Sodik Mudjahid Resmi Jabat Ketua Baznas RI, Siap Lanjutkan Kebaikan dan Perangi Korupsi

Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc. resmi didapuk sebagai Ketua Baznas RI periode 2026-2031, menggantikan Noor Achmad, dengan komitmen kuat untuk melanjutkan program kebaikan dan memerangi korupsi sesuai amanah Presiden RI.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Sodik Mudjahid Resmi Jabat Ketua Baznas RI, Siap Lanjutkan Kebaikan dan Perangi Korupsi
Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc. resmi didapuk sebagai Ketua Baznas RI periode 2026-2031, menggantikan Noor Achmad, dengan komitmen kuat untuk melanjutkan program kebaikan dan memerangi korupsi sesuai amanah Presiden RI. (AntaraNews)

Jakarta – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI secara resmi memiliki nahkoda baru. Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc. telah dilantik sebagai Ketua Baznas RI untuk periode 2026-2031, menggantikan pimpinan sebelumnya, Noor Achmad. Serah terima jabatan ini berlangsung dalam sebuah acara pisah sambut di Jakarta pada Jumat, 13 Maret 2026, menandai babak baru kepemimpinan lembaga pengelola zakat nasional tersebut.

Dalam kesempatan tersebut, Sodik Mudjahid menegaskan komitmennya untuk melanjutkan serta meningkatkan berbagai program kebaikan yang telah diletakkan oleh pimpinan terdahulu. Ia menekankan bahwa kepemimpinannya akan fokus pada kesinambungan dan peningkatan kualitas lembaga. "Kita terus semangat untuk melanjutkan kebaikan-kebaikan yang adalah sunnatullah. Bahwa hari ini harus lebih baik dari kemarin," ujarnya di hadapan jajaran pimpinan Baznas RI periode 2026-2031 dan pimpinan periode sebelumnya.

Sodik menjelaskan bahwa upaya peningkatan ini merupakan dinamika alami bagi sebuah lembaga untuk terus berkembang, bukan karena kinerja pengurus sebelumnya tidak baik. Ia juga mengungkapkan bahwa kepengurusannya telah menggariskan langkah strategis ke depan, berlandaskan pada lima amanah besar yang disampaikan langsung oleh Presiden RI.

Kepemimpinan Sodik Mudjahid di Baznas RI akan berlandaskan pada kesinambungan program dan peningkatan kualitas. Ia bertekad untuk memastikan bahwa setiap inisiatif yang telah berjalan baik akan terus dilanjutkan dan dikembangkan demi kemaslahatan umat. Hal ini sejalan dengan pandangannya bahwa kemajuan adalah bagian tak terpisahkan dari fitrah sebuah organisasi.

Lima amanah besar dari Presiden RI menjadi panduan utama bagi kepengurusan baru Baznas RI. Mandat tersebut meliputi penggalian potensi zakat nasional yang diproyeksikan mencapai Rp327 triliun, sebuah angka ambisius yang menunjukkan besarnya potensi filantropi Islam di Indonesia. Selain itu, penguatan kerja sama dan sinkronisasi data antarinstansi juga menjadi fokus penting untuk meningkatkan efektivitas pengelolaan zakat.

Amanah lainnya adalah penguatan struktur Baznas hingga ke tingkat desa dan kecamatan, memastikan jangkauan layanan yang lebih luas dan merata di seluruh pelosok negeri. Tidak kalah penting, Presiden RI juga menyampaikan amanah serius tentang memerangi korupsi. "Amanah lainnya adalah tentang memerangi korupsi. Ini adalah amanah yang beliau sampaikan dengan sangat serius kepada kita," tegas Sodik, menunjukkan prioritas tinggi terhadap integritas dan akuntabilitas lembaga.

Sebagai langkah konkret untuk melanjutkan fondasi yang telah ada, Sodik Mudjahid menargetkan proses konsolidasi internal dapat tuntas dalam waktu singkat. Dengan dukungan Sumber Daya Manusia (SDM) Baznas yang dinilainya luar biasa, ia optimis bahwa paket kebijakan internal akan mantap dalam waktu maksimal enam bulan. Ini menunjukkan komitmen untuk segera menata organisasi agar lebih efisien dan efektif dalam menjalankan tugasnya.

"Saya akan lebih fokus pada tugas utama bersama pimpinan untuk membangun jaringan guna mendukung proses internal ini. Kita siap meneruskan kebajikan-kebajikan yang sudah dilaksanakan oleh pimpinan sebelumnya," tambah Sodik, menegaskan pentingnya kolaborasi dan sinergi dalam kepemimpinannya. Fokus pada pembangunan jaringan diharapkan dapat memperkuat ekosistem zakat nasional.

Sementara itu, Ketua Baznas RI Periode 2020-2025, Noor Achmad, menyampaikan pesan mendalam mengenai pentingnya dakwah zakat yang berkelanjutan. Ia menekankan bahwa dakwah zakat harus terus digemakan demi meraih rida Allah SWT. Noor Achmad juga memberikan dukungan penuh kepada Sodik Mudjahid sebagai suksesornya, menyatakan kepercayaan 100 persen terhadap kemampuan Sodik dalam mengembangkan organisasi.

Melalui pengesahan Surat Keputusan (SK) Presiden Prabowo Subianto, dan simbolisasi serah terima jabatan, Baznas RI secara resmi memasuki babak baru kepemimpinan untuk periode 2026–2031. Estafet kepemimpinan ini kini dipercayakan kepada jajaran pimpinan Baznas RI yang terdiri atas individu-individu berintegritas dan berkompeten.

Berikut adalah susunan lengkap pimpinan Baznas RI periode 2026-2031:

  • Ketua Baznas RI: Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc.
  • Wakil Ketua Baznas RI: Dr. H. Zainut Tauhid Sa'adi, M.Si.
  • Pimpinan Baznas:
    • Dr. H. Rizaludin Kurniawan, S.Ag., M.Si., CFRM.
    • Hj. Saidah Sakwan, M.A.
    • H. Ending Syarifuddin, M.E.
    • H. Idy Muzayyad, S.H.I., M.Si.
    • H. Mokhamad Mahdum, Ph.D.
    • Hj. Neyla Saida Anwar, SS., SE., SH., M.Hum.
    • Prof. Dr. H. Abu Rokhmad, M.Ag. (ex officio)
    • Dr. Drs. Agus Fatoni, M.Si. (ex officio)
    • Mochamad Agus Rofiudin, S.Kom., M.M. (ex officio)

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi