Penalti Dramatis Diego Mauricio, Semen Padang Kalahkan Persita dan Tinggalkan Zona Degradasi

Gol penalti Diego Mauricio di menit akhir memastikan Semen Padang Kalahkan Persita 1-0, membawa tim berjuluk Kabau Sirah naik peringkat dan semakin dekat keluar dari zona degradasi BRI Super League 2025-2026.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Penalti Dramatis Diego Mauricio, Semen Padang Kalahkan Persita dan Tinggalkan Zona Degradasi
Gol penalti Diego Mauricio di menit akhir memastikan Semen Padang Kalahkan Persita 1-0, membawa tim berjuluk Kabau Sirah naik peringkat dan semakin dekat keluar dari zona degradasi BRI Super League 2025-2026. (AntaraNews)

Semen Padang FC berhasil meraih kemenangan penting saat menjamu Persita Tangerang dalam lanjutan BRI Super League musim 2025-2026. Pertandingan yang digelar di Stadion GOR Haji Agus Salim, Kota Padang, pada Minggu (8/2) ini berakhir dengan skor tipis 1-0 untuk keunggulan tuan rumah.

Gol tunggal Semen Padang dicetak oleh Diego Mauricio melalui titik putih pada menit-menit tambahan waktu babak kedua. Kemenangan dramatis ini menjadi hasil krusial bagi Kabau Sirah dalam upaya mereka untuk memperbaiki posisi di klasemen sementara.

Pelatih Semen Padang FC, Dejan Antonic, menyatakan kegembiraannya atas performa dan kerja keras para pemainnya. Hasil positif ini tidak hanya mengamankan tiga poin, tetapi juga memberikan dorongan moral yang signifikan bagi tim.

Drama Penalti dan Peran VAR dalam Kemenangan Semen Padang

Momen krusial pertandingan terjadi menjelang berakhirnya babak kedua, ketika Semen Padang FC mendapatkan hadiah penalti. Insiden ini bermula dari skema serangan yang dibangun tim tuan rumah, yang kemudian berujung pada pelanggaran di kotak terlarang Persita Tangerang.

Wasit Muhammad Iqballuddin segera menunjuk titik putih, meskipun keputusan tersebut sempat memicu protes keras dari pemain dan ofisial Persita Tangerang. Pertandingan sempat terhenti sejenak untuk menunggu konfirmasi keputusan.

Setelah melakukan peninjauan melalui Video Assistant Referee (VAR), wasit akhirnya mengonfirmasi bahwa Semen Padang berhak atas tendangan penalti. Diego Mauricio yang menjadi eksekutor berhasil menjalankan tugasnya dengan sempurna, mengubah skor menjadi 1-0.

Gol semata wayang ini tidak hanya memastikan kemenangan Semen Padang, tetapi juga menunjukkan pentingnya teknologi VAR dalam pengambilan keputusan penting di lapangan.

Semen Padang Tinggalkan Zona Degradasi dan Kado Ulang Tahun Dejan Antonic

Kemenangan atas Persita Tangerang membawa Semen Padang FC naik satu peringkat di klasemen sementara BRI Super League 2025-2026. Dari posisi 17, Kabau Sirah kini menempati peringkat 16, mengumpulkan 15 poin dari 20 pertandingan.

Perolehan poin ini sama dengan Persijap di urutan 17, namun Semen Padang unggul dalam selisih gol. Mereka kini hanya terpaut dua poin dari PSBS Biak yang berada di atas zona degradasi.

Di saat yang bersamaan, PSBS Biak menelan kekalahan 0-2 dari PSM Makassar, yang semakin membuka peluang bagi Semen Padang untuk keluar dari zona merah. Tren positif ini menjadi momentum penting di bawah arahan pelatih Dejan Antonic.

Kemenangan ini juga menjadi kado istimewa bagi pelatih berkebangsaan Serbia tersebut, yang baru saja merayakan hari ulang tahunnya. "Saya senang sekali kita bisa menang 1-0 berkat anak-anak sudah bekerja keras," ujar Dejan Antonic.

Kekecewaan Persita Tangerang atas Hasil Laga

Di sisi lain, pelatih Persita Tangerang, Carlos Pena, mengungkapkan kekecewaannya atas hasil pertandingan. Menurutnya, kedua tim tidak terlalu banyak menciptakan peluang berarti sepanjang laga.

Namun, Semen Padang FC berhasil memanfaatkan satu-satunya peluang emas mereka melalui tendangan penalti. "Kami kecewa, kami kehilangan poin dan itu sudah terjadi beberapa kali," kata Carlos Pena.

Kekalahan ini menambah daftar panjang kekecewaan bagi Persita yang merasa sering kehilangan poin dalam situasi serupa. Tim berjuluk Pendekar Cisadane itu harus segera berbenah untuk menghadapi pertandingan selanjutnya.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi