Bali United tengah serius membenahi sektor pertahanan, khususnya lini belakang, setelah mencatatkan tren kebobolan yang mengkhawatirkan dalam beberapa pertandingan terakhir. Tim berjuluk Serdadu Tridatu ini telah kebobolan sebanyak 10 gol hanya dalam empat laga beruntun.
Pelatih Kepala Bali United, Johnny Jansen, mengungkapkan bahwa masalah kebobolan ini mulai terlihat saat timnya berhadapan dengan Persik Kediri. Ia secara spesifik menyoroti bagaimana gol-gol tersebut terjadi, meskipun ia tetap mengapresiasi semangat juang para pemainnya.
Pelatih asal Belanda itu tidak menyalahkan sepenuhnya skuad asuhannya, melainkan memperkirakan kebobolan tersebut juga karena kualitas tangguh dari tim lawan yang dihadapi. Kini, Bali United bertekad mengembalikan situasi kurang baik ini untuk menjadi tim yang kembali kuat dengan pertahanan solid.
Advertisement
Advertisement
Evaluasi Performa Pertahanan Serdadu Tridatu
Tren kebobolan Bali United ini muncul setelah tim meraih kemenangan tandang atas PSM Makassar. Sejak pertandingan tersebut, Serdadu Tridatu belum berhasil meraih kemenangan lanjutan di putaran kedua kompetisi.
Mereka harus puas dengan hasil imbang saat melawan Semen Padang FC, dan kemudian mengalami kekalahan dari Persik Kediri, Persebaya Surabaya, serta terakhir saat menghadapi Persija Jakarta. Rentetan hasil ini menjadi sinyal penting bagi tim pelatih untuk segera melakukan perbaikan.
Padahal, sebelum putaran pertama berakhir, Bali United dikenal sebagai salah satu tim dengan catatan nirbobol beruntun terbanyak. Mereka sukses menjaga gawang tanpa kebobolan dalam enam pertandingan berturut-turut, menunjukkan kekuatan pertahanan yang solid.
Advertisement
Catatan nirbobol tersebut termasuk saat bermain imbang dengan Persis Solo dan Dewa United Banten. Selain itu, mereka juga mencatatkan kemenangan tanpa kebobolan atas Borneo FC Samarinda, PSBS Biak, Arema FC, dan PSM Makassar. Ini membuktikan bahwa sektor pertahanan mereka sebelumnya sangat kokoh.
Advertisement
Strategi Pelatih Johnny Jansen Jelang Laga Krusial
Menanggapi situasi yang kurang menguntungkan ini, Pelatih Johnny Jansen menegaskan kesiapannya untuk menggembleng para pemain, termasuk Ricky Fajrin. Sesi latihan akan difokuskan pada peningkatan fisik, teknik, dan taktik secara menyeluruh.
Jansen optimis bahwa secara keseluruhan, terutama di sektor pertahanan, Bali United memiliki fondasi yang bagus. Ia berupaya mengembalikan performa tim agar dapat mencatatkan nirbobol terbanyak dan tetap produktif dalam mencetak gol.
Persiapan intensif ini dilakukan sebagai bagian dari persiapan menghadapi laga terdekat melawan PSIM Yogyakarta. Pertandingan penting tersebut dijadwalkan berlangsung pada Senin (23/2) pukul 21.30 WITA di Stadion Sultan Agung, Bantul.
Advertisement
Laga kontra PSIM Yogyakarta akan menjadi momentum krusial bagi Bali United untuk membuktikan efektivitas dari pembenahan lini belakang. Tim bertekad untuk kembali menunjukkan kekuatan dan soliditas pertahanan yang pernah mereka miliki.
Sumber: AntaraNews