Jenazah Pilot Pelita Air Korban Kecelakaan Krayan Diterbangkan ke Jakarta

Jenazah Pilot Pelita Air, Capt. Hendrick Lodewyck Adam, yang menjadi korban insiden pesawat kargo di Krayan, Nunukan, berhasil dievakuasi dan kini diterbangkan ke Jakarta untuk diserahkan kepada keluarga.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Jenazah Pilot Pelita Air Korban Kecelakaan Krayan Diterbangkan ke Jakarta
Jenazah Pilot Pelita Air, Capt. Hendrick Lodewyck Adam, yang menjadi korban insiden pesawat kargo di Krayan, Nunukan, berhasil dievakuasi dan kini diterbangkan ke Jakarta untuk diserahkan kepada keluarga. (AntaraNews)

Jenazah pilot Pelita Air Service, Capt. Hendrick Lodewyck Adam (54), yang mengalami insiden di Krayan, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, telah berhasil dievakuasi. Setelah tiba di Tarakan, jenazah selanjutnya diterbangkan menuju Jakarta. Proses evakuasi ini berlangsung pada Jumat (20/2), sehari setelah insiden kecelakaan pesawat kargo yang menimpanya.

Pesawat kargo dengan nomor registrasi PK-PAA yang dioperasikan oleh Pelita Air mengalami kecelakaan pada Kamis (19/2). Pesawat tersebut baru saja menyelesaikan tugas pendistribusian bahan bakar minyak (BBM) ke wilayah Krayan. Informasi terakhir yang diperoleh pada pukul 15.16 WITA hari Kamis menyatakan pilot Capt. Hendrick Lodewyck Adam meninggal dunia akibat insiden tersebut.

Komandan Lapangan Udara Anang Busra Tarakan Marsekal Pertama TNI Andreas A. Dhewo menjelaskan bahwa jenazah korban tiba di Tarakan menggunakan pesawat MAF (PK-MEE) pada pukul 12.25 WITA, setelah bertolak dari Long Bawan pukul 11.38 WITA. Jenazah akan diterbangkan ke Jakarta menggunakan maskapai Batik Air sekitar pukul 14.35 WITA untuk diserahkan kepada pihak keluarga di Bogor.

Marsekal Pertama TNI Andreas A. Dhewo merinci alur pergerakan evakuasi jenazah yang penuh tantangan. Pesawat MAF berangkat dari Tarakan menuju Long Bawan pada pukul 10.20 WITA. Pesawat tersebut tiba di Long Bawan pukul 11.10 WITA untuk menjemput jenazah pilot.

Setelah penjemputan, pesawat MAF mendarat kembali di Lanud Anang Busra Tarakan pada pukul 12.25 WITA. Jenazah kemudian langsung dievakuasi menggunakan ambulans TNI AU menuju tempat pemulasaran di Gunung Lingkas, sebelum dipersiapkan menuju terminal kargo untuk penerbangan lanjutan.

Medan evakuasi di lapangan cukup menantang, mengingat lokasi jatuhnya pesawat berada sekitar 3-5 km dari area bandara. Kondisi geografis yang berbukit, terjal, dan licin menjadi hambatan. Namun, berkat kerja sama personel di lapangan, termasuk dukungan dari masyarakat setempat, jenazah dapat segera ditemukan dan dievakuasi.

Kelancaran operasi SAR ini merupakan buah dari koordinasi yang sangat baik antara berbagai pihak terkait. Pihak-pihak tersebut meliputi TNI AU, Basarnas, Polri, AirNav, BMKG, pihak bandara, manajemen Pelita Air, TNI, Polri, dan masyarakat setempat.

Marsekal Pertama TNI Andreas A. Dhewo menekankan pentingnya kolaborasi ini. Ia menyampaikan, "Alhamdulillah, puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, kolaborasi erat antar-pemangku kepentingan membuat proses ini berjalan cepat dan lancar." Pernyataan ini menggarisbawahi sinergi yang terjalin.

Dukungan penuh dari Angkatan Udara sejak awal kejadian juga menjadi faktor kunci dalam kesuksesan operasi ini. Kerja sama tim SAR gabungan di tengah kondisi sulit menunjukkan efektivitas penanganan insiden.

Setelah proses di Tarakan, jenazah Capt. Hendrick Lodewyck Adam akan diterbangkan ke Jakarta menggunakan maskapai Batik Air sekitar pukul 14.35 WITA. Setibanya di Jakarta, jenazah akan diserahkan kepada pihak keluarga di Bogor untuk proses pemakaman.

Manajemen PT Pelita Air Service telah menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya pilot yang bertugas. Pesawat yang digunakan dalam rute Long Bawan–Tarakan, tipe Air Tractor AT-802, disebut dalam kondisi laik terbang dan telah menjalani perawatan rutin.

Ucapan belasungkawa juga disampaikan oleh seluruh pemangku kepentingan yang hadir, baik itu manajemen Pelita Air, Basarnas Tarakan, Bandara Juwata Tarakan, AirNav, dan KNKT. Musibah ini meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan seluruh insan penerbangan.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi