Kepolisian Resor Kota (Polresta) Malang Kota menegaskan komitmennya dalam menjalankan pelayanan yang profesional kepada masyarakat. Hal ini dilakukan demi menjaga dan memperkuat kepercayaan publik terhadap institusi Polri.
Kepala Polresta Malang Kota Kombes Pol Putu Kholis Aryana menyampaikan bahwa setiap personel harus mengedepankan prinsip humanis, cepat, dan tepat dalam setiap tindakan. Penekanan ini disampaikan di Kota Malang, Jawa Timur, pada Sabtu (14/2).
Langkah ini merupakan bagian dari upaya transformasi besar Polri yang sejalan dengan amanah Presiden Prabowo Subianto. Kecepatan dan ketepatan pengambilan keputusan menjadi kunci agar kehadiran polisi benar-benar dirasakan manfaatnya oleh warga.
Advertisement
Advertisement
Polri terus bertransformasi menuju perubahan besar dalam memberikan layanan terbaik kepada masyarakat. Kombes Pol Putu Kholis Aryana menekankan pentingnya pelayanan yang humanis, cepat, dan tepat.
Pihaknya berkomitmen untuk melakukan penguatan internal guna mengoptimalkan tugas pelayanan bagi masyarakat. Hal ini termasuk meningkatkan soliditas serta kesiapan personel dalam menghadapi dinamika keamanan dan sosial.
Transformasi ini juga menindaklanjuti arahan Presiden Prabowo Subianto yang menginginkan Polri terus bergerak maju. Perubahan ini sangat penting seiring dengan perkembangan situasi sosial, ekonomi, dan teknologi di tengah masyarakat.
Advertisement
Polresta Malang Kota berupaya memastikan bahwa setiap interaksi dengan warga meninggalkan kesan positif. Tujuannya agar pelayanan tidak justru melukai hati masyarakat, melainkan membangun kedekatan.
Advertisement
Dalam konsep keamanan, Polresta Malang Kota tidak hanya mengedepankan pendekatan reaktif terhadap dinamika sosial. Sebaliknya, langkah preventif dan preemtif diutamakan untuk membendung potensi gangguan sedini mungkin.
Kombes Pol Putu Kholis Aryana menjelaskan bahwa pendekatan preventif dan preemtif adalah strategi penting. Ini memungkinkan deteksi dini dan pencegahan masalah sebelum berkembang menjadi lebih besar.
“Aman bukan berarti tidak ada apa-apa, tetapi bagaimana potensi gangguan bisa dideteksi lebih awal dan dicegah sebelum berkembang menjadi masalah,” ujar Putu.
Advertisement
Strategi ini bertujuan untuk menciptakan lingkungan yang stabil dan kondusif bagi seluruh warga Kota Malang. Dengan demikian, rasa aman dapat dirasakan secara berkelanjutan oleh masyarakat.
Advertisement
Setiap personel Polresta Malang diminta untuk meningkatkan koordinasi dan kolaborasi dengan seluruh elemen masyarakat. Tujuannya agar pola pengamanan Kota Malang serta antisipasi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) berjalan maksimal.
Instruksi ini juga menjadi bagian dari persiapan seluruh anggota menyongsong bulan Ramadhan. Kesiapan ini berlanjut hingga pelaksanaan Operasi Ketupat Semeru 2026 dalam rangka pengamanan momen Idul Fitri.
Polresta Malang Kota bertekad untuk memastikan kelancaran dan keamanan selama periode penting tersebut. Hal ini menunjukkan komitmen Polri dalam melayani dan melindungi masyarakat di setiap kesempatan.
Advertisement
Sumber: AntaraNews