Menjelang perayaan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, kondisi arus lalu lintas di ruas Jalan Lintas Timur (Jalinsum) Sumatra yang menghubungkan Provinsi Jambi menuju Riau terpantau ramai lancar. Jalur vital ini berfungsi sebagai urat nadi utama bagi para pemudik yang akan melanjutkan perjalanan mereka menuju Riau dan provinsi-provinsi di Sumatera Utara.
Hingga hari Minggu, 15 Maret, belum terlihat adanya kepadatan lalu lintas yang signifikan atau antrean panjang di sepanjang jalur tersebut. Situasi ini memberikan kelancaran bagi para pengendara yang memilih untuk memulai perjalanan mudiknya lebih awal, menghindari penumpukan kendaraan di hari-hari puncak.
Meskipun demikian, pihak kepolisian di wilayah setempat telah mengeluarkan prediksi mengenai potensi peningkatan volume kendaraan secara drastis dalam beberapa hari ke depan. Peningkatan ini diperkirakan akan terjadi seiring dengan semakin dekatnya momen perayaan Idul Fitri yang dinanti-nantikan oleh jutaan masyarakat.
Advertisement
Advertisement
Kepala Pos Pengamanan (Kapospam) Sekernan, Polres Muaro Jambi, Ipda Kandardin, menyatakan bahwa kondisi lalu lintas saat ini masih terkendali dengan baik. Berdasarkan pantauan di lapangan, rata-rata kendaraan yang melintas mencapai 500 hingga 700 unit per jam, menunjukkan pergerakan yang stabil.
Volume kendaraan tersebut didominasi oleh pergerakan dari arah Jambi menuju Riau, yang merupakan rute populer bagi pemudik. Kendaraan pribadi dengan nomor polisi wilayah Jambi (pelat BH) terlihat mendominasi jalur, mengindikasikan mobilitas lokal dan regional yang tinggi.
Selain kendaraan lokal, pemudik dari wilayah Jakarta, Jawa Barat, dan Jawa Tengah juga terpantau melintas di Jalinsum ini. Hal ini menegaskan bahwa Jalinsum Jambi-Riau menjadi rute penting dan strategis bagi pemudik dari berbagai daerah di Pulau Jawa yang ingin menuju Sumatra bagian tengah dan utara.
Advertisement
Advertisement
Ipda Kandardin memprediksi bahwa puncak arus mudik di Jalinsum Jambi-Riau akan terjadi pada tanggal 16 dan 17 Maret, bertepatan dengan akhir pekan. Pada periode krusial tersebut, estimasi lonjakan volume kendaraan diperkirakan meningkat signifikan, mencapai hingga 2.000 unit per jam.
Mengingat potensi peningkatan drastis ini, pihak kepolisian terus mengimbau para pemudik untuk selalu menjaga keselamatan selama perjalanan. Jarak tempuh yang jauh di lintas Sumatra memerlukan persiapan matang, baik dari segi fisik pengemudi maupun kondisi kendaraan.
Pemudik sangat disarankan untuk memanfaatkan fasilitas Pos Pengamanan yang telah disiagakan di sepanjang jalur. Pos-pos ini dapat digunakan sebagai tempat beristirahat jika merasa lelah atau mengantuk, demi menghindari risiko kecelakaan yang tidak diinginkan akibat kelelahan.
Advertisement
Lebih lanjut, penting bagi setiap pemudik untuk memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan prima sebelum memulai perjalanan jauh. Pemeriksaan menyeluruh pada mesin, ban, sistem pengereman, dan lampu sangat dianjurkan untuk menjamin perjalanan yang aman, nyaman, dan lancar hingga tujuan.
Sumber: AntaraNews