Kecelakaan lalu lintas beruntun yang melibatkan satu truk tronton dan lima sepeda motor terjadi di Kabupaten Blora, Jawa Tengah, pada Sabtu. Insiden tragis ini menewaskan satu orang dan melukai empat pengendara motor lainnya. Peristiwa nahas ini terjadi di Jalan Gatot Subroto, tepatnya di simpang empat lampu lalu lintas Desa Tamanrejo, Kecamatan Tunjungan.
Truk Hino Tronton bernomor polisi L-9771-UA yang dikemudikan oleh R (49) diduga mengalami rem blong saat melaju di jalan menurun. Akibatnya, pengemudi tidak dapat mengendalikan laju kendaraan, menyebabkan tabrakan beruntun yang fatal. Kecelakaan ini menimbulkan kerugian material yang diperkirakan mencapai sekitar Rp20 juta.
Petugas dari Unit Gakkum Satlantas Polres Blora segera tiba di lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara dan mengamankan barang bukti. Penyelidikan lebih lanjut sedang dilakukan untuk mengungkap penyebab pasti dari kecelakaan maut yang mengguncang warga Blora ini.
Advertisement
Advertisement
Kecelakaan ini bermula ketika truk tronton melaju dari arah barat menuju timur di Jalan Gatot Subroto. Menurut keterangan Kanit Gakkum Satlantas Polres Blora Ipda Eko, truk tersebut diduga mengalami rem blong saat berada di jalan menurun. Kondisi ini membuat pengemudi kehilangan kendali atas laju kendaraannya yang besar.
Pada saat yang bersamaan, di simpang empat lampu lalu lintas Desa Tamanrejo, sejumlah sepeda motor sedang berhenti. Mereka menunggu lampu lalu lintas menyala hijau untuk melanjutkan perjalanan. Jarak yang sudah terlalu dekat dan kecepatan truk yang tidak terkendali menyebabkan tabrakan tak terhindarkan.
Truk tronton kemudian menabrak deretan sepeda motor yang sedang berhenti di persimpangan tersebut. Lima sepeda motor yang terlibat adalah Honda Beat bernomor polisi K-2485-BBE, Honda Beat bernomor polisi K-6549-TS, Honda Beat tanpa nomor polisi, Honda Supra bernomor polisi K-5250-UE, serta Honda Supra bernomor polisi K-3061-QN.
Advertisement
Advertisement
Akibat kecelakaan Truk Tronton Blora ini, satu korban meninggal dunia dan empat lainnya mengalami luka-luka. Korban meninggal adalah M (59), warga Desa Sonorejo, Blora, yang mengalami hematoma di bagian belakang kepala. Ia menghembuskan napas terakhir setelah sempat mendapatkan perawatan medis intensif di rumah sakit terdekat.
Empat pengendara sepeda motor lainnya mengalami luka ringan hingga sedang. K (27) mengalami luka lecet pada kedua kaki, sementara RAS (31) mengalami tanda fraktur pada tangan kanan. Korban K (61) menderita luka robek pada bibir atas serta lecet pada kedua kakinya. RF (25) juga mengalami luka lecet pada tangan dan kaki akibat insiden ini.
Seluruh korban luka segera dilarikan ke RS Citra Mulia Blora untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut. Selain korban jiwa dan luka, kecelakaan ini juga menyebabkan kerugian material yang tidak sedikit, diperkirakan mencapai sekitar Rp20 juta.
Advertisement
Advertisement
Petugas Unit Gakkum Satlantas Polres Blora langsung bergerak cepat setelah menerima laporan kecelakaan. Mereka melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) secara menyeluruh untuk mengumpulkan bukti-bukti. Beberapa saksi mata di lokasi juga dimintai keterangan untuk membantu proses penyelidikan.
Pengamanan barang bukti, termasuk truk tronton dan lima sepeda motor yang terlibat, juga telah dilakukan. Langkah-langkah ini penting untuk menganalisis penyebab pasti kecelakaan dan menentukan ada tidaknya unsur kelalaian. Penyelidikan mendalam diharapkan dapat memberikan kejelasan atas insiden mematikan ini.
Pihak kepolisian terus berupaya untuk menyelesaikan kasus ini dengan transparan dan adil. Hasil penyelidikan akan menjadi dasar untuk tindakan hukum selanjutnya terhadap pihak-pihak yang bertanggung jawab. Masyarakat diimbau untuk selalu berhati-hati dan mematuhi aturan lalu lintas demi keselamatan bersama.
Advertisement
Sumber: AntaraNews