Wagub Jateng Serahkan Bantuan RTLH Demak Rob, Upaya Atasi Banjir Pesisir

Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen menyerahkan **bantuan RTLH Demak rob** senilai Rp20 juta kepada warga terdampak di Dukuh Kongsi, Desa Purworejo, sekaligus membahas strategi besar penanganan rob yang berkelanjutan.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Wagub Jateng Serahkan Bantuan RTLH Demak Rob, Upaya Atasi Banjir Pesisir
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen menyerahkan **bantuan RTLH Demak rob** senilai Rp20 juta kepada warga terdampak di Dukuh Kongsi, Desa Purworejo, sekaligus membahas strategi besar penanganan rob yang berkelanjutan. (AntaraNews)

Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen baru-baru ini menyerahkan bantuan rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) senilai Rp20 juta kepada Noryatin (58), seorang warga terdampak rob di Dukuh Kongsi, Desa Purworejo, Kabupaten Demak. Penyerahan bantuan ini dilakukan sebagai langkah darurat untuk memastikan keluarga Noryatin memiliki tempat tinggal yang lebih layak dan sehat. Kondisi rumah Noryatin selama ini terus-menerus terendam banjir rob, menyebabkan berbagai kesulitan hidup bagi keluarganya.

Bantuan finansial ini diharapkan dapat segera dimanfaatkan untuk perbaikan rumah Noryatin, terutama dalam upaya peninggian bangunan agar lebih aman dari genangan air rob. Taj Yasin juga mengajak seluruh warga sekitar untuk bergotong royong membantu proses renovasi. Semangat kebersamaan ini sangat penting untuk mempercepat pemulihan kondisi tempat tinggal warga yang terdampak.

Selain penyerahan bantuan langsung, kunjungan Wakil Gubernur ke Demak ini juga menjadi momentum untuk membahas strategi penanganan rob yang lebih komprehensif di wilayah pesisir Jawa Tengah. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) berkomitmen mencari solusi jangka panjang untuk mengatasi permasalahan banjir rob yang telah lama menjadi momok bagi masyarakat pesisir.

Penyerahan bantuan RTLH senilai Rp20 juta oleh Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen kepada Noryatin, warga Desa Purworejo, Kecamatan Bonang, Kabupaten Demak, merupakan bentuk kepedulian pemerintah terhadap dampak rob. Bantuan ini ditujukan untuk memperbaiki rumah Noryatin yang selama tiga tahun terakhir selalu tergenang air rob. Langkah ini krusial untuk mengembalikan kenyamanan dan keamanan tempat tinggal bagi keluarga terdampak.

Taj Yasin menegaskan bahwa rumah Noryatin akan ditinggikan untuk menghindarkannya dari genangan air rob yang kerap melanda kawasan pesisir. Konsep rumah apung dianggap tidak memungkinkan untuk lokasi tersebut, sehingga peninggian bangunan menjadi solusi yang paling realistis dan efektif. Inisiatif ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi penanganan serupa di wilayah lain yang mengalami masalah rob.

Wakil Gubernur juga mengimbau masyarakat sekitar untuk aktif berpartisipasi dalam proses renovasi melalui semangat gotong royong. Kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat sangat dibutuhkan dalam menghadapi bencana alam seperti rob. Dengan dukungan bersama, perbaikan rumah dapat diselesaikan lebih cepat dan warga dapat segera menempati tempat tinggal yang lebih aman dan layak.

Pemprov Jateng tidak hanya fokus pada bantuan darurat, tetapi juga merancang strategi besar untuk penanganan rob di kawasan pesisir Jawa Tengah. Salah satu rencana utama adalah pembangunan tanggul laut atau giant sea wall yang direncanakan membentang dari Jepara hingga Kendal. Proyek infrastruktur berskala besar ini diharapkan dapat menjadi benteng permanen terhadap ancaman rob di masa depan.

Saat ini, rencana pembangunan giant sea wall masih dalam tahap pembahasan intensif oleh pihak terkait. Selain itu, Pemprov Jateng juga sedang mempersiapkan pembangunan hybrid sea wall sebagai tanggul penahan rob. Pendekatan ganda ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam melindungi wilayah pesisir dari dampak perubahan iklim dan kenaikan permukaan air laut.

Strategi penanganan rob ini memerlukan koordinasi lintas sektor dan dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah pusat dan masyarakat. Investasi besar dalam infrastruktur ini diharapkan dapat memberikan solusi berkelanjutan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat pesisir. Upaya ini juga sejalan dengan komitmen pemerintah dalam mitigasi bencana dan adaptasi terhadap perubahan iklim.

Dalam kunjungannya, Taj Yasin juga menyoroti persoalan sampah yang sering menumpuk di kawasan terdampak rob. Penumpukan sampah ini tidak hanya mengganggu estetika lingkungan, tetapi juga berpotensi menimbulkan masalah kesehatan serius bagi warga. Lingkungan yang lembap dan kotor akibat rob dan sampah menjadi sarang penyakit serta vektor penyakit.

Wakil Gubernur menekankan pentingnya penanganan sampah secara lebih efektif di wilayah tersebut. Salah satu ide yang diusulkan adalah penyediaan alat pemusnah sampah di tingkat Rukun Tetangga (RT) melalui kolaborasi dengan perguruan tinggi. Solusi ini dianggap lebih praktis mengingat kesulitan dalam mengumpulkan dan memindahkan sampah keluar dari kawasan rob yang sering tergenang.

Inisiatif pembakaran sampah di tingkat RT dapat mengurangi volume sampah secara signifikan dan mencegah penumpukan yang berbahaya. Pendekatan ini juga mendorong kemandirian masyarakat dalam mengelola lingkungan mereka. Dengan lingkungan yang bersih, risiko masalah kesehatan akibat rob dan sampah dapat diminimalisir secara efektif.

Noryatin, penerima bantuan RTLH, mengungkapkan rasa syukurnya atas uluran tangan dari pemerintah. Selama ini, keluarganya belum mampu memperbaiki rumah karena kondisi ekonomi yang sulit, diperparah dengan suaminya yang kehilangan pekerjaan akibat pemutusan hubungan kerja (PHK) saat pandemi COVID-19. Situasi ini membuat mereka hidup dalam keterbatasan dan berdampingan dengan rob.

Selama tiga tahun terakhir, keluarga Noryatin harus berjuang hidup di rumah berukuran 5x12 meter yang kerap tergenang banjir rob. Untuk menjaga ruang tamu dan kamar tetap kering, mereka terpaksa menyalakan mesin pompa air selama 24 jam tanpa henti. Bahkan, saat air pasang tinggi, mereka harus menggunakan mesin pompa yang lebih besar dan membendung pintu masuk dengan papan serta tumpukan bata hebel.

Meskipun berbagai upaya telah dilakukan, rembesan air masih sering muncul dari sela-sela lantai dan dinding rumah. Kondisi lembap yang terus-menerus ini memicu banyaknya nyamuk dan menyebabkan rasa gatal pada kulit anggota keluarganya. Namun, kunjungan Wakil Gubernur Taj Yasin ke rumahnya telah membawa harapan baru bagi Noryatin dan keluarganya untuk memiliki tempat tinggal yang lebih layak dan bebas dari ancaman rob.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi