Kecelakaan terjadi di perbatasan Desa Bonto Lojong dan Kayu Loe, Kabupaten Bantaeng, Kamis (13/8), saat satu unit pikap mengangkut 12 mahasiswa Universitas Hasanuddin sedang melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN). Kecelakaan tersebut terjadi diduga akibat rem mobil pikap mengalami rem blong.
Kepala Sub Direktorat Hubungan Masyarakat dan Dokumentasi Direktorat Komunikasi/Sekretariat Rektor Universitas Hasanuddin Ishaq Rahman mengatakan rombongan diangkut mobil pikap mengalami kecelakaan adalah mahasiswa KKN Unhas Gelombang 116. Sebanyak 12 mahasiswa mengalami luka akibat kejadian tersebut.
"Rombongan mahasiswa KKN Unhas Gelombang 116 yang berposko di Desa Kayu Loe, Kabupaten Bantaeng, mengalami kecelakaan tunggal yang cukup serius," kata Ishaq melalui keterangan tertulisnya, Jumat (14/8).
Ishaq menjelaskan kronologi kejadian berawal saat mahasiswa KKN Unhas Gelombang 116 di Kabupaten Bantaeng menghadiri kegiatan penutupan KKN. Acara penutupan tersebut dirangkaikan dengan penghijauan serentak di lokasi Pinus Rombeng, Desa Bonto Lojong.
"Dalam perjalanan pulang, mobil pikap terbuka yang ditumpangi oleh 12 mahasiswa dari Posko Kayu Loe mengalami kecelakaan tunggal," tutur dia.
Advertisement
Penyebab Kecelakaan
Berdasarkan informasi, menurut Ishaq, kecelakaan terjadi akibat rem mengalami blong saat berada di perbatasan Desa Bonto Lojong dengan Kayu Loe. Akibatnya, sopir memilih untuk menabrakkan mobilnya ke pohon di pinggir jalan.
"Akibatnya, mobil terbalik dan berguling ke sisi jalan yang lebih rendah," kata dia.
Warga sekitar melihat kecelakaan tersebut, langsung membantu membantu dan mengevakuasi mahasiswa. Koordinator Dosen Pendamping Kegiatan (DPK) KKN Kabupaten Bantaeng, Putri F Nurdin bergerak ke lokasi, dan langsung menghubungi Public Savety Center (PSC).
"Dalam waktu sekitar 10 menit, Tim Medis dari PSC Cabang Loka tiba di lokasi dan memberikan penanganan awal sambil menunggu ambulance. Seluruh mahasiswa korban kecelakaan kemudian dievakuasi menuju RS Anwar Makkatutu, Bantaeng, dan langsung memperoleh penanganan di Unit Gawat Darurat (UGD)," kata Ishaq.
Ishaq mengungkapkan kondisi mahasiswa setelah kecelakaan tersebut yakni lima orang dalam kondisi sehat dan stabil, empat orang alami cedera ringan. Sementara 3 orang perlu observasi lanjut termasuk foto x-ray.
"Hasil foto x-ray menunjukkan satu orang alami keseleo kaki, dan satu orang terindikasi fraktur di paha," ujar dia.
Kepala Sub Direktorat Pembelajaran Berbasis Masyarakat Unhas Suleha Thamrin menyampaikan apresiasi kepada respons cepat dari DPK KKN di lokasi. Dia berharap para mahasiswa dapat terus hati-hati dalam melaksanakan aktivitas di penghujung masa KKN.
"Kegiatan KKN Unhas Gelombang 116 memasuki masa akhir. Penutupan KKN dan penarikan mahasiswa dari lokasi berlangsung secara bertahap, sejak Rabu-Sabtu. Untuk Kabupaten Bantaeng sendiri, penarikan mahasiswa KKN akan berlangsung tanggal 14 Agustus 2026," tandasnya.