Meluas di Lereng Butak, Kebakaran Hutan Pinus Dekati Permukiman

Kebakaran hutan pinus di lereng Gunung Butak, Ngawi, meluas hingga sekitar 40 hektare. Petugas menghadapi pohon rawan tumbang saat pemadaman.

Hermawan Arifianto
Oleh Hermawan Arifianto - Reporter
Meluas di Lereng Butak, Kebakaran Hutan Pinus Dekati Permukiman
Proses pemadaman Gunung Buthak dari tim BPBD Ngawi. (Liputan6.com/ Hermawan Arifianto)

Upaya pemadaman kebakaran hutan pinus di lereng Gunung Butak, Desa Kuniran, Kecamatan Sine, Kabupaten Ngawi, hingga Selasa (29/9/2026) masih terkendala medan terjal dan kondisi vegetasi yang kering. Keselamatan personel menjadi prioritas karena banyak pohon pinus yang rapuh dan berisiko tumbang.

Kebakaran yang mulai melahap kawasan hutan sejak Minggu malam (27/9/2026) telah menghanguskan area kurang lebih 40 hektare. Api cepat merambat dari Petak 2A1 ke Petak 2A2 di wilayah RPH Salam, BKPH Lawu Utara, KPH Lawu Ds.

Kapolsek Sine AKP Heri Riyanto menyebut petugas sangat selektif menentukan posisi aman saat melakukan pemadaman di lapangan.

"Sulit dipadamkan karena pohon rawan tumbang," ujarnya, Selasa (29/9/2026).

Sesaat setelah petugas bergeser mencari lokasi yang lebih aman, sebuah pohon pinus berukuran besar dilaporkan ambruk di titik yang sebelumnya mereka tempati.

Asal Kebakaran dan Antisipasi di Sumbersari

Sekretaris Desa Kuniran, Widiaminto, mengungkapkan kobaran api pertama kali terpantau muncul dari bagian selatan sebelum membesar dan melahap pepohonan pinus.

Situasi kini kian krisis. Selain berjibaku memadamkan api di dalam kawasan hutan, petugas dan relawan bersiaga mengantisipasi pergerakan api yang mulai merayap mendekati permukiman warga di Desa Sumbersari, Kecamatan Sine.

"Sebagai langkah mitigasi darurat, petugas gabungan langsung bergerak membuat ilaran atau sekat bakar di sepanjang garis perbatasan antara hutan dan permukiman warga," tambahnya.

Pembuatan sekat ini ditujukan untuk memutus pasokan bahan bakar api dan memperlambat laju kobaran agar tidak menjilat rumah warga.

Hingga kini, tim gabungan tetap siaga di titik-titik aman untuk mengendalikan situasi, sementara aparat berwenang mendalami penyebab kebakaran hutan tersebut.

Rekomendasi