Sebuah insiden penyerangan brutal terhadap pesawat Smart Air dengan nomor penerbangan PK-SNR terjadi di Lapangan Terbang Karowai, Papua, pada Rabu (11/2) lalu. Peristiwa nahas ini melibatkan sekitar 20 anggota Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang secara tiba-tiba menyerang pesawat. Akibat serangan keji ini, dua kru pesawat dilaporkan meninggal dunia setelah ditembak oleh para pelaku.
Kepala Operasi Satuan Tugas (Kaops Satgas) Damai Cartenz, Brigjen Pol Faizal Rahmadani, mengonfirmasi detail penyerangan tersebut berdasarkan hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Pesawat Smart Air yang hendak melanjutkan penerbangan ke Dekai, Kabupaten Yahukimo, menjadi sasaran tembakan membabi buta dari kelompok bersenjata. Penyelidikan mendalam terus dilakukan untuk mengungkap motif di balik aksi kekerasan ini.
Brigjen Pol Faizal menjelaskan bahwa penyerangan terjadi saat pilot pesawat Smart Air sedang menghidupkan mesin untuk lepas landas. Para penumpang dan kru pesawat segera berhamburan keluar untuk menyelamatkan diri dari serangan mendadak. Namun, KKB kemudian mengejar dan menembaki kedua kru hingga tewas, menambah daftar panjang korban kekerasan di Papua.
Advertisement
Advertisement
Kronologi Penyerangan dan Identifikasi Pelaku
Hasil olah TKP menunjukkan bahwa penyerangan ke pesawat Smart Air dilakukan oleh sekitar 20 anggota KKB. Kelompok bersenjata ini dilaporkan keluar dari penginapan di pinggir lapangan terbang, lalu langsung menembaki pesawat tanpa peringatan. Insiden ini menyebabkan kepanikan luar biasa di antara penumpang dan kru pesawat yang berada di lokasi.
Brigjen Pol Faizal Rahmadani menyebutkan bahwa pelaku penyerangan adalah kelompok KKB Kanibal dan Semut Merah. Kelompok ini dipimpin oleh Elkius Kobak yang berasal dari Yahukimo, menunjukkan adanya organisasi di balik aksi kekerasan tersebut. Identifikasi ini menjadi kunci bagi aparat keamanan dalam upaya penegakan hukum selanjutnya.
"Penembakan ke pesawat Smart Air dengan nomor penerbangan PK-SNR itu terjadi saat pesawat hendak melanjutkan penerbangan ke Dekai, Kabupaten Yahukimo, Rabu (11/2)," kata Kaops Satgas Damai Cartenz Brigjen Pol Faizal, Sabtu. Serangan terjadi saat pesawat baru saja mendarat sekitar pukul 10.30 WIT di Lapangan Terbang Koroway Batu.
Advertisement
Advertisement
Kerusakan Pesawat dan Korban Jiwa
Olah TKP yang dilakukan tim Satgas Damai Cartenz mengungkapkan tingkat kerusakan parah pada pesawat Smart Air. Terdapat 13 titik tembakan yang jelas terlihat di badan pesawat nahas tersebut, menunjukkan intensitas serangan yang dilancarkan KKB. Tim juga mencatat adanya 23 penomoran di sekitar lokasi kejadian, kemungkinan terkait dengan selongsong peluru atau bukti lainnya.
Para saksi mata mengungkapkan bahwa penembakan dimulai ketika pilot pesawat Smart Air sedang mempersiapkan mesin untuk penerbangan berikutnya. "KKB tiba-tiba muncul dan menembaki saat pilot pesawat Smart Air sedang menghidupkan mesin sehingga penumpang dan kru turun dari pesawat untuk menyelamatkan diri," kata Brigjen Pol Faizal. Situasi mencekam ini memaksa semua orang untuk mencari perlindungan.
Sayangnya, upaya penyelamatan diri tidak berhasil bagi semua kru. KKB kemudian mengejar dan menembaki kedua kru pesawat hingga tewas di tempat. Jenazah kedua korban telah dimakamkan di kota masing-masing, meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan rekan kerja mereka.
Advertisement
Advertisement
Penyelidikan dan Penegakan Hukum
Brigjen Pol Faizal menambahkan bahwa para saksi mengaku tidak mengenal para pelaku penyerangan. Mereka menduga bahwa anggota KKB tersebut bukan penduduk asli Korowai, mengindikasikan kemungkinan pergerakan kelompok bersenjata dari wilayah lain. Informasi ini penting untuk memetakan pola pergerakan dan jaringan KKB di Papua.
Saat ini, Satgas Damai Cartenz terus melakukan upaya penegakan hukum secara intensif terhadap para pelaku penyerangan. Tujuan utama adalah menangkap dan memproses hukum semua pihak yang terlibat dalam aksi kekerasan ini. Kehadiran aparat keamanan diharapkan dapat memberikan rasa aman bagi masyarakat dan mencegah terulangnya insiden serupa di masa depan.
Pemerintah Indonesia melalui aparat keamanan berkomitmen penuh untuk menjaga stabilitas dan keamanan di Papua. Penegakan hukum terhadap KKB merupakan langkah krusial untuk memastikan bahwa setiap tindakan kriminal bersenjata tidak akan dibiarkan tanpa konsekuensi. Upaya ini juga sejalan dengan agenda pembangunan kesejahteraan di Bumi Cenderawasih.
Advertisement
Sumber: AntaraNews