Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menunjukkan respons cepat dalam menghadapi genangan dan banjir yang melanda ibu kota. Sejak Sabtu (7/3) malam hingga Minggu, hujan deras mengguyur Jakarta dan sekitarnya. Kondisi ini memicu pengerahan ribuan pompa untuk mengatasinya.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyatakan telah berkoordinasi intensif dengan jajaran terkait, terutama Dinas Sumber Daya Air. Pengerahan pompa telah dimulai sejak malam kejadian untuk mengurangi dampak genangan. Langkah ini diambil sebagai upaya mitigasi dini.
Total 1.200 unit pompa pengendali banjir dikerahkan oleh Pemprov DKI Jakarta di berbagai lokasi strategis. Ribuan pompa ini terdiri dari pompa stasioner dan mobile yang siap beroperasi. Tujuannya adalah mempercepat surutnya air di area terdampak.
Advertisement
Advertisement
Pemprov DKI Jakarta mengerahkan total 1.200 unit pompa pengendali banjir sebagai bagian dari strategi penanganan banjir Jakarta. Sebanyak 668 unit pompa stasioner ditempatkan di 243 lokasi rawan. Sementara itu, 536 unit pompa mobile disebar di berbagai titik yang membutuhkan.
Penyedotan air secara intensif terus dilakukan di sejumlah area vital ibu kota. Salah satu lokasi yang menjadi fokus adalah kawasan Jalan Daan Mogot, Jakarta Barat. Beberapa ruas jalan utama lainnya juga tidak luput dari perhatian petugas.
Gubernur Pramono Anung menegaskan bahwa upaya pemompaan ini merupakan respons langsung terhadap kondisi cuaca ekstrem. Koordinasi yang kuat antar instansi menjadi kunci keberhasilan operasi ini. Tujuannya adalah meminimalkan gangguan aktivitas warga Jakarta.
Advertisement
Advertisement
Curah hujan di Jakarta dan sekitarnya tercatat sangat tinggi pada periode ini, mencapai 264 milimeter per hari. Angka ini jauh melampaui rata-rata curah hujan harian normal. Kondisi ekstrem ini menjadi penyebab utama meluasnya genangan dan banjir.
Data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta menunjukkan dampak signifikan dari hujan deras tersebut. Hingga pukul 17.00 WIB, banjir merendam 74 rukun tetangga (RT) di berbagai wilayah. Selain itu, 15 ruas jalan utama juga tergenang air.
Ketinggian air bervariasi di lokasi terdampak, mulai dari sekitar 15 sentimeter hingga mencapai 1,2 meter di beberapa titik terparah. Situasi ini memerlukan kewaspadaan tinggi dari masyarakat. Pemprov DKI mengimbau warga untuk selalu mengikuti informasi resmi.
Advertisement
Advertisement
Selain penanganan darurat, Pemprov DKI Jakarta juga terus fokus pada program pengendalian banjir jangka menengah. Normalisasi sungai menjadi prioritas utama untuk mengatasi masalah banjir secara struktural. Upaya ini diharapkan memberikan solusi berkelanjutan.
Saat ini, program normalisasi sedang berjalan di tiga sungai utama yang melintasi wilayah Jakarta. Sungai-sungai tersebut meliputi Kali Ciliwung, Kali Cakung Lama, dan Kali Krukut. Proyek ini bertujuan meningkatkan kapasitas daya tampung air sungai.
Normalisasi Kali Cakung Lama ditargetkan rampung pada tahun 2027 mendatang. Penyelesaian proyek ini diharapkan dapat secara signifikan mengurangi risiko banjir di sejumlah kawasan Jakarta. Ini merupakan bagian dari rencana induk pengendalian banjir ibu kota.
Advertisement
Sumber: AntaraNews