Presiden Prabowo Dorong Peningkatan SDM Perikanan untuk Industri Nasional

Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan percepatan Peningkatan SDM Perikanan guna memenuhi kebutuhan industri kelautan yang terus berkembang pesat. Simak detail arahan strategis ini untuk masa depan perikanan Indonesia.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Presiden Prabowo Dorong Peningkatan SDM Perikanan untuk Industri Nasional
Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan percepatan Peningkatan SDM Perikanan guna memenuhi kebutuhan industri kelautan yang terus berkembang pesat. Simak detail arahan strategis ini untuk masa depan perikanan Indonesia. (AntaraNews)

Presiden Prabowo Subianto memberikan arahan penting terkait sektor perikanan nasional. Arahan ini berfokus pada persiapan sumber daya manusia (SDM) untuk mendukung pertumbuhan industri tersebut.

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto, menerima tugas ini secara langsung dari Presiden. Pertemuan tersebut berlangsung di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta pada Kamis.

Presiden menekankan perlunya SDM yang kompeten seiring dengan pembukaan banyak perusahaan perikanan baru di Indonesia. Ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat ekonomi maritim dan memastikan keberlanjutan sektor perikanan.

Menteri Brian Yuliarto menjelaskan bahwa tugas utamanya adalah memastikan ketersediaan tenaga kerja yang berkualitas. Tenaga kerja ini harus memiliki keterampilan yang relevan dan dibutuhkan oleh industri perikanan.

Keterampilan tersebut sangat penting untuk mendukung berbagai program yang diinisiasi oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Hal ini mencakup berbagai aspek dari hulu hingga hilir industri, termasuk teknologi penangkapan, budidaya, dan pengolahan hasil perikanan.

Pembahasan dalam rapat juga menyentuh percepatan pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih. Selain itu, penguatan ekosistem industri perikanan nasional juga menjadi agenda utama yang dibahas.

Ini termasuk konsolidasi galangan kapal dan perluasan pengolahan hilir untuk menciptakan rantai nilai yang lebih kuat dan berkelanjutan. Tujuan akhirnya adalah meningkatkan daya saing produk perikanan Indonesia di pasar global.

Ketua Badan Pengatur BUMN (BP BUMN), Dony Oskaria, turut hadir dalam pertemuan penting tersebut. Ia menyampaikan bahwa kampung nelayan akan diintegrasikan ke dalam sebuah ekosistem terpadu.

Ekosistem ini akan dikelola oleh perusahaan perikanan milik negara, PT Agrinas Jaladri Nusantara (Persero). Pengembangan kampung nelayan tidak hanya sebatas infrastruktur fisik, tetapi juga mencakup operasional bisnis.

Pengembangan juga harus memastikan penyediaan off-taker untuk produksi mereka, guna menjamin pasar bagi hasil tangkapan nelayan. Ini memastikan keberlanjutan ekonomi bagi para nelayan dan komunitas pesisir.

Oskaria menambahkan bahwa penguatan industri galangan kapal merupakan komponen krusial dari strategi ini. Ia mengapresiasi KKP atas upaya mendorong pertumbuhan sektor maritim dan perikanan.

Untuk meningkatkan kapasitas nasional, konsolidasi galangan kapal akan dilakukan di bawah PT PAL Indonesia. PT PAL Indonesia adalah perusahaan manufaktur maritim milik negara.

Dony Oskaria memastikan bahwa proses konsolidasi ini diharapkan selesai dalam waktu dekat. Langkah ini dipandang optimis akan menciptakan lapangan kerja baru yang signifikan.

Terutama bagi lulusan arsitektur angkatan laut dan bidang terkait, yang akan mendukung industri maritim Indonesia. Ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam mengembangkan industri perkapalan secara menyeluruh dan berkelanjutan.

Konsolidasi ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dan daya saing industri galangan kapal nasional. Serta mendukung kemandirian dalam pembangunan armada perikanan dan pertahanan maritim Indonesia.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi