Gorontalo, ANTARA – Mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Negeri Gorontalo (UNG) tengah mempersiapkan perayaan tradisi malam pasang lampu 'Tumbilotohe' di Kampus 4 Bone Bolango. Persiapan ini melibatkan pembuatan 2.025 lampu botol yang akan menyemarakkan area kampus. Kegiatan ini merupakan inisiatif mahasiswa angkatan 2025 yang ingin memberikan sentuhan berbeda pada perayaan tahun ini.
Ketua panitia, Moh Al-Jufri Tohopi, menjelaskan bahwa jumlah lampu botol yang disiapkan memiliki filosofi khusus. Angka 2.025 diambil dari tahun angkatan mereka, yaitu angkatan 2025. Konsep perayaan Tumbilotohe tahun ini juga berbeda dari sebelumnya, dengan titik lokasi yang dipusatkan dari depan perpustakaan hingga gerbang utama kampus.
Tradisi Tumbilotohe sendiri merupakan kegiatan turun-temurun yang dipelopori oleh Fakultas Teknik UNG. Selama lima tahun terakhir, kegiatan ini konsisten dilaksanakan di Kampus 4 Bone Bolango. Meskipun kepanitiaan didominasi oleh mahasiswa baru, mereka mendapatkan bimbingan penuh dari organisasi internal kampus untuk memastikan kelancaran acara.
Advertisement
Advertisement
Persiapan fisik di lapangan untuk perayaan Tumbilotohe di UNG telah mencapai kemajuan signifikan. Moh Al-Jufri Tohopi menyebutkan bahwa pekerjaan fisik saat ini hampir rampung, terutama pada bagian ikon utama kegiatan. "Pekerjaan di lapangan sudah 80 persen," kata Moh Al-Jufri Tohopi.
Ikon utama yang dirancang tahun ini berupa bentuk kobaran api, menambah kesan semarak dan filosofis pada perayaan. Sebanyak 2.025 lampu botol telah disiapkan, melambangkan angkatan mahasiswa 2025 yang menjadi motor penggerak acara ini. Jumlah ini tidak hanya sekadar angka, melainkan cerminan semangat dan identitas angkatan.
Selain lampu botol, mahasiswa juga menyiapkan instalasi lampion yang digantung di gerbang-gerbang khusus. Lampion-lampion ini menggunakan lampu berbentuk pepaya, memberikan sentuhan artistik yang unik. Konsep desain yang matang ini diharapkan mampu menciptakan suasana Tumbilotohe yang lebih meriah dan berkesan bagi seluruh pengunjung.
Advertisement
Advertisement
Konsep Tumbilotohe tahun ini dirancang berbeda secara signifikan dari tahun-tahun sebelumnya. Perbedaan utama terletak pada pemusatan titik lokasi dari depan perpustakaan hingga gerbang utama Kampus 4 Bone Bolango. Hal ini menciptakan alur visual yang lebih terpadu dan megah bagi para pengunjung yang ingin menikmati keindahan malam pasang lampu.
Instalasi lampion juga menjadi salah satu inovasi menarik tahun ini. "Konsepnya itu, di sebelah kanan dan kirinya akan kami tambahkan seperti tulisan 'Bukti', nah jadi 'Bukti' itu adalah nama angkatan kami 2025," jelas Moh Al-Jufri Tohopi. Penambahan tulisan ini tidak hanya mempercantik area, tetapi juga menegaskan identitas dan kebanggaan angkatan.
Terkait logistik, panitia memastikan seluruh kebutuhan telah tersedia dan tinggal menunggu hari pelaksanaan. "Keperluan lainnya yang utama seperti lampu botol, minyak tanah, semua sudah kami siapkan. Jadi kami tinggal tahap pekerjaan akhir untuk beberapa hari ini," tambah Moh Al-Jufri Tohopi. Kesiapan logistik yang matang ini menjadi kunci suksesnya perhelatan Tumbilotohe di UNG.
Advertisement
Advertisement
Tradisi Tumbilotohe di lingkungan Universitas Negeri Gorontalo telah menjadi agenda rutin yang secara turun-temurun dipelopori oleh Fakultas Teknik. Kegiatan ini telah konsisten dilaksanakan di Kampus 4 Bone Bolango selama lima tahun terakhir. "Sudah yang kesekian kalinya kami membuat kegiatan Tumbilotohe. Lima tahun terakhir ini melaksanakannya di kampus 4," ungkap Moh Al-Jufri Tohopi.
Konsistensi ini menunjukkan komitmen Fakultas Teknik dalam melestarikan budaya lokal sekaligus memberikan pengalaman berharga bagi mahasiswa. Meskipun kepanitiaan didominasi oleh mahasiswa baru, mereka tidak dilepas begitu saja. Mahasiswa baru mendapatkan bimbingan dan arahan dari organisasi internal kampus, memastikan transfer pengetahuan dan pengalaman antar generasi.
Peran aktif mahasiswa baru dalam kepanitiaan ini juga menjadi ajang pembelajaran kepemimpinan dan organisasi. Mereka belajar mengelola acara berskala besar, berkoordinasi, dan berinovasi. Dengan adanya bimbingan, semangat dan ide-ide segar dari mahasiswa baru dapat tersalurkan dengan baik, menjadikan perayaan Tumbilotohe di UNG selalu dinamis dan relevan.
Advertisement
Sumber: AntaraNews