KALLA, melalui Lembaga Amil Zakat (LAZ) Hadji Kalla, telah menetapkan fokus utama pada pengentasan kemiskinan ekstrem di wilayah Pulau Sulawesi sepanjang tahun 2026. Inisiatif ini merupakan wujud nyata dari dukungan LAZ Hadji Kalla terhadap upaya pemerintah dalam mengurangi angka kemiskinan ekstrem di Indonesia.
Direktur Eksekutif LAZ Hadji Kalla, Mohammad Zuhair, menyatakan bahwa fokus jangka panjang lembaga ini menyasar kelompok asnaf fakir dan miskin sebagai penerima manfaat utama. Program-program yang dijalankan dirancang untuk memberikan dampak yang signifikan dan berkelanjutan bagi mereka yang membutuhkan.
Langkah strategis ini juga telah disampaikan di hadapan para mitra LAZ Hadji Kalla, menegaskan komitmen lembaga untuk berkontribusi aktif dalam pembangunan sosial ekonomi. Dengan demikian, LAZ Hadji Kalla berupaya menjadi garda terdepan dalam menciptakan kesejahteraan di Sulawesi.
Advertisement
Advertisement
Komitmen LAZ Hadji Kalla dalam Pengentasan Kemiskinan
LAZ Hadji Kalla secara konsisten menunjukkan komitmennya dalam pengentasan kemiskinan ekstrem, khususnya di Pulau Sulawesi. Lembaga ini mengarahkan sebagian besar sumber daya dan programnya untuk membantu kelompok asnaf fakir dan miskin. Fokus ini sejalan dengan visi untuk menciptakan masyarakat yang lebih berdaya dan mandiri.
Mohammad Zuhair menjelaskan bahwa strategi ini merupakan bentuk dukungan konkret terhadap program-program pemerintah. Dengan sinergi yang kuat antara lembaga filantropi dan kebijakan negara, diharapkan percepatan pengentasan kemiskinan ekstrem dapat tercapai secara lebih efektif.
Melalui pendekatan yang terencana, LAZ Hadji Kalla tidak hanya memberikan bantuan sesaat, melainkan juga berupaya membangun fondasi ekonomi yang kuat bagi para mustahik. Hal ini dilakukan agar mereka dapat keluar dari lingkaran kemiskinan secara permanen.
Advertisement
Advertisement
Lima Pilar Program Unggulan LAZ Hadji Kalla
Untuk mencapai tujuan pengentasan kemiskinan ekstrem, LAZ Hadji Kalla mengimplementasikan lima bidang program utama yang komprehensif. Program-program ini mencakup Islamic Care, Educare, Humanity and Environment, Community and Development, serta Economic Care. Setiap pilar dirancang untuk mengatasi berbagai aspek kebutuhan mustahik.
Islamic Care berfokus pada penguatan nilai-nilai keagamaan dan spiritual, sementara Educare mendukung akses pendidikan yang berkualitas. Humanity and Environment menangani isu-isu kemanusiaan dan pelestarian lingkungan, menunjukkan kepedulian holistik lembaga.
Community and Development bertujuan untuk memberdayakan komunitas melalui berbagai inisiatif pembangunan sosial. Terakhir, Economic Care menyediakan dukungan modal usaha dan pelatihan keterampilan untuk meningkatkan taraf ekonomi penerima manfaat.
Advertisement
Advertisement
Strategi Penyaluran ZIS Berkelanjutan
LAZ Hadji Kalla terus berupaya meningkatkan nilai penyaluran zakat, infaq, dan sedekah (ZIS) dalam bentuk program pemberdayaan. Strategi ini diambil untuk memastikan bahwa dana yang terkumpul memberikan manfaat yang maksimal dan berkelanjutan bagi mustahik.
Meskipun jumlah penerima bantuan mungkin terlihat stagnan, LAZ Hadji Kalla berharap peluang mustahik untuk benar-benar terentaskan dari kondisi fakir atau miskin semakin besar. Pendekatan ini menekankan kualitas dampak daripada kuantitas penerima.
Lembaga ini juga menerapkan praktik terbaik dari pengalaman internal dan metode yang telah terbukti di berbagai lembaga lain. Tujuannya adalah agar dana ZIS dapat disalurkan secara efektif, memberikan manfaat jangka panjang, dan sesuai dengan kebutuhan riil mustahik.
Advertisement
Advertisement
Prinsip Penyaluran ZIS di Pulau Sulawesi
Sebagai LAZ yang menghimpun ZIS dari perusahaan-perusahaan di bawah naungan KALLA, LAZ Hadji Kalla memegang teguh prinsip bahwa zakat yang dikumpulkan di suatu wilayah harus disalurkan di wilayah tersebut. Prinsip ini memastikan pemerataan dan relevansi penyaluran dengan kebutuhan lokal.
Oleh karena itu, mayoritas penyaluran ZIS oleh LAZ Hadji Kalla difokuskan di Pulau Sulawesi, yang merupakan wilayah kerja terbesar bagi perusahaan-perusahaan Kalla. Ini menunjukkan komitmen lembaga untuk berkontribusi langsung pada pembangunan daerah di mana mereka beroperasi.
Selain fokus pada fakir dan miskin, LAZ Hadji Kalla juga tetap mengalokasikan penyaluran ZIS kepada kelompok asnaf lainnya, seperti muallaf, fi sabilillah, dan gharimin. Bantuan yang diberikan disesuaikan dengan kebutuhan, baik berupa penguatan pengetahuan, keterampilan, bantuan barang, maupun modal usaha.
Advertisement
Sumber: AntaraNews