Pemprov NTT Dorong Sinergi Lintas Sektor untuk Pemenuhan Hak Disabilitas

Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (Pemprov NTT) memperkuat sinergi lintas sektor dan jaringan lokal demi pemenuhan hak anak serta remaja disabilitas, wujudkan pembangunan inklusif dan berkelanjutan.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Pemprov NTT Dorong Sinergi Lintas Sektor untuk Pemenuhan Hak Disabilitas
Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (Pemprov NTT) memperkuat sinergi lintas sektor dan jaringan lokal demi pemenuhan hak anak serta remaja disabilitas, wujudkan pembangunan inklusif dan berkelanjutan. (AntaraNews)

Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (Pemprov NTT) secara aktif mendorong sinergi lintas sektor dan memperkuat jaringan lokal. Upaya ini bertujuan mendukung penuh pemenuhan hak anak dan remaja penyandang disabilitas di wilayah tersebut. Inisiatif ini sejalan dengan komitmen Pemprov NTT dalam mewujudkan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan bagi seluruh warganya.

Pelaksana Tugas Asisten I Sekda NTT, Kanisius Mau, menyampaikan pernyataan ini di Kupang pada Kamis, 12 Februari. Pernyataan tersebut disampaikan dalam acara peluncuran Program Building Effective Network (BEN) serta pembentukan Cluster Coordination Network (CCN) Provinsi NTT. Program BEN dirancang untuk mendorong inklusivitas bagi anak dan remaja penyandang disabilitas di tiga wilayah.

Program ini akan diimplementasikan di Kota Kupang, Kabupaten Manggarai, dan Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS). Kolaborasi ini diharapkan dapat memastikan akses yang lebih baik terhadap pelayanan kesehatan dan sosial. Selain itu, inisiatif ini juga berfokus pada pemberdayaan ekonomi bagi penyandang disabilitas.

Komitmen Pemprov NTT dan Program Inklusif

Kanisius Mau menegaskan bahwa kolaborasi lintas sektor ini merupakan bagian integral dari komitmen Pemprov NTT. Komitmen tersebut berfokus pada pembangunan yang inklusif, adil, dan berkelanjutan. Terutama, hal ini ditujukan bagi anak-anak dan orang muda penyandang disabilitas, agar mereka memiliki akses setara terhadap pelayanan dasar.

Implementasi Program BEN di NTT memerlukan penguatan kolaborasi antara pemerintah daerah, organisasi masyarakat sipil, dan organisasi penyandang disabilitas. Sinergi lintas sektor ini esensial untuk mendukung pemenuhan kebutuhan anak dan orang muda disabilitas, termasuk layanan dasar serta upaya pemberdayaan yang komprehensif.

Pemprov NTT berkomitmen menjadi mitra aktif dalam program BEN, memastikan setiap kebijakan dan program sejalan dengan semangat inklusivitas. Mereka berharap para pemangku kepentingan memperoleh pemahaman menyeluruh tentang kerangka kerja program. Selain itu, diharapkan juga terbangun tata kelola jejaring yang kolaboratif dan berkelanjutan.

Tantangan dan Pentingnya Kolaborasi

Anak-anak dan orang muda dengan disabilitas masih menghadapi berbagai tantangan signifikan dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, setiap perangkat daerah diharapkan memiliki program atau kegiatan yang menyasar pemberdayaan mereka. Ini termasuk optimalisasi potensi, terutama dalam aspek ekonomi.

Direktur Ayo Indonesia, Tarsisius Hurmali, menjelaskan bahwa Program BEN adalah bagian dari upaya mewujudkan cita-cita negara yang inklusif. Fokus utamanya adalah terhadap penyandang disabilitas, khususnya anak-anak dan remaja.

Program ini tidak hanya dikelola oleh mitra utama, tetapi juga melibatkan berbagai elemen melalui jejaring kerja. Elemen tersebut meliputi pemangku kepentingan, penerima manfaat, serta anak dan remaja penyandang disabilitas. Termasuk juga mereka yang terdampak kusta, orang tua, dan pemangku kepentingan kunci dari unsur pemerintah.

Peran Mitra Lokal dan Harapan Masa Depan

Tarsisius Hurmali mengapresiasi kolaborasi mitra lokal pelaksana Program BEN di NTT. Mitra-mitra ini meliputi Perkumpulan Keluarga Berencana (PKBI) NTT, Gerakan Advokasi Transformasi Disabilitas untuk Inklusi (Garamin) NTT, dan Persatuan Tuna Netra Indonesia (Pertuni) Kota Kupang.

Selain itu, terdapat juga Yayasan Ayo Indonesia, Yayasan CIS Timor, Yayasan Karya Murni, dan KIPDA Kabupaten TTS. Semua mitra ini bekerja sama dengan dukungan dari organisasi internasional Liliane Fonds dan NLR Indonesia.

Harapannya, isu inklusivitas ini tidak hanya menjadi perhatian segelintir pihak, tetapi menjadi perhatian masyarakat NTT secara keseluruhan. Bahkan, diharapkan isu ini menjadi perhatian masyarakat Indonesia pada umumnya. Sinergi lintas sektor ini krusial untuk mencapai tujuan tersebut.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi