PT PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jakarta Raya telah mengumumkan kesiapan penuh menghadapi periode Idul Fitri 1447 Hijriah atau Lebaran 2026. Sebanyak 2.148 personel disiagakan untuk menjaga stabilitas pasokan listrik di wilayah Jakarta dan sekitarnya.
Langkah proaktif ini diambil guna memastikan seluruh aktivitas masyarakat berjalan lancar, terutama saat menjalankan ibadah dan merayakan Hari Raya Idul Fitri. Masa siaga kelistrikan ini akan berlangsung dari tanggal 14 Maret hingga 28 Maret 2026.
General Manager PLN UID Jakarta Raya, Moch. Andy Adchaminoerdin, menegaskan komitmen perusahaan dalam menjaga keandalan sistem listrik. Kesiapan ini bertujuan memberikan kenyamanan maksimal bagi warga Jakarta selama momen penting tersebut.
Advertisement
Advertisement
Kesiapsiagaan Personel dan Peralatan PLN
Untuk menjamin pasokan listrik yang andal, PLN UID Jakarta Raya menyebar ribuan personel di berbagai lokasi strategis. Penempatan ini krusial untuk penanganan cepat jika terjadi potensi gangguan kelistrikan.
Selain pengerahan personel, PLN juga mendirikan 17 posko siaga yang dilengkapi beragam peralatan pendukung operasional. Fasilitas ini menjadi pusat koordinasi dan respons cepat terhadap kebutuhan kelistrikan.
Peralatan yang disiapkan meliputi 61 unit gardu bergerak, 58 unit Uninterruptible Power Supply (UPS), dan tiga genset. Tersedia pula enam truk crane, 86 mobil operasional, serta 236 sepeda motor operasional untuk mobilitas tinggi.
Advertisement
Seluruh armada dan perangkat ini berfungsi untuk mempercepat penanganan gangguan. Dengan demikian, pelayanan optimal kepada masyarakat dapat terus terjaga tanpa hambatan berarti.
Advertisement
Fokus Titik Strategis dan Cadangan Daya Aman
Kesiapsiagaan PLN tidak hanya terbatas pada personel dan peralatan, tetapi juga terfokus pada titik-titik strategis. Lokasi-lokasi ini diperkirakan akan menjadi pusat aktivitas masyarakat selama Ramadhan dan Idul Fitri 1447 Hijriah.
Titik-titik prioritas tersebut mencakup 519 masjid, enam zona transportasi, dan tujuh pusat pemerintahan. Berbagai pusat keramaian lainnya di wilayah Jakarta juga masuk dalam daftar pengawasan ketat.
Moch. Andy Adchaminoerdin memastikan bahwa sistem kelistrikan Jakarta saat ini berada dalam kondisi sangat aman dengan cadangan daya yang memadai.
Advertisement
Jakarta memiliki daya mampu pasok sebesar 10,97 gigawatt (GW), sementara perkiraan beban puncak hanya sekitar 5,45 GW. Ini menyisakan cadangan daya sekitar 5,43 GW, hampir 50 persen dari total kebutuhan beban listrik.
Advertisement
Imbauan Keselamatan Listrik untuk Masyarakat
Selain menjaga pasokan listrik, PLN UID Jakarta Raya juga mengimbau masyarakat untuk berperan aktif dalam menjaga keamanan listrik. Khususnya bagi mereka yang akan melakukan perjalanan mudik Lebaran 2026.
Masyarakat diharapkan untuk mengecek kondisi instalasi listrik di rumah agar aman sebelum ditinggalkan kosong. Langkah preventif ini penting guna mencegah potensi bahaya seperti korsleting listrik.
Andy juga mengingatkan pentingnya mematikan atau mencabut peralatan listrik yang tidak diperlukan. Tindakan ini dapat menghindari potensi gangguan listrik yang berisiko memicu kebakaran atau kerusakan instalasi.
Advertisement
Perhatian khusus juga perlu diberikan pada kondisi kabel listrik di dalam rumah. Kabel yang berpotensi membahayakan, terutama yang berada di lantai atau menggunakan kabel rol, sebaiknya segera diamankan.
Sumber: AntaraNews