Pemerintah Kabupaten Aceh Barat memastikan akan membeli puluhan ekor ternak, baik kerbau maupun sapi, sebagai bagian dari tradisi meugang. Pembelian ini didanai dari bantuan Presiden Prabowo Subianto sebesar Rp1 miliar yang telah diterima oleh pemerintah setempat. Tujuannya adalah untuk menyalurkan daging segar kepada masyarakat di setiap lokasi bencana alam banjir bandang yang terjadi di wilayah tersebut.
Bupati Aceh Barat Tarmizi, didampingi Wakil Bupati Said Fadheil di Meulaboh, Kamis, menjelaskan bahwa ada 52 desa prioritas yang terdampak bencana alam. Desa-desa ini akan mendapatkan bantuan daging segar dalam rangka tradisi meugang menyambut bulan suci Ramadhan tahun ini. Inisiatif ini diharapkan dapat meringankan beban warga yang tengah berjuang memulihkan diri dari dampak banjir.
Bantuan dari Presiden Prabowo ini merupakan bagian dari total dana sebesar Rp72,7 miliar lebih yang disalurkan untuk tradisi meugang di seluruh Aceh. Dana tersebut ditransfer melalui mekanisme Sekretariat Presiden langsung ke 19 pemerintah kabupaten/kota pada Selasa, 10 Februari 2026. Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah menegaskan bahwa penyaluran kepada masyarakat akan dilakukan oleh masing-masing pemerintah daerah setelah dana diterima.
Advertisement
Advertisement
Alokasi Bantuan Presiden Prabowo untuk Meugang di Aceh
Presiden Prabowo Subianto telah menyalurkan bantuan signifikan untuk tradisi meugang di Aceh, khususnya bagi masyarakat terdampak bencana. Total dana yang ditransfer mencapai Rp72.750.000.000. Bantuan ini merupakan wujud kepedulian pemerintah pusat terhadap kondisi masyarakat Aceh yang baru saja menghadapi musibah banjir bandang.
Dana tersebut disalurkan melalui mekanisme transfer langsung dari Sekretariat Presiden. Sebanyak 19 pemerintah kabupaten/kota di Aceh menerima alokasi ini secara proporsional. Proses transfer dilakukan pada Selasa, 10 Februari 2026, memastikan bahwa dana dapat segera digunakan untuk persiapan meugang.
Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, menegaskan bahwa penyaluran bantuan kepada masyarakat akan menjadi tanggung jawab masing-masing pemerintah kabupaten/kota. Hal ini dilakukan setelah dana tersebut diterima oleh daerah-daerah yang terkena dampak banjir alam. Langkah ini bertujuan untuk memastikan distribusi yang efisien dan tepat sasaran kepada warga yang membutuhkan.
Advertisement
Advertisement
Strategi Pemkab Aceh Barat dalam Pembelian Ternak
Pemerintah Kabupaten Aceh Barat berencana membeli puluhan ekor ternak, baik kerbau maupun sapi, untuk memenuhi kebutuhan daging segar saat meugang. Pembelian ini didanai dari bantuan Presiden Prabowo sebesar Rp1 miliar yang diterima oleh pemerintah setempat. Langkah strategis ini diambil untuk memastikan ketersediaan daging bagi masyarakat di lokasi bencana.
Bupati Aceh Barat Tarmizi mengungkapkan estimasi harga jual ternak kerbau di wilayahnya, yaitu sekitar Rp20 juta per ekor. Satu ekor ternak diperkirakan dapat menghasilkan 100 hingga 120 kilogram daging. Daging ini nantinya akan dibagikan kepada warga di 52 desa prioritas yang terdampak bencana alam, memastikan mereka dapat merayakan tradisi meugang.
Setelah dilakukan kalkulasi dari total 52 desa yang terdampak, terdapat kekurangan tiga ekor ternak dari kebutuhan yang ada. Tarmizi menyebutkan bahwa kekurangan ini akan ditutupi oleh pemerintah daerah. Dana tambahan berasal dari bantuan yang telah dikumpulkan oleh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Aceh Barat, menunjukkan solidaritas internal.
Advertisement
Advertisement
Makna Meugang dan Dukungan Pemerintah bagi Korban Banjir
Tradisi meugang merupakan bagian penting dari budaya masyarakat Aceh dalam menyambut bulan suci Ramadhan. Penyaluran daging segar ini tidak hanya memenuhi kebutuhan pangan, tetapi juga menjadi bentuk kepedulian dan dukungan moral bagi masyarakat yang baru saja menghadapi musibah banjir bandang. Ini adalah upaya untuk menjaga semangat dan tradisi di tengah kesulitan.
Bantuan Presiden Prabowo dan inisiatif Pemkab Aceh Barat menjadi angin segar bagi ribuan warga terdampak. Mereka dapat merayakan tradisi meugang dengan layak, meskipun dalam kondisi pemulihan pascabencana. Hal ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam menjaga kesejahteraan sosial dan budaya masyarakat Aceh.
Keterlibatan ASN dalam menutupi kekurangan ternak juga mencerminkan semangat gotong royong yang kuat di Aceh Barat. Solidaritas ini memperkuat ikatan sosial di tengah masyarakat yang sedang berjuang. Dukungan menyeluruh ini diharapkan dapat mempercepat proses pemulihan dan mengembalikan semangat warga Aceh Barat pascabencana.
Advertisement
Sumber: AntaraNews