Sinergi Humas D-8: Kemlu Dorong Narasi Keketuaan Indonesia di Panggung Global

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) mendorong sinergi humas pemerintah untuk menggaungkan pesan keketuaan Indonesia di D-8, memastikan narasi penting ini sampai ke masyarakat luas.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Sinergi Humas D-8: Kemlu Dorong Narasi Keketuaan Indonesia di Panggung Global
Kementerian Luar Negeri (Kemlu) mendorong sinergi humas pemerintah untuk menggaungkan pesan keketuaan Indonesia di D-8, memastikan narasi penting ini sampai ke masyarakat luas. (AntaraNews)

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Republik Indonesia secara aktif mendorong sinergi antara humas kementerian dan lembaga pemerintah. Langkah ini bertujuan untuk memastikan narasi keketuaan Indonesia di organisasi Developing Eight (D-8) tersampaikan secara efektif kepada masyarakat luas maupun dunia internasional. Upaya ini merupakan bagian dari strategi komunikasi yang terintegrasi untuk memperkuat posisi Indonesia di kancah global.

Direktur Jenderal Kerja Sama Multilateral Kemlu RI, Tri Tharyat, dalam forum tematik Badan Koordinasi Hubungan Masyarakat (Bakohumas) di Jakarta, Kamis (12/2), menekankan pentingnya organisasi D-8. Menurutnya, D-8 memiliki posisi strategis di tengah dinamika global dan potensi ekonomi yang signifikan. Keketuaan Indonesia di D-8 menempatkan forum ini sebagai kekuatan ekonomi nyata Global South yang semakin relevan di tengah fragmentasi geopolitik dan geoekonomi global.

Forum Bakohumas ini dihadiri oleh lebih dari 100 perwakilan humas kementerian/lembaga pemerintah. Diskusi dalam forum ini berfokus pada upaya menjaga konsistensi narasi, memperkuat amplifikasi komunikasi, dan memastikan keberlanjutan pesan keketuaan Indonesia di D-8. Tujuannya adalah agar agenda kepemimpinan Indonesia di D-8 dapat dipahami dan didukung oleh seluruh lapisan masyarakat.

Pentingnya Keketuaan Indonesia di D-8

Organisasi D-8 dianggap sangat vital bagi Indonesia, mengingat potensi ekonomi yang terkandung di dalamnya serta perannya dalam arsitektur ekonomi global di masa depan. Tri Tharyat menyoroti kajian lembaga PwC bertajuk "The World in 2050" yang memproyeksikan seluruh negara anggota pendiri D-8, tidak termasuk Azerbaijan, akan menjadi bagian dari 25 ekonomi terbesar sedunia pada tahun tersebut. Hal ini menegaskan besarnya prospek ekonomi jangka panjang dan peran strategis D-8.

Keketuaan Indonesia di D-8 periode 2026—2027 mengusung tema "Menavigasi Pergeseran Global: Memperkuat Kesetaraan, Solidaritas, dan Kerja Sama untuk Kemakmuran Bersama." Tema ini mendorong adaptasi terhadap dinamika ekonomi global, inklusivitas, dan ketahanan, sejalan dengan visi Indonesia untuk berkontribusi pada kemakmuran bersama di antara negara-negara anggota.

Peran Krusial Humas Pemerintah dalam Menggaungkan D-8

Direktur Jenderal Komunikasi Publik dan Media Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) RI, Fifi Aleyda Yahya, menegaskan pentingnya orkestrasi narasi keketuaan D-8 Indonesia yang terintegrasi, berbasis data, dan berdampak nyata. Ia menekankan bahwa strategi komunikasi oleh humas pemerintah harus diarahkan agar D-8 tidak hanya dipahami sebagai agenda elite, melainkan sebagai badan yang benar-benar memberi manfaat konkret bagi masyarakat biasa.

“Kepemimpinan global tidak cukup ditunjukkan lewat forum internasional. Ia harus dipahami oleh rakyatnya sendiri. Di sinilah peran humas pemerintah menjadi sangat krusial,” kata Fifi. Dirjen Komdigi tersebut berharap agenda Indonesia dalam organisasi D-8 yang masuk dalam agenda media dapat menjadi percakapan di kalangan publik, sehingga masyarakat dapat merasakan langsung dampak positif dari keketuaan ini.

Strategi Komunikasi dan Tema Keketuaan D-8

Forum Bakohumas menjadi wadah strategis untuk menyamakan isu sentral dan memperkuat pemahaman terkait D-8 di kalangan humas pemerintah. Dengan demikian, narasi bersama dapat ditingkatkan dalam merespons dinamika media dan informasi publik. Sinergi humas D-8 ini diharapkan mampu menciptakan pesan yang konsisten dan teramplifikasi secara luas.

Melalui konsistensi narasi dan amplifikasi komunikasi yang kuat, pesan keketuaan Indonesia di D-8 dapat terus berkelanjutan. Hal ini penting untuk memastikan bahwa tujuan dan manfaat dari kerja sama ekonomi D-8 dapat tersosialisasikan dengan baik, baik di tingkat nasional maupun internasional. Dengan demikian, peran Indonesia sebagai pemimpin Global South dapat semakin diperkuat.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi