Gubernur Jateng Ahmad Luthfi Sowan Dua Kiai, Paparkan Kinerja Gubernur Jateng dan Serap Aspirasi Jelang Lebaran

Menjelang Idul Fitri 1447 H, Kinerja Gubernur Jateng Ahmad Luthfi dibahas saat sowan ke KH Munif Muhammad Zuhri dan KH Fathurrohman Thohir, memaparkan program unggulan dan menyerap masukan masyarakat.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Gubernur Jateng Ahmad Luthfi Sowan Dua Kiai, Paparkan Kinerja Gubernur Jateng dan Serap Aspirasi Jelang Lebaran
Menjelang Idul Fitri 1447 H, Kinerja Gubernur Jateng Ahmad Luthfi dibahas saat sowan ke KH Munif Muhammad Zuhri dan KH Fathurrohman Thohir, memaparkan program unggulan dan menyerap masukan masyarakat. (AntaraNews)

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, melakukan kunjungan silaturahmi penting kepada dua tokoh agama terkemuka di wilayahnya pada Jumat, sehari sebelum perayaan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah. Kunjungan ini bertujuan untuk memaparkan kinerja Gubernur Jateng selama masa jabatannya dan menyerap aspirasi langsung dari masyarakat melalui para kiai.

Dua kiai yang disambangi adalah KH Munif Muhammad Zuhri, pengasuh Pondok Pesantren Girikusumo di Kabupaten Demak, dan KH Fathurrohman Thohir dari Pondok Pesantren Al-Ittihad di Kabupaten Semarang. Pertemuan ini menjadi wadah dialog antara pemerintah daerah dan tokoh masyarakat.

Dalam kunjungan tersebut, Gubernur Luthfi tidak hanya menyampaikan capaian program pemerintah provinsi, tetapi juga mendengarkan berbagai masukan dan pandangan mengenai kondisi terkini di lapangan. Diskusi ini mencakup beragam isu penting yang relevan bagi kesejahteraan warga Jawa Tengah.

Program Unggulan untuk Kesejahteraan Rakyat

Dalam pertemuan dengan KH Munif Muhammad Zuhri, Gubernur Ahmad Luthfi menjelaskan berbagai program strategis yang telah dijalankan oleh pemerintah provinsi bersama Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen. Program-program ini dirancang untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat di berbagai sektor. Salah satu inisiatif utama adalah program dokter spesialis keliling atau Speling, yang menjangkau pelosok desa untuk memastikan akses kesehatan merata.

Selain itu, pemerintah provinsi juga fokus pada upaya pengentasan kemiskinan dengan pendekatan yang komprehensif. Gubernur Luthfi menyatakan bahwa pihaknya secara aktif mencari akar permasalahan kemiskinan dan melakukan intervensi yang tepat sasaran untuk mengatasinya. Pendekatan ini diharapkan dapat memberikan solusi berkelanjutan bagi warga yang membutuhkan.

Program lain yang menjadi perhatian adalah Santri Obah, sebuah inisiatif yang digagas khusus untuk memberdayakan para santri dan pengasuh pondok pesantren. Program ini bertujuan untuk mengembangkan potensi ekonomi dan sosial di lingkungan pesantren, sekaligus memperkuat peran mereka dalam pembangunan daerah. Inisiatif ini menunjukkan komitmen pemerintah terhadap sektor pendidikan keagamaan.

Aspirasi Masyarakat dan Tantangan di Lapangan

Kunjungan Gubernur Luthfi juga menjadi kesempatan bagi para kiai untuk menyampaikan masukan penting terkait kondisi di lapangan. KH Munif Muhammad Zuhri, misalnya, menyoroti masalah pembangunan akses jalan Mranggen di Kabupaten Demak menuju Ungaran di Kabupaten Semarang yang terputus akibat longsor. Jalan ini merupakan jalur alternatif vital bagi masyarakat untuk mempersingkat waktu tempuh perjalanan.

Di sisi lain, KH Fathurrohman Thohir mengangkat isu kenaikan harga bahan kebutuhan pokok yang kerap terjadi menjelang dan selama bulan Ramadhan. Kenaikan ini tentu saja menjadi perhatian utama masyarakat, terutama dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Isu stabilitas harga pangan menjadi krusial di tengah momen perayaan keagamaan.

Menanggapi kekhawatiran tersebut, Gubernur Luthfi mengakui adanya kenaikan harga bahan pokok, khususnya cabai, yang dipicu oleh faktor cuaca. Namun, ia menegaskan bahwa pemerintah telah memastikan tidak ada praktik penimbunan bahan pokok penting yang dapat memperparah kondisi pasar. Upaya stabilisasi harga terus dilakukan untuk menjaga daya beli masyarakat.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi