Semarak Malam Takbir Mimika: Ratusan Umat Islam dan Kendaraan Hias Meriahkan Idulfitri 1447 H

Ratusan umat Islam di Mimika menggelar pawai takbir keliling meriah, menyambut Idulfitri 1447 Hijriah. Malam Takbir Mimika ini menjadi simbol syukur, persatuan, dan toleransi antarumat beragama.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Semarak Malam Takbir Mimika: Ratusan Umat Islam dan Kendaraan Hias Meriahkan Idulfitri 1447 H
Ratusan umat Islam di Mimika menggelar pawai takbir keliling meriah, menyambut Idulfitri 1447 Hijriah. Malam Takbir Mimika ini menjadi simbol syukur, persatuan, dan toleransi antarumat beragama. (AntaraNews)

Ratusan umat Islam di Mimika, Papua Tengah, membanjiri jalanan Kota Timika dalam pawai takbir keliling yang semarak. Acara ini diselenggarakan pada malam menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, menciptakan suasana kegembiraan yang luar biasa di seluruh penjuru kota. Puluhan kendaraan hias bernuansa islami turut memeriahkan iring-iringan panjang tersebut, menarik perhatian warga.

Pawai takbir keliling ini secara resmi dilepas oleh Bupati Mimika, Johannes Rettob, di Timika. Bupati menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan momentum penting untuk mengungkapkan rasa syukur atas selesainya ibadah puasa Ramadan selama satu bulan penuh. Kehadiran berbagai elemen masyarakat, termasuk umat agama lain, menjadi bukti nyata kerukunan di Mimika.

Ketua Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Mimika, Joko Prianto, menjelaskan bahwa takbir keliling ini bukan hanya sekadar perayaan. Lebih dari itu, kegiatan ini adalah bentuk pengagungan kepada Allah SWT dan rasa syukur atas nikmat Ramadan yang telah dilalui. Semangat kebersamaan dan persatuan umat sangat terasa dalam setiap langkah pawai tersebut.

Bupati Mimika, Johannes Rettob, menekankan bahwa malam takbir adalah waktu untuk bersyukur dan bergembira setelah menunaikan ibadah puasa Ramadan. "Bersyukur dan bergembira atas pelaksanaan ibadah puasa yang telah kita laksanakan selama satu bulan penuh. Malam ini kita mengungkapkan kegembiraan ini dengan takbir keliling," kata Johannes.

Partisipasi aktif dari umat agama lain dalam pawai ini menjadi sorotan utama. Bupati Johannes Rettob menyebut bahwa hal ini menunjukkan toleransi antarumat beragama di Mimika terjaga dengan sangat baik. "Ini bentuk rasa toleransi, solidaritas, dan kebersamaan kita bahwa Mimika adalah kabupaten yang harmonis," ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga mengingatkan seluruh peserta pawai takbir keliling Mimika untuk selalu menjaga keselamatan. Ia berpesan agar kegiatan dilaksanakan dengan tertib demi kelancaran dan keamanan bersama. "Melaksanakan dengan tertib. Di dalam perjalanan selama takbir keliling ini, kita jaga keselamatan sehingga besok kita dapat menyambut hari raya Idulfitri," pesannya.

Joko Prianto, Ketua PHBI Mimika, menjelaskan bahwa takbir keliling ini adalah ungkapan pengagungan kepada Allah SWT dan rasa syukur umat Islam atas nikmat Ramadan. Selama bulan suci tersebut, umat Islam telah menyelesaikan berbagai aktivitas mulia. "Selama Ramadhan ini kita telah menyelesaikan aktivitas yang luar biasa. Menahan lapar dan haus di siang hari, melaksanakan salat tarawih di waktu malam, beramal, serta menahan diri dari keburukan yang biasa kita lakukan sebelum bulan Ramadhan," jelas Joko.

Lebih lanjut, Joko Prianto mengungkapkan bahwa pawai takbir keliling ini menjadi simbol kuat bagi persatuan dan persaudaraan. Kegiatan ini mempererat kerja sama dan pertalian erat seluruh warga Kota Timika. Semangat kebersamaan ini menjadi fondasi penting bagi kehidupan bermasyarakat di Mimika.

Pawai takbir keliling ini juga merupakan wujud syukur atas pengakuan terhadap Kabupaten Mimika sebagai kota harmoni. Kabupaten Mimika mendapatkan penghargaan Harmony Award 2025 dari Kementerian Agama RI.

Penghargaan Harmony Award 2025 yang diterima Kabupaten Mimika dari Kementerian Agama RI merupakan pengakuan atas upaya daerah dalam menjaga kerukunan antarumat beragama. Hal ini membuktikan komitmen Mimika sebagai kota yang menjunjung tinggi toleransi dan kebersamaan.

Joko Prianto menegaskan bahwa malam takbir keliling ini adalah pembuktian nyata dari penghargaan tersebut. "Malam ini kita buktikan bersama-sama bahwa takbir keliling pada kesempatan kali ini tidak hanya diikuti oleh umat Islam, tetapi juga umat agama lain yang ada di Kota Timika," ujarnya. Ini menunjukkan bahwa semangat harmoni telah meresap dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Mimika.

Penghargaan ini menjadi motivasi bagi seluruh elemen masyarakat Mimika untuk terus memupuk dan menjaga kerukunan. Dengan demikian, Mimika dapat terus menjadi contoh bagi daerah lain dalam menciptakan kehidupan beragama yang damai dan harmonis.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi