PT Angkasa Pura Indonesia Kantor Cabang Yogyakarta International Airport (YIA) telah sukses menggelar simulasi embarkasi haji 2026/1447 H. Kegiatan ini merupakan upaya serius untuk memastikan kelancaran pelayanan bagi para jemaah calon haji.
General Manager YIA, Ruly Artha, di Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada Kamis (5/2/2026) menyatakan, “Ini sebagai komitmen kami untuk mempertegas kesiapan menyambut musim haji tahun 2026 Masehi/1447 Hijriah.” Simulasi ini merupakan yang kedua kalinya, menyusul evaluasi dari simulasi tahap pertama yang dilaksanakan pada 13 Desember 2025.
Bandara YIA diproyeksikan akan menjadi gerbang keberangkatan dan kepulangan bagi total 9.320 calon haji pada musim haji 1447 H. Jumlah tersebut akan terbagi ke dalam 26 kloter, melayani wilayah Kabupaten Kebumen, Purworejo, Wonosobo, Magelang, Kota Magelang, dan Temanggung.
Advertisement
Advertisement
Integrasi Layanan dan Koordinasi Lintas Instansi
Fokus utama dalam simulasi kedua ini adalah integrasi pelayanan antara pengelola bandara dengan berbagai instansi terkait. Proses pemeriksaan dokumen hingga masuk ke dalam pesawat menjadi perhatian utama untuk memastikan kelancaran.
Ruly Artha menjelaskan bahwa simulasi ini sangat krusial untuk mengidentifikasi potensi kendala yang mungkin timbul. Hal ini juga bertujuan memastikan seluruh petugas, mulai dari Imigrasi, Bea Cukai, Balai Karantina Kesehatan (BKK) Yogyakarta, hingga pihak maskapai, dapat bekerja secara terpadu dan efisien.
“Kami berkomitmen memberikan pelayanan terbaik agar jamaah dapat menjalankan ibadahnya dengan tenang dan nyaman,” tegas Ruly Artha. Komitmen ini menjadi landasan dalam setiap tahapan persiapan yang dilakukan oleh YIA.
Advertisement
Selain itu, simulasi ini juga memperkuat koordinasi antarinstansi yang terlibat. Sinergi antara pengelola bandara, Kementerian Agama, Imigrasi, Bea Cukai, Karantina Kesehatan, dan maskapai penerbangan dimantapkan.
Advertisement
Pengukuran Ketepatan Waktu dan Alur Jemaah
Kegiatan simulasi kali ini lebih menekankan pada ketepatan waktu dengan mengukur durasi rata-rata pergerakan jemaah. Pengukuran dilakukan mulai dari titik drop-off hingga jemaah masuk ke dalam pesawat.
Dalam simulasi ini, seluruh alur dilewati secara detail dan cermat. Proses dimulai dari kedatangan bus jemaah di area Hotel Novotel-Ibis, memastikan setiap langkah berjalan sesuai prosedur.
Selanjutnya, pemeriksaan Imigrasi dan Aviation Security (Avsec) dilakukan secara menyeluruh. Proses ini dilanjutkan dengan pemeriksaan kesehatan oleh Balai Karantina Kesehatan (BKK) Yogyakarta.
Advertisement
Dengan keberhasilan simulasi kedua ini, Bandara YIA menyatakan kesiapan penuh untuk mensukseskan penyelenggaraan haji 2026 M/1447 H. YIA siap menjadi gerbang utama yang aman, nyaman, dan khidmat bagi masyarakat DIY serta Jawa Tengah bagian selatan.
Sumber: AntaraNews