Setahun Berjalan, Danantara Perkuat Fondasi Kelembagaan dan Tata Kelola Aset Negara

Danantara Perkuat Fondasi Kelembagaan dan tata kelola di tahun pertama operasionalnya, menyiapkan landasan kokoh untuk transformasi aset negara dan penciptaan nilai jangka panjang bagi Indonesia.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Setahun Berjalan, Danantara Perkuat Fondasi Kelembagaan dan Tata Kelola Aset Negara
Danantara Perkuat Fondasi Kelembagaan dan tata kelola di tahun pertama operasionalnya, menyiapkan landasan kokoh untuk transformasi aset negara dan penciptaan nilai jangka panjang bagi Indonesia. (AntaraNews)

Jakarta – Danantara Indonesia telah menuntaskan tahun pertama perjalanannya dengan fokus utama pada pembangunan fondasi kelembagaan dan tata kelola yang kuat. Langkah strategis ini menjadi pijakan penting untuk memulai berbagai inisiatif yang akan mentransformasi pengelolaan aset negara di masa depan.

Chief Executive Officer (CEO) Danantara Indonesia, Rosan Roeslani, menegaskan bahwa tahun pertama ini adalah fase krusial untuk membangun landasan yang kokoh. Penguatan struktur kelembagaan dan tata kelola yang transparan menjadi prioritas utama demi menciptakan nilai jangka panjang bagi Indonesia.

Sepanjang tahun 2025, Danantara telah berhasil menyusun lebih dari 27 kebijakan tata kelola atau governance framework. Kebijakan-kebijakan ini diselaraskan dengan peraturan perundang-undangan guna memastikan pengelolaan aset negara berjalan secara transparan, akuntabel, dan profesional, sesuai dengan harapan publik.

Penguatan Tata Kelola dan Dampak Sosial

Dalam upaya mendukung stabilitas dan penguatan fundamental perusahaan negara, Danantara juga aktif berperan dalam pelaksanaan program prioritas pemerintah. Ini termasuk program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) dan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Selain itu, Danantara turut berkontribusi dalam pengembangan perumahan bagi masyarakat, yang secara bersamaan membuka peluang penciptaan lapangan pekerjaan. Inisiatif ini menunjukkan komitmen Danantara terhadap pembangunan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

Dimensi dampak sosial juga diperkuat melalui pembentukan Yayasan Danantara Indonesia Trust Fund pada Oktober 2025. Rosan menjelaskan bahwa inisiatif ini dirancang sebagai platform filantropi sovereign wealth fund, mendorong investasi sosial di sektor-sektor prioritas seperti pendidikan, kesehatan, serta air dan sanitasi.

Sebagai bagian dari pengembangan ekosistem global, Danantara menginisiasi forum SWF Philanthropy Learning Lab. Forum ini bertujuan untuk memperkuat praktik terbaik pengelolaan dana sosial jangka panjang melalui kolaborasi dengan berbagai lembaga internasional.

Penguatan fondasi kelembagaan ini tercermin dari persepsi publik yang positif. Sekitar 93 persen pemberitaan mengenai Danantara berada dalam sentimen positif, menunjukkan meningkatnya kepercayaan terhadap arah transformasi yang sedang dijalankan.

Transformasi Portofolio BUMN melalui Danantara Asset Management (DAM)

Melalui Danantara Asset Management (DAM), Danantara menjalankan mandat pengelolaan dan transformasi portofolio Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Fokus utama DAM adalah restrukturisasi bisnis dan keuangan, streamlining, konsolidasi portofolio, serta pengembangan usaha pada sektor-sektor strategis.

Upaya ini diarahkan untuk membangun perusahaan-perusahaan dalam ekosistem Danantara Indonesia yang lebih adaptif dan berdaya saing. Tujuannya adalah menciptakan nilai ekonomi yang berkelanjutan sekaligus memberikan kontribusi sosial yang nyata bagi perekonomian nasional.

Sebagai bagian dari penataan portofolio BUMN secara menyeluruh, DAM menjalankan proses streamlining secara bertahap. Langkah-langkah strategis seperti likuidasi, merger, maupun divestasi terhadap entitas yang tidak lagi menjadi prioritas dilakukan dengan mengedepankan prinsip tata kelola yang kuat.

Disiplin portofolio serta pendekatan berbasis kinerja diterapkan guna memastikan setiap entitas BUMN memiliki peran strategis yang jelas dalam ekosistem ekonomi nasional. Langkah ini sekaligus diarahkan untuk membentuk struktur BUMN yang lebih efisien, fokus, serta memiliki fondasi bisnis yang lebih sehat dan berkelanjutan.

Dari sisi pengembangan industri nasional, Danantara melalui DAM juga mendorong berbagai inisiatif hilirisasi lintas sektor. Inisiatif ini berpotensi nilai investasi sekitar 26 miliar dolar AS, diharapkan dapat memperluas kapasitas industri nasional.

Sejumlah proyek telah memasuki tahap pembangunan pada Februari 2026, termasuk pengolahan alumina dan bauksit, pengembangan bioavtur dan bioethanol, industri ayam terintegrasi, serta pengolahan garam industri. Inisiatif serupa akan terus dikembangkan pada sektor mineral, energi, pangan, dan agrikultur di berbagai wilayah Indonesia.

Perluasan Investasi Global oleh Danantara Investment Management (DIM)

Danantara Investment Management (DIM) menjalankan peran sebagai lengan investasi global Danantara. DIM bertugas menarik investasi strategis serta memperluas kemitraan internasional untuk Indonesia.

Dalam tahun pertama operasionalnya, DIM telah menjalin 11 kemitraan strategis global melalui berbagai Memorandum of Understanding (MoU). Komitmen investasi yang mencapai sekitar Rp346 triliun berhasil dihimpun, guna menyalurkan investasi asing dan keahlian global ke berbagai sektor prioritas di Indonesia.

Selain itu, DIM juga memperluas kapasitas investasi nasional dengan menciptakan tambahan kapasitas pembiayaan sekitar Rp150 triliun. Kapasitas ini diperoleh melalui kombinasi berbagai instrumen keuangan, termasuk pinjaman, penyertaan modal, penerbitan patriot bonds, serta fasilitas revolving credit facility (RCF) dari institusi global.

DIM juga memulai berbagai proyek investasi strategis, termasuk partisipasi dalam pengembangan proyek Kampung Haji di Mekkah. Proyek ini diharapkan dapat memperkuat ekosistem halal global serta meningkatkan multiplier effect ekonomi bagi Indonesia.

Investasi pada berbagai proyek pembangunan nasional juga didorong oleh DIM, termasuk co-investment pada fasilitas waste-to-energy. Proyek ini berpotensi memberikan kontribusi terhadap perekonomian nasional hingga sekitar Rp1,3–1,6 triliun per tahun selama masa konstruksi.

Secara keseluruhan, berbagai langkah tersebut mencerminkan fokus utama Danantara pada tahun pertama operasionalnya. Fokus tersebut adalah membangun fondasi kelembagaan, memperkuat tata kelola, serta menciptakan struktur pengelolaan aset negara yang lebih terintegrasi dan berorientasi pada penciptaan nilai jangka panjang.

Rosan Roeslani menutup dengan menyatakan bahwa tahun pertama ini adalah fase membangun fondasi. Ke depan, fokus Danantara adalah memastikan fondasi tersebut diterjemahkan menjadi kinerja yang nyata melalui tata kelola yang kuat, pengelolaan aset negara yang profesional, serta investasi strategis yang memberikan manfaat bagi perekonomian nasional dan masa depan generasi Indonesia.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi