Iran Dorong Anggota D8 Beri Dukungan Ekonomi untuk Palestina dan Sanksi Israel

Iran mendesak negara anggota D8 untuk memberikan dukungan ekonomi signifikan bagi Palestina dan menerapkan sanksi terhadap Israel. Apa langkah konkret D8 dalam konflik ini untuk menghentikan pelanggaran hak asasi manusia?

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Iran Dorong Anggota D8 Beri Dukungan Ekonomi untuk Palestina dan Sanksi Israel
Duta Besar Iran menyerukan negara-negara D8 untuk memberikan dukungan ekonomi Palestina dan menjatuhkan sanksi kepada pihak yang menyerang, menjelang KTT D8 di Jakarta. (AntaraNews)

Duta Besar Republik Islam Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, mendesak negara-negara anggota D8 untuk memberikan bantuan ekonomi kepada Palestina. Desakan ini juga disertai seruan untuk menjatuhkan sanksi ekonomi terhadap Israel yang terus melakukan serangan terhadap rakyat Palestina yang tertindas.

Pernyataan ini disampaikan Boroujerdi dalam sebuah wawancara khusus di Jakarta, menanggapi pertanyaan mengenai upaya konkret yang dapat dilakukan negara anggota D8. Upaya tersebut bertujuan memberikan dukungan berarti bagi perjuangan Palestina.

Desakan ini muncul menjelang KTT D8 yang akan diselenggarakan pada bulan April, di mana Indonesia menjadi tuan rumah. KTT ini akan menyambut para pemimpin dari negara-negara anggota D8, termasuk Iran, Turki, Malaysia, Pakistan, Bangladesh, Mesir, Nigeria, dan Azerbaijan.

Desakan Bantuan Ekonomi dan Sanksi Tegas

Duta Besar Boroujerdi menegaskan bahwa bantuan paling konkret yang dapat diberikan kepada rakyat Palestina adalah dukungan ekonomi. Selain itu, penting juga untuk menerapkan sanksi terhadap Israel dan negara-negara lain yang mendukung tindakan mereka.

Menurutnya, jika ada negara yang ingin membantu Palestina dan mencapai perdamaian, tekanan harus diberikan kepada Israel. Tekanan ini bertujuan menghentikan pendudukan wilayah Palestina, menghentikan serangan, dan menghentikan penyerangan terhadap negara-negara tetangga.

Ia juga menambahkan bahwa pengakuan terhadap Israel sebagai sebuah negara tidak akan benar-benar membantu membawa perdamaian bagi rakyat Palestina. Hal ini mengingat salah satu pihak dalam konflik tidak percaya pada perdamaian.

Pelanggaran HAM dan Standar Ganda

Boroujerdi menyoroti bahwa lebih dari 75 ribu orang telah meninggal dunia akibat pendudukan Israel, dengan sebagian besar korban adalah anak-anak dan wanita. Serangan Israel ini merupakan pelanggaran hak asasi manusia yang terang-terangan dan terus berlangsung di hadapan mata komunitas internasional.

Duta Besar Iran tersebut juga mempertanyakan adanya standar ganda dalam penerapan nilai-nilai demokrasi dan hak asasi manusia. Ia berpendapat bahwa jika demokrasi dan hak asasi manusia dianggap baik untuk sebagian besar dunia, maka seharusnya juga baik untuk rakyat Palestina.

Ia menekankan perlunya mengakhiri standar ganda ini untuk mencapai perdamaian yang sejati. Ini berarti bahwa nilai-nilai universal harus berlaku secara konsisten untuk semua pihak, termasuk Palestina.

Solusi Demokrasi dan Penentuan Nasib Sendiri

Iran percaya bahwa satu-satunya cara untuk membantu rakyat Palestina adalah dengan mengesampingkan standar ganda dan berpegang pada demokrasi sejati serta kepedulian nyata terhadap hak asasi manusia di wilayah tersebut.

Boroujerdi berpendapat bahwa harus ada dukungan bagi rakyat Palestina untuk memilih dan menentukan nasib mereka sendiri, tanpa memandang latar belakang agama atau ras. Semua warga Palestina, termasuk semua agama, harus bersatu dan berpartisipasi dalam pemilihan umum.

Apapun hasil pilihan mereka, semua pihak, termasuk Iran, akan menerimanya. Ini adalah pendekatan yang dianggap Iran sebagai jalan menuju perdamaian dan keadilan yang berkelanjutan.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi