan yang mungkin terjadi. Hal ini sejalan dengan semangat Idul Fitri sebagai waktu untuk memulai lembaran baru dalam hubungan kemasyarakatan.

Dalam khutbahnya, Kapolda Maluku juga mengaitkan nilai persaudaraan dalam ajaran Islam dengan kearifan lokal masyarakat Maluku. Ungkapan seperti “potong di kuku rasa di daging”, “ale rasa beta rasa”, dan “sagu selempeng dibagi dua” menjadi contoh nyata bagaimana nilai kebersamaan telah mengakar. Nilai-nilai ini dianggap sejalan dengan ajaran Nabi Muhammad SAW tentang pentingnya mencintai sesama sebagaimana mencintai diri sendiri.

Perayaan Idul Fitri menjadi kesempatan berharga bagi umat Islam untuk melakukan rekonstruksi spiritual dan penguatan hubungan sosial. Kapolda Maluku Irjen Pol Dadang Hartanto menegaskan bahwa hari raya ini adalah momen yang tepat untuk saling memaafkan dan mempererat tali silaturahmi. Tradisi saling memaafkan yang telah mengakar kuat di masyarakat Indonesia mencerminkan nilai luhur dalam membangun persaudaraan.

Pesan ini menggarisbawahi bahwa Idul Fitri bukan hanya tentang perayaan kemenangan, tetapi juga tentang pembaharuan diri dan komitmen untuk hidup berdampingan secara harmonis. Dengan hati yang terbuka, umat diajak untuk merefleksikan diri dan memperbaiki hubungan dengan sesama. Hal ini penting untuk menjaga stabilitas dan kerukunan dalam masyarakat yang majemuk.

Kapolda Maluku menyoroti bagaimana kearifan lokal Maluku selaras dengan ajaran Islam dalam memupuk persaudaraan. Ungkapan “potong di kuku rasa di daging”, “ale rasa beta rasa”, dan “sagu selempeng dibagi dua” adalah cerminan kuat dari semangat kebersamaan dan solidaritas yang dipegang teguh. Nilai-nilai ini menunjukkan bagaimana masyarakat Maluku secara turun-temurun menjaga ikatan sosial mereka.

Lebih lanjut, Kapolda mengutip Al-Qur’an Surat Al-Hujurat ayat 13 yang mengajarkan pentingnya saling mengenal, memahami, dan menghormati dalam keberagaman. Ia juga merujuk pada Al-Qur’an Surat An-Nisa ayat 128 yang menyatakan bahwa “perdamaian itu lebih baik”. Perbedaan diyakini bukan sebagai pemisah, melainkan modal sosial yang berharga untuk memperkuat kehidupan bersama.

Shalat Idul Fitri di Ambon dipusatkan di Lapangan Merdeka, dimulai pukul 07.15 WIT, dengan imam Ketua Yayasan Al-Fatah Ambon Hadi Basalamah. Sejumlah pejabat daerah turut hadir, termasuk Pangdam XV/Pattimura Mayjen TNI Putranto Gatot Sri Handoyo, Kepala Badan Intelijen Daerah (Kabinda) Maluku Marsekal TNI R Harys Mahendro, serta Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Maluku Abdullah Latuapo.

Ribuan warga memadati Lapangan Merdeka Ambon, menunjukkan antusiasme yang tinggi dalam merayakan Idul Fitri. Meskipun hujan deras sempat turun saat Shalat Id, banyak jamaah tetap bertahan dan mengikuti khutbah hingga selesai, mencerminkan keteguhan iman mereka. Setelah Shalat Idul Fitri, Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa bersama unsur forum koordinasi pimpinan daerah (forkopimda) dan masyarakat saling bersalaman di kawasan Gong Perdamaian Dunia Kota Ambon, menegaskan komitmen terhadap perdamaian dan persatuan.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi